4 Contoh Kultum Maulid Nabi yang Singkat sebagai Referensi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu peringatan penting yang diadakan setiap 12 Rabiul Awal. Pada saat peringatan ini, biasa diadakan pengajian dan diisi kultum. Contoh kultum Maulid Nabi ini bisa dijadikan sebagai inspirasi.
Kultum atau kuliah tujuh menit, sehingga penyampaian materinya singkat, tetapi pada kenyataannya bisa lebih dari tujuh menit. Kultum digunakan untuk menyampaikan pesan moral, nilai-nilai Islam, dan motivasi dalam waktu yang singkat dan padat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Kultum Maulid Nabi
Dikutip dari laman baznas.go.id, peringatan Maulid Nabi dilaksanakan umat muslim seluruh dunia, termasuk Indonesia. Cara mengekspresikannya sangatlah beragam, mulai dari pengajian, selawat, ceramah atau kultum, dan lain sebagainya.
Pada tahun 2024 ini, Maulid Nabi diperingati pada Senin, 16 September 2024. Bagi yang ditunjuk sebagai pembicara kultum, berikut adalah contoh kultum Maulid Nabi yang singkat sebagai referensi.
Contoh 1
Assalamualaikum Wr. Wb.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, laqod jaa-at rusulu robbinaa bil haqqi wanuuduu an-tilkumul jannah, uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta’maluun.
Para hadirin dan hadhirat yang saya hormati. Kita patut bersyukur masih diberikan umur sehingga bisa memeringati Maulid Nabi saw.
Allah menyatakan dalam surat Al-Ahzab, 33:21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
Dalam satu riwayat hadis bersumber dari ‘Aisyah r.a. ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, Aisyah menjawab, “Akhlaqnya Al-Qur’an”. (Musnad Ahmad, Juz VI, h. 216). Ulama kemudian menafsirkan akhlak Rasulullah dengan ayat 1-10 surat Al-Mukminun.
Rutinitas ritual perayaan maulid Nabi saw. hendaknya dijadikan momentum introspeksi dalam meneladani Rasulullah Muhammad saw. sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an ayat 1-10 surat Al-Mukminun.
Sehingga seremonial perayaan maulid Nabi saw. diharapkan: pertama, membentuk masyarakat egaliter, bermoral, khusyu’, tawadlu’ (low profile) dan tidak ada anarki. Bukankah salat yang dilakukan dengan khusu’ akan mencegah perbuatan keji dan mungkar? (Al-‘Ankabut, 29:45).
Kedua, tercipta lingkungan yang kondusif, damai, tentram, santun, dan tidak ada friksi. Peringatan Maulid Nabi harus dijauhkan dari caci-maki, provokasi, dan aktifitas lain yang tidak bermanfaat.
Ketiga, dapat membangkitkan gairah (spirit) umat Islam dalam berinfaq, sedekah, zakat, dan aktifitas lain yang bernuansa moral dan berimplikasi bagi kehidupan sosial. Bahkan sedapat mungkin, perayaan Maulid Nabi kali ini dijadikan solusi dari situasi krisis ekonomi yang sekarang melanda bangsa kita Indonesia.
Perlu ada kesadaran publik, ritus perayaan maulid Nabi saw. sebagai instrumen muhasabah, introspeksi, dan merenungkan nasib sesama yang diikuti dengan sumbangan nyata berupa materi lewat institusi sedekah, infaq, maupun zakat.
Perayaan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial formal, tetapi juga berdimensi moralitas yang diletakkan pada fungsi pencerahan kemanusiaan. Inilah realisasi konkret sikap seorang muslim dalam meneladani Rasulullah Muhammad saw. lewat perayaan maulid.
Contoh 2
Assalamualaikum Wr. Wb.
بِسْمِ اللهِ الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِ الله، لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِالله وَ بَعْدُ
Segala Puji bagi Allah, salawat dan salam-Nya semoga tetap tercurahkan keharibaan Nabi agung Muhammad saw. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. atas nikmat iman dan Islam. Atas karunia-Nya juga, kita bisa berkumpul di tempat ini.
Selawat serta salam kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dengan cahaya Islam.
Kelahiran Nabi Muhammad ke muka bumi ini adalah nikmat dan rahmat teragung yang Allah anugerahkan kepada kita. Perayaan maulid adalah bentuk syukur kita kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini.
Dengan sebab beliau, kita mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak dan wajib disembah. Tuhan Pencipta segala sesuatu. Tuhan yang tidak menyerupai segala sesuatu. Tuhan yang tidak membutuhkan kepada segala sesuatu. Dengan sebab beliau, kita mengenal Islam, satu-satunya agama yang benar. Satu-satunya agama yang diridlai Allah.
Agama yang dibawa dan diajarkan oleh seluruh nabi dan rasul. Perayaan maulid adalah bentuk kecintaan kita kepada insan yang paling mulia dan makhluk yang paling utama, Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Melalui perayaan maulid kita diingatkan untuk terus mencintai Baginda Nabi. Melalui perayaan maulid, kita tanamkan pada diri umat Islam kecintaan kepada Nabi mereka, Nabi agung Muhammad saw.
Nabi yang cintanya kepada umat melebihi cinta mereka kepadanya. Salah satu bukti cinta baginda kepada umatnya adalah sabda beliau:
لِكُلّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِيْ شَفَاعَةً لِأُمَّتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Maknanya: “Setiap nabi memiliki kesempatan berdoa yang dikabulkan, maka semua nabi meminta segera dengan doanya, dan aku simpan doaku sebagai syafa’at untuk ummatku di hari kiamat” (H.R. Muslim)
Peringatan maulid adalah salah satu sarana untuk menanamkan dan menebarkan cinta terhadap Rasulullah saw. kepada lintas generasi, agar mereka terpaut hati dengannya.
Bahkan peringatan maulid termasuk salah satu amal yang paling utama karena menuntun kita menuju cinta yang mulia ini. Yaitu cinta kepada insan pilihan yang telah datang menyelamatkan ummat manusia dari kesesatan, kezaliman, kejahiliahan, kemusyrikan dan kekufuran.
Melalui peringatan maulid, kita belajar, mengajarkan dan saling mengingatkan bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling mulia. Beliau-lah yang mengajarkan dan mengingatkan kita akan kemuliaan dirinya dalam sabdanya:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَالْبَيْهَقِيُّ)
Maknanya: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia” (HR al-Bazzar dan al-Baihaqi).
Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada kesalahan. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Contoh 3
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang masih memberikan kita nikmat sehat dan kesempatan untuk berkumpul di hari yang penuh berkah ini, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Selawat serta salam, semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw., keluarga, sahabat, dan kita sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia,
Rasulullah saw. adalah teladan bagi kita semua, tidak hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam sifat-sifat terpuji yang beliau miliki. Salah satu sifat yang paling menonjol dari Rasulullah adalah kesabaran dan kelembutannya dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Sejarah mencatat betapa banyak cobaan yang dihadapi Rasulullah. Dari penghinaan, perlakuan kasar, hingga usaha pembunuhan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Namun, apa yang dilakukan oleh Nabi?
Beliau tidak pernah membalas dengan kekerasan atau kebencian, melainkan dengan kelembutan dan doa. Salah satu kisah yang bisa kita renungkan adalah ketika Rasulullah dilempari batu oleh penduduk Tha'if, tetapi beliau justru mendoakan agar mereka diberikan petunjuk oleh Allah.
Dari sini kita belajar, bahwa sebagai umat Islam, kita dituntut untuk memiliki kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kelembutan hati dalam berinteraksi dengan sesama.
Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lemah lembut, maka ia tidak memiliki kebaikan" (HR. Muslim). Betapa pentingnya menjaga hati dan sikap kita, terutama ketika kita berhadapan dengan situasi sulit.
Semoga peringatan Maulid Nabi ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berusaha meneladani kesabaran dan kelembutan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 4
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita banyak nikmat, termasuk kesempatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. pada hari ini. Selawat serta salam, semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan kita semua sebagai umatnya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Salah satu misi besar Nabi Muhammad saw. ketika diutus ke dunia adalah membangun persaudaraan di antara umat manusia. Nabi menyatukan umat dari berbagai suku, bangsa, dan latar belakang menjadi satu komunitas Islam yang kokoh.
Peristiwa Hijrah ke Madinah adalah contoh bagaimana Nabi Muhammad Saw. berhasil menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, yang sebelumnya tidak saling mengenal, menjadi saudara seiman yang saling menolong.
Rasulullah mengajarkan kita bahwa persatuan dan kebersamaan adalah kekuatan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya, menipunya, atau merendahkannya" (HR. Muslim).
Di zaman yang penuh dengan perpecahan dan fitnah seperti saat ini, penting bagi kita untuk menghidupkan kembali nilai-nilai persaudaraan yang diajarkan Rasulullah saw. Jangan biarkan perbedaan pendapat, suku, atau budaya memecah belah kita sebagai umat Islam.
Mari kita jaga persaudaraan ini, saling tolong-menolong, dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Dengan begitu, kita bisa memperkuat kedudukan umat Islam di dunia dan mendapatkan rahmat dari Allah Swt.
Semoga peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kita untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan rasa cinta kepada sesama muslim, seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca Juga: 15 Contoh Sholawat serta Salam untuk Pembuka Pidato dan Sambutan
Itulah contoh kultum peringatan Maulid Nabi yang bisa dijadikan sebagai referensi. Durasi kultum ini bisa disesuaikan dengan kondisi di lokasi. (Umi)
