3 Puisi Masa Kecil untuk Bernostalgia

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nostalgia masa kecil adalah masa-masa yang indah dan menyenangkan. Masa di mana banyak hal masih dirasa mudah dan tidak perlu risau memikirkan banyak hal. Terkadang untuk mengenang masa-masa tersebut, kita bisa membuat puisi masa kecil.
Apa yang dimaksud dengan puisi? Dikutip dari buku "Think Smart Bahasa Indonesia", Ismail Kusmayadi (2007: 65) yang dimaksud dengan puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan menggunakan semua kekuatan bahasa, struktur fisik dan struktur batinnya.
Keindahan puisi dapat dilihat dari pilihan kata yang digunakan. Pilihan diksi, majas serta irama dapat memengaruhi keindahan puisi. Seperti puisi nostalgia yang biasanya menggunakan diksi berisi kenangan masa lalu. Hal itu dilakukan agar para pembaca bisa kembali mengenang dan hanyut dalam masa-masa yang telah terlewati tersebut.
3 Puisi Masa Kecil untuk Bernostalgia
Inilah deretan puisi masa kecil yang bisa menemanimu untuk bernostalgia ke masa-masa indah itu,
1. Bunda
karya Lia Maylani Hendriyanti, “Kumpulan Puisi Anak Sang Surya” (2016:3)
Ikhlasmu sungguh tiada tara
Merawatku sembilan bulan dalam kandunganmu
Hingga saat ini ku beranjak dewasa
Kau selalu mengayomi langkahku
Tangisanku…
Marahku…
Membangkangku…
Tiada satupun kata menyakitkan dari mulutmu
Senyum dalam setiap katamu
Rayu dalam setiap ucapmu
Ketabahan dalam jiwamu
Membuatku tak berdaya untuk membalas budimu
Bunda…
Doamu membuatku semakin dewasa
Meraih cita dalam asamu
Menjelma insan berguna
Surga menantimu
2. Kenangan Masa Kecil
Karya Eka Budianta, “Antalogi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak” (2003:26)
Meskipun kurang jelas
Ia masih ingat bahwa
Tempat ia bermain
Semasa kanak-kanak
Ialah plaza yang kini
Diapit jalan itu
Sehingga sukar baginya
Untuk membayangkan kembali
Bagaimana ia bisa
Menggembalakan domba-dombanya
Di tengah-tengah
Jalan Raya
3. Masa Kecil
Karya Joko Pinurbo, “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi” (2003)
Masa kecil seperti penjaga malam yang setia
Ia yang membuka dan menutup pintu
Setiap kau masuk dan keluar kamar mandi
Sementara kau sibuk mandi, ia duduk manis
di sudut sepi, membaca cerita bergambar
Sambil ketawa-ketiwa sendiri
Jangan suka lihat orang mandi, nanti sakit mata
Ia langsung menutup wajahnya
Dengan buku, seakan geli atau malu
Melihat tokoh komiknya yang (tidak) lucu
Itulah 3 puisi masa kecil untuk menemani kamu bernostalgia ke masa kecil.(Prima)
