Konten dari Pengguna

35 Pantun Bahasa Lampung dalam Beragam Tema serta Maknanya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk pantun bahasa Lampung. Foto: Pexels/Sheep .
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk pantun bahasa Lampung. Foto: Pexels/Sheep .

Pantun bahasa Lampung merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan, meskipun penggunaannya kini semakin langka. Jenis puisi tradisional ini dulu banyak digunakan dalam acara adat dan sebagai media ekspresi diri.

Menurut Udin et al., (Sastra Lisan Lampung Dialek Pubiyan: hlm. 13) pada masa lalu, pantun Lampung, atau yang juga acap disebut adi-adi, sering digunakan dalam acara muda-mudi, seperti jaga damar dalam merayakan pesta perkawinan.

Sayangnya, penggunaan pantun mulai dianggap kuno oleh sebagian kalangan muda saat ini. Karena itu, untuk dapat mempertahankan identitas budaya yang kaya dan penuh makna, anak bangsa perlu mengenal dan menjaga pantun daerah ini.

Daftar isi

Pantun Bahasa Lampung

Ilustrasi untuk pantun bahasa Lampung. Foto: Pexels/Юлия Зяблова

Berdasarkan pada berbagai sumber, termasuk buku “Sastra Lisan Lampung Dialek Pubiyan” (hlm. 13-15) yang disusun oleh Udin et al., berikut adalah kumpulan pantun bahasa Lampung dengan beragam tema beserta terjemahannya:

Kumpulan Pantun 1: Bujang Gadis dan Percintaan

  1. Bughung lipas kepi mas,

    Intaghan jak Bengkulu.

    Ki nyawa haga lepas,

    Nyak dulik disilamu.

    Artinya:

    (Burung lipas sayap emas,

    Terbang dari Bengkulu.

    Jika nyawa akan lepas,

    Aku rebahan di pangkuanmu.)

  2. Kusansat nyapang jimat,

    Mati tulah nyak payu.

    Kusansat mak selamat,

    Asal pujama niku.

    Artinya:

    (Aku nekat ngelangkah jimat,

    Mati kualat pun ok.

    Aku nekat tak selamat,

    Asalkan bersama kamu.)

  3. Nambi nyak jak Betawi,

    Tanno nyak mulang luot.

    Nambi ampai jak kudi,

    Tanno nyak tigham luot.

    Artinya:

    (Kemarin aku dari Betawi,

    Sekarang aku pulang lagi.

    Kemarin baru aku datangi,

    Sekarang aku rindu lagi.)

  4. Sai ghisok ni kuketok,

    Sai kejung ni penduyu.

    Sai ghisok ni ku penok,

    Sai layau ni hatiku.

    Artinya:

    (Semakin sering kupotong,

    Semakin memanjang galah.

    Semakin sering kupandang,

    Semakin galau hatiku.)

  5. Limau buntogh mak mentogh,

    Tijual ya mak laku.

    Posa mak makan saogh,

    Metong ngingokko niku.

    Artinya:

    (Jeruk bulat tak manis,

    Dijual tidak laku.

    Puasa tak makan sahur,

    Kenyang teringat dirimu.)

  6. Injam pai kawai mu pak,

    Kemayangan ki pitu.

    Haga ina ni sanak,

    Ki aku yado niku.

    Artinya:

    (Pinjam dulu bajumu empat,

    Syukur-syukur jika tujuh.

    Bakal ibunya anakku,

    Mauku ya kamu.)

  7. Wat sanah lunik mandi,

    Sanak bapak belari.

    Dang mudah kena janji.

    Kanttu ni sakit hati.

    Artinya:

    (Ada anak kecil mandi,

    Orang dewasa berlari.

    Jangan mudah percaya janji,

    Kalu nanti sakit hati.)

  8. Way Lima Padasuka,

    Kedondong kubu batu.

    Kubabangkon di sama,

    Nyak tiram jama niku.

    Artinya:

    (Way Lima Padasuka,

    Kedondong gudang batu.

    Kuasuhkan kepada siapa,

    Saya rindu kepada kamu.)

  9. Jung di anjung,

    Cakakko sapa di bah.

    Ngundut keluntung tanggung,

    Mak reji lamun kiwah.

    Artinya:

    (Jung di anjung,

    Naikkan siapa di bawah.

    Merokok puntung tanggung,

    Tidak begini jika mewah.)

  10. Relam bingi mak pedam,

    Kak liyu pukul lima.

    Badan ji lanssung ngiram,

    Kesepik niku di pa.

    Artinya:

    (Larut malam tidak tidur,

    Sudah lewat pukul lima.

    Diri ini sangat rindu,

    Kucari kamu entah di mana.)

  11. Api sai halom-halom,

    Lelubi ampai masak.

    Ya, Allah mati nalom,

    Kuti ngebudiko nyak.

    Artinya:

    (Apa yang hitam-hitam,

    Lobi-lobi yang baru masak.

    Ya, Allah alangkah pandai,

    Kalian membohongi saya.)

  12. Sanak sai mengan di way,

    Mejong di lambung batu.

    Menan nginumku lalai.

    Jak pisah jama niku.

    Artinya:

    (Anak satu makan di sungai,

    Lalu duduk di atas batu.

    Makan minumku jadi lalai,

    sejak berpisah dengan kamu.)

  13. Kawai hendakku kamak,

    Sabun rinso mak lagi.

    Haga tandak mak tandak’

    Nyak liwih jama kuti.

    Artinya:

    (Baju putihku tak bersih lagi,

    Sabun rinso tiada punya.

    Akan pergi kutak pergi,

    Karena sayang dengan Anda.)

  14. Nyak ngudut niku ngudut,

    Tawa bimbang ruku sai.

    Nyak nyebut niku nyebut,

    Supaya niat ram sampai.

    Artinya:

    (Sama merokok kita berdua,

    Kita isap rokok yang satu.

    Saya berdoa kamu berdoa,

    Supaya niat kita terpadu.)

  15. Wat sioh munggak medoh,

    Nyepok sai lamon batu.

    Lamun niat ram gegoh,

    Dapok rasan ram laju.

    Artinya:

    (Adat siput mudik dan hilir,

    Siput mencari banyak batu.

    Jika niat kita sehilir,

    Bahtera cinta dapat melaju.)

  16. Niku mak temon sayang,

    Mula nyak sampai goh ji.

    Sai mula nyak lika miwang,

    Nuku hapat ngebudi.

    Artinya:

    (Karena kamu berpura sayang,

    Maka saya seperti ini.

    Menangis aku bukan kepalang,

    Karena kamu sering membohongi.)

  17. Lapah lapah mik Gisting,

    Nyepok jualan mangga.

    Khasane haga sinting,

    Kik kham mak butungga.

    Artinya:

    (Berjalan-jalan ke Gisting,

    Singgah membeli mangga.

    Rasanya ingin gila,

    Jika kamu tak menunggu.)

  18. Kamincak cambogh di wai,

    Mati mak pandai ngelom.

    Kiniku haga pandai,

    Nyak demon kidang liom.

    Artinya:

    (Kodok masuk ke dalam air,

    Mati karena tak pandai menyelam.

    Kalau kamu mau tau,

    Saya suka tapi malu.)

  19. Jak saku sampai ganta,

    Nyak making bani cawa.

    Ulih nyak khabai sia,

    Kantun mak di teghima.

    Artinya:

    (Dari pagi sampai sore,

    Aku menunggu dengan harapan.

    Yang kudapat hanya kecewa,

    Karena tak juga diterima.)

  20. Manuk menyan cukuk di galah,

    Tangguh dewa tepuk pinggang.

    Nyak gham kebaghas nyak salah,

    Nyak maaf dija salah angkang.

    Artinya:

    (Burung manyar hinggap di galah,

    Orang kuat menepuk pinggang.

    Jika aku bersalah kepadamu,

    Aku minta maaf atas segala kesalahan.)

Ilustrasi untuk pantun bahasa Lampung. Foto: Pexels/betül akyürek

Kumpulan Pantun 2: Nasehat, Pendidikan, dan Persahabatan

  1. Lawok bekhak warnane biru,

    Wat Iwa, cumi, khek kekhita.

    Hormatilah ibu bapak guru,

    Ulih tiyanlah si berjasa.

    Artinya:

    (Lautan luas warnanya biru,

    Ada ikan, cumi, dan gurita.

    Hormatilah ibu bapak guru,

    Karena mereka sangatlah berjasa.)

  2. Sai gedang kedok di hutan,

    Bubak beghani pagah nipah.

    Tumbuh hati sai megungan,

    Megungan wat wawai ngelapah.

    Artinya:

    (Ada pohon pisang tumbuh di hutan,

    Batangnya besar di antara pohon nipah.

    Jangan biarkan hati penuh iri,

    Karena iri hanya akan menyakiti diri sendiri.)

  3. Lapah lapah mik kota Kendari,

    Mak lupa ngajak emak bapak.

    Amalkon ilmu sekhani khani,

    Kenyin Mak lupa delom benak.

    Artinya:

    (Jalan-jalan ke kota Kendari,

    Tidak lupa ajak ibu bapak.

    Amalkan ilmu sehari-hari,

    Agar tak lupa di dalam benak.)

  4. Sanak lunik cakak batang karet,

    Pungew katan kena pahat.

    Ghajin da untuk olahraga,

    Mari badan jadi sehat.

    Artinya:

    (Anak kecil manjat pohon karet,

    Tangan luka kena pahat.

    Rajinlah untuk berolahraga,

    Supaya tubuh jadi sehat.)

  5. Tiyuh aman, rakyat rukun,

    Ngaji jangan nyanda lupa.

    Pendidikan lampungkan sakun,

    Manjau pinter, pi ilaga.

    Artinya:

    (Desa aman, rakyat hidup rukun,

    Mengaji jangan sampai lupa.

    Pendidikan akan mengangkat derajat,

    Menjadi pintar dan bermanfaat bagi sesama.)

  6. Pekhon maju rasan jaga,

    Ngukok pisau di piring tua.

    Jangan malas beghaja,

    Sukses nyak mupakat tuha.

    Artinya:

    (Desa maju harus dijaga,

    Menajamkan pisau di batu tua.

    Jangan malas bekerja,

    Sukses akan kita rasakan nanti.)

  7. Tabuh gong segheghin rame,

    Rame bekumpul di sesat agung.

    Bumi kita jaga same,

    Ngadek senyum tanoh Lampung.

    Artinya:

    (Memukul gong menambah ramai,

    Orang ramai berkumpul di balai adat.

    Bumi kita jaga bersama,

    Agar tanah Lampung tetap tersenyum.)

  8. Pagi ghani bangik ngupi,

    Apilagi kupini Rapi.

    Buya belajagh mak papi,

    Dang buya mak ngerjako api-api.

    Artinya:

    (Pagi hari enaknya ngopi,

    Apalagi kopinya Rapi.

    Lelah belajar tak mengapa,

    Jangan lelah tak lakukan apa-apa.)

  9. Betik temen bungan di taman,

    Lapah mik taman baghong kawan .

    Payu gham jaga kebersihan,

    Kebersiahan sina sebagian jak iman.

    Artinya:

    (Indah sekali bunga ditaman,

    Pergi ketaman bersama kawan.

    Mari kita jaga kebersihan,

    Kebersihan itu sebagian dari iman.)

  10. Diba niku di tanoh endog,

    Manyingok pajar sak tani.

    Kawan nyak jaga sampe tuhog,

    Jang ghik ngambak nyanda wani.

    Artinya:

    (Bebek bertelur di tanah,

    Melihat matahari terbit di sawah.

    Sahabat akan kujaga selamanya,

    Jangan pernah marah padaku.)

  11. Ngisi wai temati di tiko,

    Buya jak ngedandan busi.

    Pemalas ingkah nyalahko,

    Pembelajagh gumah evaluasi.

    Artinya:

    (Ngisi air minum di teko,

    Lelah dari mendandan busi.

    Pemalas hanya menyalahkan,

    Pembelajaran banyak evaluasi.)

  12. Wat ghik gelaghni Omeng,

    Ngedok kakak gelaghni Tania.

    Ilmu seno iyulah pakai tameng,

    Anjak mughakni nafsu dunia.

    Artinya:

    (Ada teman namanya omeng,

    Punya kakak namanya Tania.

    Ilmu itu digunakan untuk perisai,

    Dari keburukan nafsu dunia.)

  13. Mi handop geluk bela ya,

    Api lagi tambah sambol dilan.

    Belajagh iyulah ghelaya,

    Pakai sai nyepok keberhasilan.

    Artinya:

    (Nasi hangat cepat habis,

    Apalagi ditambah sambal terasi.

    Belajar adalah jalan,

    Bagi pencari keberhasilan.)

  14. Paghi panen ti getas,

    Seno syarat mani proses.

    Kik gham unyin berkualitas,

    Pasti gham jadi jelma sukses.

    Artinya:

    (Panen padi di potong,

    Itu syarat dalam prosesnya.

    Jika kita semua berkualitas,

    Pasti kita semua jadi orang sukses.)

  15. Netak di hadap pakai landau,

    Tukang es liwat nyani mighak.

    Percuma utok gham pandai,

    Kik akhlak sa embughak.

    Artinya:

    (Ngoret di depan meenggunakan koret,

    Tulang es lewat bikin pengen.

    Percuma otak kita pintar,

    Jika akhlak kita buruk.)

Itulah deretan pantun bahasa Lampung dalam beragam tema, lengkap dengan artinya. Semoga ulasan tersebut dapat membantu menghidupkan kembali warisan budaya Indonesia yang penuh nilai dan makna di setiap daerahnya. (NF)

Baca juga: 20 Contoh Pantun Bahasa Inggris Menarik dan Artinya