3 Puisi tentang Perpustakaan untuk Referensi Anak Sekolah

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai contoh puisi tentang perpustakaan bisa menjadi referensi anak sekolah untuk mengerjakan tugasnya. Selain itu, puisi tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat mereka agar mau datang ke tempat itu.
Puisi-puisi tersebut dapat diperoleh di beragam buku maupun media cetak. Namun jika ingin memperolehnya dengan lebih cepat atau mudah, maka bisa anak sekolah bisa mencarinya di internet.
Puisi tentang Perpustakaan
Berikut dua puisi tentang perpustakaan yang dikutip dari buku Asiknya Menulis Puisi oleh I Wayan Ardika (2020:50):
Perpustakaanku
Karya Ni Komang Ayu Ariani
Perpustakaanku
Engkau selalu aku bersihkan
Aku selalu merapikan bukumu
Ketika tidak ada pelajaran
Aku membaca di sana
Begitu enang membaca bukumu
Perpustakaanku
Engkau memberi kami ilmu
Aku tak akan melupakan jasamu
Terima kasih perpustakaan
Perpustakaan
Karya: Ida Bagus Komang Oka Sastrawan
Perpustakaan
Engkau adalah tempat membaca
Banyak orang mengunjungimu
Banyak orang membaca bukumu
Perpustakaan
Engkau sebagai Gudang ilmu
Engkau sangat penting bagiku
Banyak orang menyukaimu
Selain puisi di atas, ada puisi lain yang bisa dijadikan referensi untuk tugas sekolah. Inilah puisinya dikutip dari Buku Harian Puisi oleh Kakanda (2019:38):
Perpustakaan Kampus 2
Kenapa kita bertemu di perpustakaan di kala mau tutup?
Adakah rencana kesengajaan buku-buku
Agar tidak mau dibaca lebih lama?
Kau tahu? Itu lirih batinku
Sayang, kau tak mendengar
Semacam sapa keragu-raguan
Kau dan aku tak melanjutkan jalan sapa kemudian
Memalingkan muka pertemuan di antara rak perpustakaan
Tubuhku di utara, tubuhmu di selatan
Pakaian cantik jendela tergerai
Petang masih malu melihat kerlingan bintang
Selain bohlam, harapan masih jadi penerang
CCTV sedikit berujar ke jam dinding
“Ada dua hati pengunjung sedang sulit bicara”
Di telingaku kaligrafi berbisik menggurui
“Pustakawan sedang pergi keluar,
Belajarlah berujar dari hari ke hati”
Ah sialan,
Sesuatu romantis tapi tak bisa diromantiskan
Tetap sulit menemukan referensi pembicaraan
Beberapa halaman hampa naik mengawang
Kita seperti membaca telepati
Aku membaca pikiranmu
Pikiranmu membaca buku
Sedang, buku membaca kepalaku
Jadi sesungguhnya, buku yang kau baca adalah pikiranku
Aku takut ini menjadi hutang pertemuan
Yang sudah lunas
Tak ada lagi tagihan
Saling memeluk rindu
Aku takut peristiwa temu ini
Kau masukkan di tasmu
Lalu kau buang
Di pinggir jalan penyesalan
Demikian tiga referensi puisi tentang perpustakaan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak sekolah. (LOV)
