3 Puisi Pendek Ramadan yang Memiliki Arti Mendalam

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramadan memang banyak dinantikan khususnya bagi umat muslim di dunia. Banyak cara untuk mengenang atau mengabadikan momen di bulan Ramadan, salah satunya yaitu dengan menulis atupun membaca puisi pendek Ramadan.
Puisi pendek rindu Ramadan
Jika kamu penggemar dari puisi pendek, dan ingin mengulik kenangan ataupun sekadar membaca puisi. Inilah kumpulan puisi pendek Ramadan yang memiliki arti mendalam.
Ketika malam menghampiri dan germerlap rindu ikut menerka hati
Rindu meneteskan air mata kala senja di bulan Ramadan
Rindu suara azan yang mengakhiri dahaga lalu bersujud menghadap-Mu
Puisi pendek tentang kerinduan bertemu bulan Ramadan di atas, menggambarkan keadaan ketika menjalani ibadah sahur, puasa, saat berbuka dan salat tarawih.
Dimulai dari bait pertama, momen yang mengartikan seseorang yang sedang menunggu waktu saur tiba, tepatnya di hari pertama puasa. Biasanya di hari pertama orang-orang sangat bersemangat,tidak ingin ketinggalan momen hari pertama berpuasa.
Bait kedua, kata senja dalam bait puisi tersebut menyiratkan waktu sore hari, waktu mendekati azan magrib. Jika perasaan begitu bahagia seperti sudah lama tidak bertemu maka secara natural seseorang akan meneteskan air mata.
Biasanya sore hari di bulan Ramadan, orang-orang akan menonton televisi melihat acara bertemakan Ramadan. Ada juga yang menyiapkan makanan berbuka puasa, dan ada yang menyiapkan takjil untuk dibagikan kepada orang lain.
Bait ketiga, setelah azan magrib terdengar maka orang-orang akan berbuka puasa bersama keluarga ataupun teman, menikmati momen kebersamaan. Jika yang sedang berada di perjalanan biasa mereka akan mampir sejenak di mini market untuk membeli minuman dan makanan ringan, atau memperoleh takjil sebagai menu berbuka puasa.
Ketika selesai berbuka puasa orang-orang akan melaksanakan salat magrib, kemudian salat isya.
Puisi pendek suasana subuh saat Ramadan
Menyambut mentari di timur pagi
Udara membelai memanjakan diri
Sendi-sedi tubuhku pun mulai aktif
Menciptakan karya yang penuh inovasi
Puisi pendek saat subuh di bulan Ramadan. Menceritakan orang-orang yang bangun untuk saur dan melaksanakan salat subuh tergambarkan dalam baik pertama. Kemudian udara pagi yang masih segar biasanya tak jarang membuat orang-orang mengantuk dan lanjut tidur, digambarkan pada baik kedua. Namun , ada juga yang semangat memulai pagi hari dengan melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat, seperti membaca Al-Quran, menyirami kebun ataupun berbelanja ke padar, digambarkan dalam bait ketiga dan keempat.
Puisi pendek Ramadan untuk yang merantau
Kala azan magrib terdengar aku termenung
Apakah ada yang sedang kutunggu selain azan?
Rasanya seperti ada yang kurang diruang sepi
Aku menantikan pelukan kasih sayang
Aku rindu ingin bersua bersama keluarga
Jika kamu merantau di luar kota, mungkin puisi ini bisa menggambarkan keadaanmu ketika berpuasa di perantauan. Seperti yang tergambarkan dalam puisi pendek Ramadan untuk perantau, bait pertama dan kedua menceritakan waktu azan magrib telah tiba, tapi masih ada perasaan kurang karena tidak berbuka puasa bersama dengan keluarga.
Bait ketiga dan keempat menceritakan perasaan rindu untuk pulang ke kampung halaman, dan melaksanakan ibadah puasa bersama dengan teman kampung serta keluarga yang ada di rumah.
Ketiga puisi pendek Ramadan di atas disadur dari buku Kumpulan Puisi Ramadan Upgrade Level, Remaja Islam Online, (Hal : 4 – 16).
Selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadan bagi yang menjalankan, semoga ibadah puasa tahun ini diberikan keberkahan dan kemudahan.(Fiqa)
