Konten dari Pengguna

3 Puisi Pendek Ramadan yang Memiliki Arti Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

puisi pendek ramadan. sumber foto: unsplash/berbuka puasa bersama
zoom-in-whitePerbesar
puisi pendek ramadan. sumber foto: unsplash/berbuka puasa bersama

Ramadan memang banyak dinantikan khususnya bagi umat muslim di dunia. Banyak cara untuk mengenang atau mengabadikan momen di bulan Ramadan, salah satunya yaitu dengan menulis atupun membaca puisi pendek Ramadan.

Puisi pendek rindu Ramadan

Jika kamu penggemar dari puisi pendek, dan ingin mengulik kenangan ataupun sekadar membaca puisi. Inilah kumpulan puisi pendek Ramadan yang memiliki arti mendalam.

Ketika malam menghampiri dan germerlap rindu ikut menerka hati

Rindu meneteskan air mata kala senja di bulan Ramadan

Rindu suara azan yang mengakhiri dahaga lalu bersujud menghadap-Mu

Puisi pendek tentang kerinduan bertemu bulan Ramadan di atas, menggambarkan keadaan ketika menjalani ibadah sahur, puasa, saat berbuka dan salat tarawih.

Dimulai dari bait pertama, momen yang mengartikan seseorang yang sedang menunggu waktu saur tiba, tepatnya di hari pertama puasa. Biasanya di hari pertama orang-orang sangat bersemangat,tidak ingin ketinggalan momen hari pertama berpuasa.

Bait kedua, kata senja dalam bait puisi tersebut menyiratkan waktu sore hari, waktu mendekati azan magrib. Jika perasaan begitu bahagia seperti sudah lama tidak bertemu maka secara natural seseorang akan meneteskan air mata.

Biasanya sore hari di bulan Ramadan, orang-orang akan menonton televisi melihat acara bertemakan Ramadan. Ada juga yang menyiapkan makanan berbuka puasa, dan ada yang menyiapkan takjil untuk dibagikan kepada orang lain.

Bait ketiga, setelah azan magrib terdengar maka orang-orang akan berbuka puasa bersama keluarga ataupun teman, menikmati momen kebersamaan. Jika yang sedang berada di perjalanan biasa mereka akan mampir sejenak di mini market untuk membeli minuman dan makanan ringan, atau memperoleh takjil sebagai menu berbuka puasa.

Ketika selesai berbuka puasa orang-orang akan melaksanakan salat magrib, kemudian salat isya.

Puisi pendek suasana subuh saat Ramadan

Menyambut mentari di timur pagi

Udara membelai memanjakan diri

Sendi-sedi tubuhku pun mulai aktif

Menciptakan karya yang penuh inovasi

Puisi pendek saat subuh di bulan Ramadan. Menceritakan orang-orang yang bangun untuk saur dan melaksanakan salat subuh tergambarkan dalam baik pertama. Kemudian udara pagi yang masih segar biasanya tak jarang membuat orang-orang mengantuk dan lanjut tidur, digambarkan pada baik kedua. Namun , ada juga yang semangat memulai pagi hari dengan melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat, seperti membaca Al-Quran, menyirami kebun ataupun berbelanja ke padar, digambarkan dalam bait ketiga dan keempat.

Puisi pendek Ramadan untuk yang merantau

Kala azan magrib terdengar aku termenung

Apakah ada yang sedang kutunggu selain azan?

Rasanya seperti ada yang kurang diruang sepi

Aku menantikan pelukan kasih sayang

Aku rindu ingin bersua bersama keluarga

Jika kamu merantau di luar kota, mungkin puisi ini bisa menggambarkan keadaanmu ketika berpuasa di perantauan. Seperti yang tergambarkan dalam puisi pendek Ramadan untuk perantau, bait pertama dan kedua menceritakan waktu azan magrib telah tiba, tapi masih ada perasaan kurang karena tidak berbuka puasa bersama dengan keluarga.

Bait ketiga dan keempat menceritakan perasaan rindu untuk pulang ke kampung halaman, dan melaksanakan ibadah puasa bersama dengan teman kampung serta keluarga yang ada di rumah.

Ketiga puisi pendek Ramadan di atas disadur dari buku Kumpulan Puisi Ramadan Upgrade Level, Remaja Islam Online, (Hal : 4 – 16).

Selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadan bagi yang menjalankan, semoga ibadah puasa tahun ini diberikan keberkahan dan kemudahan.(Fiqa)