30 Pantun tentang Budaya yang Beragam dan Menarik

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun tentang budaya tak banyak terekspos di kalangan masyarakat. Hal tersebut membuat eksistensi pantun budaya semakin terbelakang. Sebagai warga Indonesia yang dikenal dengan ragam budaya, sudah sepatutnya untuk melestarikan pantun budaya ini.
Mengutip dari Jurnal Dunia Pendidikan, Gajah, dkk. (2024), pantun memiliki nilai historis dan estetika kaya, serta mencerminkan kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Indonesia. Pantun menjadi salah satu bentuk sastra lisan tradisional di Indonesia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
30 Pantun tentang Budaya yang Epik dan Menarik
Berikut adalah beberapa kumpulan contoh pantun tentang budaya menarik yang bisa dipelajari:
Perang dingin di Romania
Bom meledak tanda bahaya
Boleh pergi melalang buana
Tapi tidak tinggalkan budaya
Si Botak pergi ke Rusia
Pernah mengompol dipatok angsa
Mari jaga budaya Indonesia
Jadi simbol peradaban bangsa
Ustadz Raban membeli baju
Sangat kaya bahasa dan tutur
Meski peradaban terus maju
Seni dan budaya tak boleh luntur
Hutan seram dihuni buaya
Buaya putih jenis terbanyaknya
Aneka ragam suku dan budaya
Jadikan Indonesia semakin kaya
Musim hujan banyak cobaan
Cobaan datang jadikan asa
Jangan ada perpecahan
Kita jaga warisan bangsa
Dari Yerussalem ke kota Betania
Jangan lupa belajar bahasa
Boleh ikuti kemajuan dunia
Tapi ingatlah budaya bangsa
Buah mangga, buah pepaya
Ikan tongkol dimakan angsa
Marilah jaga seni budaya
Jadi simbol peradaban bangsa
Lihat buaya tak bisa lari
Hendak menangkap burung kaswari
Seni budaya dijaga lestari
Tetap terawat seindah bestari
Jalan-jalan ke kota Surabaya
Tak lupa menaiki kuda
Negara punya banyak budaya
Sudah semestinya kita menjaganya
Daging kuda kulitnya tebal
Simpan saja di bawah kelapa
Walau kehidupan semakin global
Budaya bangsa jangan dilupa
Naik kuda bersama Talita
Hati senang riang terasa
Ada beribu budaya kita
Harus lestari sepanjang masa
Mobil jalan tersendat sendat
Pakai lulur diberi perekat
Tata krama, adat istiadat
Nilai luhur yang jadi pengikat
Lihat ular sedang cidera
Kera melompat bawa bendera
Budaya luar datang mendera
Kearifan lokal wajib dipelihara
Di sawah ada seekor katak
Sedang diam menikmati pepaya
Jangan ngaku orang yang berakhlak
Jika belum hormat pada budaya
Buah melon, buah pepaya
Baru dibawa dari Surabaya
Indonesia beraneka budaya
Semoga bangsa makin berdaya
Dataran rendah beralur alur
Banyak ditanami tanaman kencur
Kesenian indah warisan leluhur
Jangan biarkan hilang dan hancur
Anak bebek dibawa petani
Bunga cendana terasa wangi
Budaya bangsa berwarna-warni
Penuh pesona seindah pelangi
Ikan bandeng dimakan buaya
Anak rusa tengah telaga
Nusantara beraneka budaya
Persatuan bangsa harus dijaga
Jalan ke kota membawa kawat
Kuda berlari ke tengah telaga
Budaya kita harus dirawat
Agar lestari tetap terjaga
Pohon ditanam oleh Ari
Hilang ayam dicari-cari
Hidup nyaman di luar negeri
Jangan lupakan budaya sendiri
Bangun rumah banyak biaya
Rumah hancur menimpa tuan
Banyak suku ragam budaya
Mari berbaur dalam persatuan
Di kebun terlihat bapak petani
Tanam pisang dan pohon jati
Sejuta seni negeriku ini
Warisan moyang yang sejati
Ada pesawat terbang ke angkasa
Saat mendarat seperti sepeda
Seni budaya warisan bangsa
Wajib dijaga generasi muda
Ada ikan ada buaya
Sedang berenang di balik batu
Beragam-ragam kita punya budaya
Tetap lestari sepanjang waktu
Bunga melati tampak segar
Harum mewangi tak pernah luntur
Budaya Indonesia jangan terhindar
Warisan nenek moyang yang sangat luhur
Di atas bukit terlihat mentari
Terang bersinar pagi hari
Jaga budaya sebagai identitas diri
Tunjukkan pada dunia siapa kita ini
Di malam hari bulan bersinar terang
Menerangi setiap jalan yang sepi
Budaya lokal adalah harta yang gemilang
Yang harus kita jaga dengan sepenuh hati
Di halaman rumah ada telaga
Penuh air dan tampak menyenangkan mata
Budaya bangsa harus dijaga
Menjadi cerminan identitas kita
Di pinggir sungai terlihat ikan sepat
Airnya jernih mengalir tenang
Budaya luhur harus dijaga dengan semangat
Agar tetap hidup di setiap generasi yang datang
Bertani dengan tangan yang cekatan
Menanam padi dengan penuh harapan
Budaya bangsa adalah sumber kekuatan
Ayo lestarikan tanpa keraguan
Ciri-ciri Pantun
Pantun memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan karya sastra yang lain. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Bebaris rima (Berirama): Pantun biasanya terdiri dari empat baris, dengan pola rima a-b-a-b (misalnya baris pertama berima dengan baris ketiga, dan baris kedua berima dengan baris keempat).
Jumlah suku kata: Setiap baris pantun umumnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.
Tersusun dalam dua bagian: Pantun terdiri dari dua bagian utama:
Sampiran: dua baris pertama yang biasanya berisi gambaran alam, objek, atau situasi yang tidak langsung berhubungan dengan pesan utama pantun.
Isi: dua baris terakhir yang berisi pesan atau makna utama pantun, seperti nasihat, humor, atau perasaan.
Bahasa yang lugas dan simpel, pantun sering menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan kata-kata yang padat namun mengandung makna yang dalam. Pantun juga sering menggunakan perumpamaan atau simbolis.
Mengandung unsur kehidupan sehari-hari, pantun sering mengangkat tema-tema kehidupan sehari-hari seperti alam, kehidupan sosial, cinta, perasaan, dan nilai-nilai moral.
Bersifat tradisional dan lisan, pantun adalah bentuk sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Indonesia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Ia sering digunakan dalam acara-acara adat atau hiburan rakyat.
Mempunyai nilai estetika, pantun memiliki keindahan tersendiri dalam bentuk dan susunan kata, serta mampu menyampaikan makna yang mendalam dalam bentuk yang singkat dan padat.
Jenis Pantun
Pantun juga diungkapkan sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan emosi. Pantun dapat menjadi wadah ekspresi untuk merayakan kegembiraan, mengungkapkan kesedihan, atau mengungkapkan cinta dan kerinduan
Pantun memiliki beberapa jenis, yang biasanya dibedakan berdasarkan tema atau tujuan yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa jenis pantun yang umum ditemukan:
1. Pantun Nasihat
Pantun ini berfungsi untuk memberikan nasihat atau petuah. Isinya biasanya mengandung pesan moral yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.
Contoh:
Makan durian enak rasanya,
Jangan lupa membuang kulitnya.
Hidup ini harus beribadah,
Agar mendapat berkah-Nya.
2. Pantun Cinta
Pantun cinta biasanya berisi ungkapan perasaan cinta atau rindu kepada seseorang. Pantun ini sering digunakan untuk menggambarkan kasih sayang atau keindahan cinta.
Contoh:
Di taman bunga kupetik melati,
Bunga melati harum baunya.
Cintaku padamu takkan mati,
Setia selalu sepanjang masa.
3. Pantun Jenaka (Lucu)
Pantun jenaka biasanya digunakan untuk menghibur, dengan bahasa yang humoris atau kocak. Tujuannya adalah untuk menciptakan tawa dan suasana riang.
Contoh:
Lihat si burung terbang tinggi,
Terbangnya rapi seperti balet.
Tapi di tanah dia jatuh lagi,
Ternyata hanya burung pelit.
4. Pantun Teka-Teki
Pantun teka-teki adalah pantun yang mengandung pertanyaan atau teka-teki, yang jawabannya harus ditebak oleh pendengar. Jenis ini sering digunakan untuk permainan atau hiburan.
Contoh:
Tumbuh tinggi di tepi pantai,
Daunnya lebar, batangnya kuat.
Siapa dia yang selalu pantang hari,
Namanya apa, coba tebak cepat!
5. Pantun Agama
Pantun agama berisi ajaran, petunjuk, atau pesan terkait dengan agama dan spiritualitas. Pantun ini sering digunakan untuk mengingatkan atau memberi petuah tentang kebaikan dalam hidup sesuai dengan ajaran agama.
Contoh:
Berdoa saat pagi hari,
Agar hidup penuh berkah.
Jangan lupa untuk berbagi,
Agar rezeki terus melimpah.
6. Pantun Perjalanan
Pantun perjalanan menceritakan tentang suatu perjalanan atau pengalaman dalam bepergian, baik itu perjalanan fisik atau perjalanan kehidupan.
Contoh:
Mengarungi samudra luas,
Menyusuri pantai yang indah.
Dalam hidup janganlah malas,
Kerja keras hasilkan berkat.
7. Pantun Alam
Pantun alam menggambarkan keindahan alam atau fenomena alam yang ada di sekitar kita. Pantun ini sering menggunakan unsur alam seperti bunga, pohon, laut, dan cuaca.
Contoh:
Burung terbang di langit biru
Dedaunan bergoyang halus
Alam indah ciptaan Tuhan
Mari kita jaga dan rawat selalu
8. Pantun Adat
Pantun adat berisi ajaran atau aturan yang berkaitan dengan adat istiadat atau tradisi masyarakat tertentu. Biasanya digunakan dalam acara-acara adat atau perayaan.
Contoh:
Berjalan kaki di tepi desa
Menghormati orang yang lebih tua
Dalam adat kita berbicara
Hormati sesama, itu utama
Itulah beberapa kumpulan pantun tentang budaya yang menarik yang bisa dipelajari. (Nisa)
Baca juga: 70 Pantun Pembuka Acara Lucu agar Suasana Tidak Kaku
