Konten dari Pengguna

3 Contoh Puisi Sedih tentang Kehidupan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Sedih tentang Kehidupan, unsplash.com/@elyaspasban
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Sedih tentang Kehidupan, unsplash.com/@elyaspasban

Ketika kita sedang sedih tentang apapun, sering kali kita ingin mendengar lagu atau membaca tulisan yang sesuai sedang keadaan sekarang. Salah satunya membaca puisi sedih tentang kehidupan. Sebab, setelah membacanya bisa membuat kita menjadi lega dan tahu ternyata kita tidak sendirian mengalaminya.

Puisi Sedih tentang Kehidupan

Membaca puisi tentang kehidupan kadang bisa juga membuat air mata mengalir, turut merasakan kesedihannya. Tapi bisa juga membuat perasaan sesak menjadi berkurang setelahnya.

Berikut ini 3 contoh puisi sedih tentang kehidupan yang mungkin cocok dengan kondisimu saat ini. Puisi-puisi ini disadur dari Buku Kekasihku, Kumpulan Puisi Karya Joko Pinurbo, 2004:

1. Tiada

Tiada pengembara yang tak merindukan sebuah rumah

Bahkan jika rumahnya hanya ada di balik iklan yang ia baca di perjalanan

Tiada rumah yang tidak merindukan seorang ibu yang murah berkah

Bahkan jika ibu tinggal ada di bingkai foto yang mulai kusam

Lebih baik punya ibu daripada punya rumah

Kata temanku yang rumahnya konon baru enam sementara sosok ibunya belum ditemukan

Ya lebih baik punya keduanya, kata saya

Dan entah mengapa air matanya leleh perlahan

2. Pacar Senja

Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai

Pantai sudah sepi dan tak aka nada yang peduli

Pacar senja sangat pendiam : ia senyum-senyum saja mendengar gurauan senja

Bila senja minta peluk, setengah saja, pacar senja tersipu-sipu

“Nanti saja kalau sudah gelap, malu dilihat lanskap”

Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka

Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya

Tak terasa senyap pun tiba : senja tahu-tahu melengos ke cakrawala

Meninggalkan pacar senja yang megap-megap oleh ciuman senja

“Mengapa kau tinggalkan aku sebelum sempat kurapikan lagi waktu? Betapa Lekas cium menjadi bekas. Betapa curangnya rindu. Awas, akan kupeluk habis kau esok hari”

Pantai telah gelap

Ada yang tak bisa lelap

Pacar senja berangsur lebur, luluh, menggelegak dalam gemuruh ombak

3. Baju Bulan

Bulan, aku mau lebaran

Aku ingin baju baru tapi tak punya uang

Ibuku entah di mana sekarang, sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan

Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?

Bulan terharu : kok masih ada yang membutuhkan bajunya yang kuno di antara begitu banyal warna-warni baju buatan

Bulan mencopot bajunya yang keperakan

Mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat menangis di persimpangan jalan.

Bulan sendiri rela telanjang di langit

Atap paling rindang bagi yang tak berumah dan tak bisa pulang

Itulah 3 contoh puisi tentang kehidupan karya Joko Pinurbo. Apakah kamu bisa merasakan setiap kesedihan dalam puisi tersebut? Atau bisa jadi begitulah gambaran perasaanmu saat ini? Jika iya, tak apa, ambilah waktu rehat sejenak, ya.(Dyan)