Konten dari Pengguna

3 Puisi Hujan Sedih yang Mengharukan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi hujan sedih, Foto: Unplash.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi hujan sedih, Foto: Unplash.

Turunnya hujan dari langit biasanya membuat perasaan menjadi sedih. Kamu akan terbawa dengan kenangan yang pernah terjadi. Hujan adalah rahmat Allah SWT yang membawa keberkahan. Jadi kita patut untuk bersyukur. Terkadang saat hujan turun, kita akan terbawa suasana. Membaca puisi hujan sedih dapat membuat hati terharu, bahagia, ataupun sedih.

Bagi sebagian orang, hujan juga bisa menjadi momen yang ditunggu seseorang untuk memunculkan ide-ide. Ide itu bisa berupa tulisan atau kegiatan. Karena hujan memang bisa memecah suasana yang sedang ataupun akan berlangsung.

Dikutip dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi (2008: 61), puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pekosentrasian struktur fisik dan batinnya.

Puisi memiliki banyak sekali jenisnya. Antara lain puisi lama, modern, dan kontemporer. Puisi lama berupa pantun, syair, talibun, mantra dan gurindam. Sedangkan jenis-jenis puisi modern berupa puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif. Puisi modern biasa disebut puisi bebas, karena tidak terikat oleh rima, jumlah baris dan lain sebagainya.

Secara umum, puisi memiliki ciri-ciri:

  1. Dalam menulisnya terdiri dari bait yang dalamnya berisi baris-baris.

  2. Banyak menggunakan majas yang bermakna kiasan.

  3. Terikat oleh persajakan irama dan rima.

Simak 3 contoh puisi hujan sedih yang dapat membuatmu terharu biru.

Puisi Hujan Sedih

Puisi hujan sedih, Foto: Unplash.

Dikutip dalam buku Pujangga Hujan: Teori dan Apresiasi Puisi karya Roy Sari Milda (2014: 13), berikut puisi hujan yang sedih dan mengharukan:

1. Senja dipelabuhan kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang

Menyinggung muram, desir hari lari berenang

Menemu bujuk pangkal angkanan. Tiada bergerak

Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

Menyisir semenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba diujung dan dan sekalian selamat jalan

Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

(Chairil Anwar)

2. Dikutip dalam buku Bait Kisah di Musim Hujan: Antalogi Puisi karya Tim Antologi Puisi BKMH (2020:162), berikut puisinya:

Rerintik Kenangan

(Lana Khairani)

Aku terpekur di sudut ruang gelap,

dari celah jendela udara dingin masuk merayap.

Diri ini masih betah bertahtahkan senyap.

Di lubuk hati masih membuncah secercah harap

Diluar rerintik hujan menerpa kaca jendela,

perlahan air merembes dari sela cela terbuka.

Begitupun dengan diriku ini yang dibanjiri air mata

Hujan seolah selalu mengantar asa,

tiap rintiknya mengundang tangis tanpa suara

Mendung ini mengingatkanku akan

tatapan sendu, matamu seolah selalu mengutarakan rindu

Ku bilang merindumu manis bagaikan candu,

nyatanya pahit bak menelan empedu

Sekali lagi seumpama rerintik hujan

yang menyegarkan tanaman

Hadirmu seolah mengguyur hati

yang telah lama kekeringan

Hujan selalu turun bersama sejuta kenangan

Namun hujan juga tak selamanya terlukis indah,

kerapkali ia mengantarkan segelintir resah

Seperti kepergianmu yang tak sempat ku cegah

Tau-tau kau sudah pergi jauh melangkah,

aku hanya bisa menatap dengan pasrah

Setega itu kau membuatku terluka parah?

Ahh hujan selalu membuatku menjadi basah

Basah diguyur air mataku sendiri,

basah diguyur yang menghujam hati

Basah diguyur kenangan yang tak mau mati,

basah diguyur harap yang tak ingin berhenti

Puisi hujan sedih, Foto: Unplash.

3. Rindu yang Terbalaskan

(Lusieane Benyamin)

Aku dan dia menikmati rinai yang turun

Melepaskan kerinduan bersama hujan

Sedih, haru, bahagia, bercampur jadi satu

Kini, hujan mampu melepaskan kerinduanku

Andai aku dapat memberhentikan waktu

Tak akan ku biarkan kerinduan cepat berlalu

Telah lama ku menunggu

Kini rinduku terbalaskan olehmu

Cinta, jangan pergi (lagi)

Hati ini tak mampu lagi memendam rindu

Cukup kemarin kau meninggalkan hati

Karena aku tak ingin lagi menikmati hujan dalam sendu.

Demikianlah contoh puisi hujan yang sedih dan menyentuh hati pembaca serta pendengarnya. Semoga kita senantiasa dalam keadaan bahagia.(Umi)