Konten dari Pengguna

3 Puisi Galau Pendek, Indah dan Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi galau pendek, Foto oleh Mehmet Ali Turan / Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Puisi galau pendek, Foto oleh Mehmet Ali Turan / Pexels

Menulis puisi galau pendek ataupun panjang merupakan salah satu sarana yang tepat untuk mengungkapkan rasa sedih yang seolah menyesakkan dada. Siapa tahu setelah menuangkan kesedihan ke dalam puisi, hatimu terasa lebih baik dan tidak lagi terbebani dengan kesedihan.

Jika kamu bingung mulai dari mana untuk membuat kata-kata yang indah dan bermakna, kamu bisa coba dengan mulai sering membaca puisi ataupun buku kata-kata mutiara. Dengan begitu, kepekaanmu terhadap pemilihan kata yang indah akan semakin terasah.

3 Puisi Galau Pendek, Indah dan Menyentuh Hati

Mengutip buku Kumpulan Puisi: Taman Taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:26), berikut 3 contoh puisi galau patah hati yang indah dan menyentuh.

1. Sajak-sajak Nelangsa

Aku bukan sawi yang pahit

Atau racun yang membuat sakit

Aku hanya selaksa kata

Yang lahir dari serapahan asa

Berbuih doapun tak ada bedanya dengan tanpa buih

Tapi doa itu akan selalu mengiringi kegersangan hidup

Walau hidup itu sendiri kadang hanya gersang

morgananya saja

Atau mungkin gersang sejatinya

Aku siapa

Siapa itu aku

Aku diingat masa sebagai kesedihan

Aku dikenang waktu sebagai kegagalan

Aku dikenal orang sebagai nasib buruk

Aku dikenal kerabat sebagai kemalangan

Dan aku, dikenal teman hanya sebuah keheningan

2. Jiwa yang Tak Sempurna

Akulah kata tanpa makna

Akulah pena tanpa tinta

Akulah sungai tanpa air

Akulah pantai tanpa pasir

Akulah pelangi yang tak berwarna

Akulah bintang yang tak bercahaya

Akulah pagi yang tak bermentari

Akulah malam-malam yang kehilangan purnamanya

Aku dilahirkan dengan kegersangan asa

Aku ditimang dengan kemenangan derita

Aku dimanja oleh buliran air mata

Dan aku dibesarkan oleh ganasnya keterasingan

Nyanyian hujan enggan menawarkan melodinya

kepadaku

Embun pagi jengah tuk sejukkan kalbuku

Angin senja malas membelai rambutku

Bulan sabitpun tak sudi membagi cahayanya untukku

Akulah pohon tanpa bunga

Akulah bunga tanpa mahkota

Akulah mahkota tanpa mutiara

Akulah jiwa yang tak sempurna

3. Teruntuk Masa yang Lalu

Dahulu aku memiliki rasa

Merah kuning jingga

Indahnya mengalahkan warna pelangi

Cantiknya mengalahkan bunga lili

Kini aku tak memilikinya lagi

Entah kapan rasa itu pergi

Aku tak tahu apa itu cinta

Namun yang ku tahu air mataku mengalir

Saat ia duduk di pelaminan dengan selainku

Mereka bilang itu cinta pertama

Namun yang ku tahu dia bukanlah yang dipilihkan Tuhan untukku

Waktu tak ‘kan pernah kembali ke belakang

Meski kau tak ingin berjalan ke depan

Waktu akan terus berjalan ke depan

Meski kau hanya ingin diam

Dahulu aku mempunyai rasa cinta

Merah kuning dan jingga

Kini aku lupa bagaimana merasakannya

Karena aku tak ingin merasakan patah hati lagi

Bagaimana, indah dan menyentuh hati bukan puisi galau di atas tadi? Kamu juga bisa menggunakan puisi tadi sebagai bahan refrensi untuk membuat puisi tentang cinta yang hilang atau tema lainnya. (Novi)