Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Perpustakaan untuk Referensi Anak Sekolah

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Perpustakaan, Foto Unsplash Gabriel Sollmann
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Perpustakaan, Foto Unsplash Gabriel Sollmann

Berbagai contoh puisi tentang perpustakaan bisa menjadi referensi anak sekolah untuk mengerjakan tugasnya. Selain itu, puisi tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat mereka agar mau datang ke tempat itu.

Puisi-puisi tersebut dapat diperoleh di beragam buku maupun media cetak. Namun jika ingin memperolehnya dengan lebih cepat atau mudah, maka bisa anak sekolah bisa mencarinya di internet.

Puisi tentang Perpustakaan

Puisi tentang Perpustakaan, Foto Unsplash Ryunosuke Kikuno

Berikut dua puisi tentang perpustakaan yang dikutip dari buku Asiknya Menulis Puisi oleh I Wayan Ardika (2020:50):

Perpustakaanku

Karya Ni Komang Ayu Ariani

Perpustakaanku

Engkau selalu aku bersihkan

Aku selalu merapikan bukumu

Ketika tidak ada pelajaran

Aku membaca di sana

Begitu enang membaca bukumu

Perpustakaanku

Engkau memberi kami ilmu

Aku tak akan melupakan jasamu

Terima kasih perpustakaan

Perpustakaan

Karya: Ida Bagus Komang Oka Sastrawan

Perpustakaan

Engkau adalah tempat membaca

Banyak orang mengunjungimu

Banyak orang membaca bukumu

Perpustakaan

Engkau sebagai Gudang ilmu

Engkau sangat penting bagiku

Banyak orang menyukaimu

Selain puisi di atas, ada puisi lain yang bisa dijadikan referensi untuk tugas sekolah. Inilah puisinya dikutip dari Buku Harian Puisi oleh Kakanda (2019:38):

Perpustakaan Kampus 2

Kenapa kita bertemu di perpustakaan di kala mau tutup?

Adakah rencana kesengajaan buku-buku

Agar tidak mau dibaca lebih lama?

Kau tahu? Itu lirih batinku

Sayang, kau tak mendengar

Semacam sapa keragu-raguan

Kau dan aku tak melanjutkan jalan sapa kemudian

Memalingkan muka pertemuan di antara rak perpustakaan

Tubuhku di utara, tubuhmu di selatan

Pakaian cantik jendela tergerai

Petang masih malu melihat kerlingan bintang

Selain bohlam, harapan masih jadi penerang

CCTV sedikit berujar ke jam dinding

“Ada dua hati pengunjung sedang sulit bicara”

Di telingaku kaligrafi berbisik menggurui

“Pustakawan sedang pergi keluar,

Belajarlah berujar dari hari ke hati”

Ah sialan,

Sesuatu romantis tapi tak bisa diromantiskan

Tetap sulit menemukan referensi pembicaraan

Beberapa halaman hampa naik mengawang

Kita seperti membaca telepati

Aku membaca pikiranmu

Pikiranmu membaca buku

Sedang, buku membaca kepalaku

Jadi sesungguhnya, buku yang kau baca adalah pikiranku

Aku takut ini menjadi hutang pertemuan

Yang sudah lunas

Tak ada lagi tagihan

Saling memeluk rindu

Aku takut peristiwa temu ini

Kau masukkan di tasmu

Lalu kau buang

Di pinggir jalan penyesalan

Demikian tiga referensi puisi tentang perpustakaan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak sekolah. (LOV)