Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Hujan yang Bikin Galau

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Hujan, Foto: Pexels/Vlad Chetan.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Hujan, Foto: Pexels/Vlad Chetan.

Saat suasana sedang hujan, paling enak memang bersantai-santai di kamar sambil membaca puisi tentang hujan.

Biasanya saat hujan turun, suasananya sangat mendukung untuk kita bergalau ria ya teman-teman. Untuk menghayatinya, ada berbagai macam bacaan termasuk puisi galau yang bisa masuk ke dalam daftar bacaan kalian.

Puisi memang berisi kata-kata indah nan syahdu yang membuat hati jadi tenang. Untaian kata yang jika berdiri sendiri mungkin tidak akan mengandung makna yang berarti, tetapi jika dipadu padankan dengan kata lainnya, akan menghasilkan sebuah karya yang penuh makna dan menyentuh hati.

Saat ini terdapat banyak buku yang berisi puisi pendek, jadi kalian bisa dengan mudah mendapatkannya lewat ebook maupun buku fisik.

Puisi tentang Hujan yang Bikin Galau

Inilah kumpulan puisi pendek tentang hujan yang dilansir dari buku Kumpulan Puisi Hujan dan Senja oleh Rosdiana (2019: 7-12):

Bagian Satu

Kehadiranmu menyejukkan hati

Dengan senyummu yang begitu berarti

Menggetarkan jiwa yang tak ku mengerti

Karena kamu lah yang ku nanti

Meski dengan sekilas perjumpaan

Bersyukur karena ada kebersamaan

Meninggalkan kesan yang indah

Walau hanya sebuah impian

Seperti malam yang kelam

Dalam suasana yang mencekam

Hanya bisa berharap dalam diam

Untuk perasaan yang terpendam

Bagian Dua

Aku hanyalah setitik air

Yang akan menguap di kala terik

Membuat langit mendung berawan

Hingga mengundang hujan untuk turun ke bumi

Seperti itulah siklusnya

Hanya dapat memandangimu dari kejauhan

Menyimpan sejuta rasa yang terpendam

Hingga akhirnya hanya menjadi sebuah angan

Tak bisakah aku menjadi hujan?

Yang di setiap rinainya membawa kesejukan

Tak bisakah aku menjadi pelangi?

Yang membuat hidupmu menjadi lebih berarti

Bagian Tiga

Gersang pucat tak bernyawa

Seperti daun di musim kemarau

Ini hati telah mati rasa

Menunggumu yang terus berlalu

Angin berhembus menerjang dedaunan

Terhempas jauh keras tak terarah

Kau yang selalu menjadi kekuatan

Kini tak ada lagi perlahan musnah

Inilah puncak di musim kemarau

Menyambut hujan berhawa dingin

Beginikah rasanya mencintaimu?

Kau yang telah jadi milik orang lain

Selamat bergalau-galau ria ya teman-teman! Tapi jangan lupa untuk kembali semangat dalam menjalani hidup! (Ester)