Konten dari Pengguna

4 Contoh Puisi Kritik Sosial Pendek

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

  Contoh Puisi Kritik Sosial Pendek, Foto Unsplash/Anelale Nájera
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Puisi Kritik Sosial Pendek, Foto Unsplash/Anelale Nájera

Kritik adalah suatu komunikasi berupa pendapat untuk sesuatu hal, dalam sosial, politik, ataupun ekonomi. Kritik dapat disampaikan secara tidak langsung ataupun secara langsung. Untuk kritik tidak langsung dapat diungkapkan melalui puisi kritik sosial pendek.

Sebagian besar orang menggunakan puisi sebagai media untuk menyampaikan kritikan terhadap permasalahan sosial yang terjadi antara pemerintahan dengan masyarakat.

4 Contoh Puisi Kritik Sosial Pendek

Contoh Puisi Kritik Sosial Pendek, Foto Unsplash/Shubham Dhage

Mengutip dari buku yang berjudul Antologi Puisi Kutitip Rindu Lewat Angin yang ditulis oleh Muklis Puna (2016), berikut adalah beberapa contoh puisi kritik sosial pendek.

Anak Muda dan Pesta Kemerdekaan

Nyala matanya menatap gedung penuh warna lampu

Iklan menyala dan kekaburan cerita dalam buku-buku

Dihapus dari kejujuran kata

Sejarah sebuah bangsa yang dibikin amnesia

Ah, apa yang harus aku katakan tentang kemerdekaan ?

Mengingat Proklamasi Soekarno-Hatta

Atau ledakan meriam 10 November 1945

Atau menghitung gedung-gedung mewah

Yang menggusur perkampungan kumuh!

Sementara televisi menawarkan bahasa baru

Menawarkan mimpi-mimpi baru

Dunia adalah perkampungan besar

Anak muda menatap hidup penuh kabut

Adakah arti kemerdekaan bagiku yang tak pernah merasa merdeka

Dari belitan sejarah. Dan cengkeraman kehidupan yang semakin sulit.

Palu Yang Kamu Ketuk

Palu yang kamu ketuk

Semua orang akan mengutuk

Atas perbuatan yang terkutuk

Membuat wajah tak ada bentuk

Kau membuat pikiran becampur aduk

Di saat diriku terpuruk

Kau malah tertawa

Menikam jiwa manusia hina

Jeritan sakit tak kamu dengarkan

Dan tak kan pernah kau bertanya

Apakah kita manusia hina bisa bahagia

Di Bawah Langit Yang Sama

Manusia macam dua yang diperah

Dan setiap saat mesti rela mengorbankan nyawa, bagai kerbau

Yang sudah tidak bisa dipekerjakan, dihalau ke pembantaian

Tak boleh kendati menguak, atau cemeti kan mendera

Dibedakan daripada dewa

Malaikat pencabut nyawa, yang bertuhan

Pada kemewahan dan nafsu

Yang bagai lautan

Tak tentu dalam luasnya menderu dan gelombang

Sepanjang masa.

Traffig Light Yang Menyala di Kotamu

Udara panas sesakkan dada, pun petikan gitar para pengamen

Yang turun naik bis kota, membikin puisi wajah kota ini, juga wajah

Pada potret keluarga yang pecah berhamburan.

Kota ini saudara, rindu akan gurat hati nurani dan kejujuran kata-kata

Nyanyi keindahan cinta, sambil mengunyah kacang goreng, dada,

dan paha fried chicken dan seteguk soft drink

Sambil terus tertawakan sebuah kesetiaan

Juga pada matahari yang tak peduli pada siapa saja yang berjalan di bawah selangkangannya

Itulah beberapa contoh puisi kritik sosial pendek. Semoga dapat digunakan untuk hal positif ya. (eln)