Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Rumah yang Penuh Makna Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Rumah yang Penuh Makna Mendalam, foto:pixabay.com/rumah
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Rumah yang Penuh Makna Mendalam, foto:pixabay.com/rumah

Rumah merupakan bagian dari hidup kita. Sedari kita belia hingga dewasa, rumah menyimpan kenangan. Rumah merekam jejak kaki kita menapak, memutar memori tiap sudutnya dalam berbagai peristiwa. Menulis puisi tentang rumah yang penuh makna mendalam akan sangat relevan bagi banyak orang.

Seiring perjalanan menjadi dewasa, rumah akan ditinggalkan. Entah untuk mengejar pendidikan, memburu cinta sejati, menggapai impian, atau urusan pekerjaan. Meski jarang atau bahkan tak lagi dapat kunjungan, rumah tak pernah dilupakan. Bayangan indah masa kecil kerap kali hinggap. Rumah memanglah tempat kembali dari setiap perjalanan yang tengah kita lalui. Tempat pulang dari semua pergimu.

3 Puisi tentang Rumah yang Penuh Makna Mendalam

Intip puisi di bawah ini yuk, siapa tahu cocok untuk menggambarkan perasaanmu perihal rumah. Puisi disadur dari Buku Bahasa Indonsia SMP/MTS Kls. VIII Smt. 2:4:

Rumah

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Kulihat dari cahaya bulan di pekarangan

Serambiku kelam dan berudara sepi

Tidak ada suara, tiada pula bayangan

Kecuali sahabatku, semuanya pergi

Terkadang terasa perlu ke rumah

Bercerita dan berkaca pada hari-hari kupunya

Di rumah besar sekali nubuah sebuah kisah

Kalau aku terdengar suara berdetak tiba-tiba

Malu-malu hati sahabatku rupanya ikut bicara

Tanpa tekanan yang mendesak atau tinggi hati

Alangkah cintanya dia padaku

Terkadang sebelum masuk rumah

Aku melihat ke atap dan bertanya-tanya

Apakah dia di dalam, masihkah dia cinta

Alangkah besar rasanya hidup, bila hatiku tak gelisah

Rumahku

Karya: Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-timbun sajak

Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman

Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala

Di pagi entah terbang ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak

Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang

Aku tidak lagi meraih petang

Biar berleleran kata manis madu

Jika menagih yang satu

Rumah dan Pulang

Karya: Tulipa Talia

Terpaan senja membelai kening

Membawa ingat pada sebuah bangunan renta

Menua dimakan waktu

Saksi bisu masa kanakku

Bahagia dan air mata menyatu

Merindumu

Namun adakah yang menunggu kepulanganku?

Pulang

Kata tersulit dalam pikir

Kata penuh luka, yang membuat rindu

Demikian puisi tentang rumah, apakah kamu merindukan rumahmu?(Ai)