Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Diri Sendiri sebagai Nasihat

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang diri sendiri, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang diri sendiri, Foto: Unsplash.

Puisi merupakan sebuah kata-kata yang indah dan mampu menyampaikan perasaan bagi penyairnya. Puisi dapat diberikan kepada orang lain sebagai tanda sayang maupun peringatan atau sindiran. Kamu juga bisa menggunakan puisi tentang diri sendiri sebagai nasihat.

Dikutip dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi (2008: 61), puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pekosentrasian struktur fisik dan batinnya.

Nasihat adalah anjuran yang berisi petunjuk, teguran, dan peringatan kepada seseorang dan dijadikan sebagai referensi atau alasan agar dapat menjadi lebih baik lagi. Berpuisi juga dapat memberikan sebuah nasihat, terutama untuk diri sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan diri sendiri akan pentingnya suatu hal.

Kata-kata nasihat memang seringkali dibutuhkan tatkala merasa kurang percaya diri. Simak contoh karya sastra puisi tentang diri sendiri sebagai nasihat dan pengingat bagi para pembacanya.

Puisi tentang Diri Sendiri

Puisi tentang diri sendiri, Foto: Unsplash.

Dikutip dalam buku Puisi Sunyi untuk Diri Sendiri karya M.Wahyu Husain (2017: 68), berikut puisi untuk diri sendiri:

1. Sunyi untuk Diri Sendiri

Jauh sebelum kata-kata

Menciptakan dirinya sendiri

Kesunyian telah lebih dulu merangkai

Tubuh manusia menjadi wujud

Sebelum kalimat-kalimat merangkai

Tubuhnya menjadi narasi yang utuh

Kesunyian telah lebih dulu bermukim

Dalam tubuh adam dan hawa

Jauh setelah manusia tecipta

Kesunyian masih terus tumbuh

Dalam getar-getir kegelisahan

Kesunyian masih terus tumbuh

Menjadi cahaya terang

Yang bersembunyi dibalik pekat malam

2. Kedamaian

Harus ku tunggu datangnya purnama

Ketika ku tanyakan padanya

Wajah ayu bergaun biru

Di matanya dan

Dalam jiwanya

Apa yang kau rindukan?

Dalam kegelapan sulit kubicara,

Katanya. Karena alam lenggang

Menuntunku ke bukit hampa

Tanpa raga

Dan jiwa yang merana

Bukankah kegelapan hati tidak ada?

Dalam jiwa yang merdeka?

Dan peita harapan

Tetap bersinar di alam redup, dalam

Cahaya keabadian

3. Tuhan, Izinkan aku Berontak

Tatkala dunia dalam hiruk pikuk

Tak berdaya yang kian takluk

Kini benar adanya nurani ubah kian bak terpuruk

Kini tepancar antara yang suci yang tak diiringi

Khianat yang semakin teriringi

Seitar yang kian seram

Pikiran tetutup gelap gulitanya malam yang kelam

Tak sanggup aku bayangkan tatlaka gundam

Terkaget dan penuh muram

Pada tiap yang dibenarkan

Rasa lawan selau dihujatkan

Nah itulah tadi puisi untuk diri sendiri yang dapat digunakan sebagai nasihat dan cerminan perasaan seorang manusia. Semoga kita selalu ingat untuk introspeksi diri di setiap kesempatan.(UMI)