30 Contoh Pantun Berbalas untuk Berbagai Tema yang Menarik

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun berbalas adalah salah satu bentuk tradisi lisan yang masih lestari hingga kini. Keunikannya terletak pada permainan kata yang kreatif, sehingga contoh pantun berbalas untuk berbagai tema sering digunakan dalam beragam kesempatan.
Menurut laman p2k.stekom.ac.id, di antara kesempatan yang kerap memanfaatkan pantun berbalas adalah pernikahan melayu dan pentas seni. Dalam praktiknya, jenis pantun ini disampaikan secara bergantian oleh dua pihak dan dengan pola tertentu.
Pola tersebut mengikuti aturan pantun pada umumnya, yaitu bersajak a-b-a-b dengan struktur sampiran dan isi yang saling berkaitan. Bedanya, pantun berbalas melibatkan respons, yang mana dapat dipahami dengan mempelajari contohnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Pantun Berbalas untuk Berbagai Tema
Bagi yang penasaran seperti apa bentuk pantun yang menjadi tradisi melayu ini, simaklah deretan contoh pantun berbalas untuk berbagai tema yang dirangkum dari beberapa sumber, termasuk laman p2k.stekom.ac.id, berikut ini:
1. Pantun Berbalas: Humor atau Sindiran
Contoh 1
Pantun
Minum jamu bersama paklek,
Rumah paklek di Surabaya.
Eh kamu udah jelek,
Jangan kebanyakan sok gaya.
Balasan
Baju merah matanya melek,
Si baju hijau minum cuka.
Biarlah muka saya jelek,
Yang penting banyak yang suka.
Contoh 2
Pantun
Buah jambu dimakan Ratih,
Ratih memakan bersama Ganu.
Hei kamu memang putih,
Tapi putih karena panu.
Balasan
Pulang sekolah sama Ganu,
Mesin ketam terikat tali.
Biarlah putih karna panu,
Daripada hitam kayak kuali.
Contoh 3
Pantun
Pergi ke dapur mengambil gelas,
Gelas diisi air untuk Soraya.
Katanya cinta tulus dan ikhlas,
Eh malah pergi sama yang kaya.
Balasan
Bareng Soraya pergi jalan-jalan,
Jalan-jalannya sampai ke taman.
Salah sendiri percaya gombalan,
Sekarang nangis jangan lebay, teman.
Contoh 4
Pantun
Beli ketupat di komplek Cikini,
Ketupat tumpah jadi berantakan.
Sukanya ngomong sana ngomong sini,
Padahal hidupnya paling berantakan.
Balasan
Tukang ketupat sifatnya periang,
Untuk melayani membawa baki.
Ngomongin orang pagi dan siang,
Diri sendiri tak diperbaiki.
Contoh 5
Pantun
Di tengah danau ada dua itik,
Langit di sana berwarna jingga.
Memang dirimu berparas cantik,
Tapi sayang belum menikah juga.
Balasan
Melihat senja membawa gitar,
Gitar dipetik bukan diraba.
Selain cantik aku juga pintar,
Nikah untuk ibadah, bukan berlomba.
Contoh 6
Pantun
Malam-malam enaknya berangan,
Tidak lupa mematikan lampunya.
Jangan terlalu banyak berpangku tangan,
Kerja keraslah, semua pasti ada hasilnya.
Balasan
Tidur malam agar tubuh sehat,
Namanya tidur pastinya tutup mata.
Bicaramu memang layaknya nasihat,
Tapi nyatanya kamu tak tahu semua fakta.
2. Pantun Berbalas: Nasehat
Contoh 1
Pantun
Jalan-jalan ke rawa-rawa,
Di rawa-rawa ada tomat.
Ingatlah nasehat orang tua,
Agar hidup senantiasa selamat.
Balasan
Di rawa-rawa banyak batu,
Ada batu di atas lengan.
Nasihat orang tua nomor satu,
Selalu aku jadikan pegangan.
Contoh 2
Pantun
Di lemari ada kapur barus,
Di danau ada banyak angsa.
Jangan kamu main game terus,
Berprestasilah harumkan nama bangsa.
Balasan
Kalau sekolah belajar di kelas,
Kalau lapar makan sambal terasi.
Doakan aku agar tidak malas,
Sehingga membuat sebuah prestasi.
Contoh 3
Pantun
Buah durian ditarik galah,
Galah terbuat dari bahan papan.
Janganlah enggan pergi ke sekolah,
Karena itu penting untuk masa depan.
Balasan
Ada galah di dekat pohon talas,
Buah talasnya di dalam rakit.
Pergi ke sekolah bukanlah malas,
Tapi diriku terkendala sakit.
Contoh 4
Pantun
Pergi ke apotek membeli obat,
Mampir ke warung membeli minyak.
Apakah bisa aku bertaubat?
Kalau dosaku terlalu banyak.
Balasan
Penjaga apotek teman serumpun,
Pelayanannya sangat bersahabat.
Tuhan itu Yang Maha Pengampun,
Selalu menerima hamba yang bertaubat.
Contoh 5
Pantun
Pergi ke pasar beli sandal selobong,
Karna sandal yang dulu hilang di jerami.
Hidup bertetangga janganlah sombong,
Tersenyumlah untuk mempererat silaturahmi.
Balasan
Penjual sandal namanya bu Melati,
Makanan kesukaannya sambal terasi.
Kata sombong tak pernah terbersit di hati,
Aku pemalu dan perlu usaha untuk interaksi.
Contoh 6
Pantun
Melihat gadis desa cantik di rupa,
Ketika disapa senyumnya merekah.
Berperilaku baik tak selalu dibalas serupa,
Tapi tak apa, karena hidup akan berkah.
Balasan
Di desa si cantik memanen talas,
Hasil panennya dibawa ke Jakarta.
Menjadi baik bukan untuk dibalas,
Tapi agar dipandang Pemilik semesta.
3. Pantun Berbalas: Pendidikan
Contoh 1
Pantun
Di taman melihat lampu pijar,
Tiangnya terbuat dari baja.
Buat apasih belajar?
Itu hanya membuang waktu saja.
Balasan
Datang ke pak RT untuk bertamu,
Untuk berdiskusi tentang kerja bakti.
Aku belajar biar dapat ilmu,
Demi sukses di masa depan nanti.
Contoh 2
Pantun
Pergi ke pasar bersama pak Ganjar,
Jangan lupa membeli genting.
Kenapa harus belajar?
Itu sangat tidak penting.
Balasan
Kapal Pesiar punya Pak Ganjar,
Di atasnya ada bentangan senar.
Jadi siswa rajinlah belajar,
Pasti masa depan lebih bersinar.
Contoh 3
Pantun
Pergi ke pasar bersama nyonya,
Walau lama tiada jemu.
Izinkan kami untuk bertanya,
Bagaimana cara mendapat ilmu.
Balasan
Pergi ke pasar membeli gunting kuku,
Sebelum berangkat minumlah jamu.
Banyak-banyaklah membaca buku,
Karena buku adalah jendela ilmu.
Contoh 4
Pantun
Membeli baju warnanya polos,
Meski polos, mahal harganya.
Anak malas suka membolos,
Nanti tau sendiri akibatnya.
Balasan
Ayahku suka bertani,
Bertaninya dengan pak Galang.
Marilah belajar hari ini,
Demi masa depan yang gemilang.
Contoh 5
Pantun
Naik pesawat pergi ke Mekkah,
Degup di hati gambarkan senangnya.
Wajib belajar itu untuk siapa saja, kah?
Kalau pendapat tuan, apa jawabnya?
Balasan
Pergi ke masjid membawa sajadah,
Sajadah dipakai wangi baunya.
Wajib belajar jelaslah sudah,
Manusia bernyawa dan berakal jawabannya.
Contoh 6
Pantun
Jangkar diputar di lantai landai,
Menerpa kertas terlihat kacau.
Jika memang dirimu pandai,
Siapa nama penyair asal Riau?
Balasan
Mekar bunga di rumah kamu,
Tertiup angin tampak berseri.
Biarkan saya menjawab pertanyaanmu,
Penyair Riau namanya Sutardji Calzoum Bachri.
4. Pantun Berbalas: Persahabatan
Contoh 1
Pantun
Karena macet jalanan terhambat,
Saking lamanya mesin mobil pun mati.
Sebagai orang yang punya sahabat,
Apa pendapatmu tentang sahabat sejati?
Balasan
Cuaca panas membuat kulit belang,
Pergi berteduh di bawah menara.
Sahabat sejati tak akan hilang,
Meski raga terpisah beda negara.
Contoh 2
Pantun
Jalan-jalan di Kota Kediri,
Terlihat kendaraan di sepanjang lintasan.
Sepilah hati selalu sendiri,
Semakin hari rasanya semakin bosan.
Balasan
Di Kediri membeli kain,
Pulangnya iseng membeli ikan.
Agar tak bosan pergilah bermain,
Di sini sahabatmu ada, jangan lupakan.
Contoh 3
Pantun
Di pagi hari menaiki gunung,
Di gunungnya banyak pohon jati.
Semalaman suntuk aku merenung,
Tentang siapa itu sahabat sejati?
Balasan
Pendaki gunung namanya Agung,
Badannya sehat karena konsumsi jamu.
Duhai kamu yang masih bingung,
Ingatlah sahabat sejati selalu menemani sulitmu.
Contoh 4
Pantun
Di restoran memesan sup tenggiri,
Suasananya indah membuat nostalgia.
Di hari Senin kau tampak berseri,
Apa gerangan yang membuatmu bahagia?
Balasan
Sup tenggiri di antar ke mejaku,
Setelah habis ingin menambah lagi.
Hari ini adalah hari ulang tahunku,
Dan sahabatku memberi hadiah tadi pagi.
Contoh 5
Pantun
Berlari ke kantor takut terlambat,
Karena keasikan memakan sayur enak.
Kenangan indah bersama sahabat,
Selalu terkenang di dalam benak.
Balasan
Sayur enak buatan mbak Lulu,
Baru dimasak dikala pagi menjelang.
Meski waktu terus berlalu,
Kenangan indah tak akan hilang.
Contoh 6
Pantun
Agar sembuh memakan obat,
Obatnya lupa tersimpan di saku.
Tujuh tahun kita bersahabat,
Apa kiranya pendapatmu tentang diriku?
Balasan
Saku celana bermacam warna,
Berisi uang untuk aku jajan.
Kamu hadir memberikan warna,
Bagaikan pelangi yang datang setelah hujan.
5. Pantun Berbalas: Agama
Contoh 1
Pantun
Membawa tas gendong rasanya berat,
Demi bepergian ke laut Jawa.
Jauh jalan menuju akhirat,
Bekal apa yang harus kubawa?
Balasan
Di laut Jawa ada pujaan hati,
Rela menyebrang dari Kalimantan.
Memang jauh perjalanan menanti,
Siapkan takwa sebagai bekal keselamatan.
Contoh 2
Pantun
Pergi ke dapur memasak ubi,
Ubi dibalik memakai sumpit.
Musibah menimpa bertubi-tubi,
Hati sedih hidup terasa sempit.
Balasan
Menutup pintu tangan terjepit,
Karena kaget hampir terjungkir.
Kalau hidup terasa sempit,
Banyak-banyaklah mengucap zikir.
Contoh 3
Pantun
Di dalam kolam banyak ikan,
Wajah ikannya terlihat sangar.
Sibuk bekerja mesti ditinggalkan,
Kalau kumandang azan sudah terdengar.
Balasan
Ikan dipanggang di atas bara,
Setelah dimakan sisalah tulang.
Dunia ini hanyalah sementara,
Karena akhiratlah tempat kita pulang.
Contoh 4
Pantun
Mencari bambu di tengah hutan,
Hutannya gelap mencapai malam.
Iman itu tidak kelihatan,
Apa tanda iman sudah mendalam?
Balasan
Bambu didapat untuk menghias taman,
Sebelum dipasang dibuat papan.
Tanda-tanda orang pandai beriman,
Tingkahnya santun, ucapannya sopan.
Contoh 5
Pantun
Pergi ke waterboom untuk berenang,
Sebelum renang memakan ketupat.
Hati melolong mencari tenang,
Kemanakah kiranya akan kudapat?
Balasan
Ketupat hilang diganti kari,
Makannya sambil baca koran.
Tak perlu jauh untuk mencari,
Tenangkan hari dengan membaca Al-Quran.
Contoh 6
Pantun
Bertemu guru namanya pak Alim,
Tidak lupa untuk mengucap salam.
Salat itu kewajiban setiap Muslim,
Berapakah pengerjaannya sehari semalam?
Balasan
Ucapan salam disampaikan sang teman,
Kepada guru yang baik perangainya.
Memang betul salat kewajiban orang beriman,
Lima kali pengerjaan adalah jawabannya.
Itulah deretan contoh pantun berbalas untuk berbagai tema yang menarik. Semoga contoh-contoh tersebut dapat menjadi referensi dan menginspirasi para pembaca untuk senantiasa mengingat serta melestarikan budaya pantun. (NF)
Baca juga: 60 Contoh Pantun Perpisahan yang Berkesan
