4 Contoh Puisi tentang Luka Lama yang Mengoyak Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
Konten dari Pengguna
31 Oktober 2022 15:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi contoh puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash
ADVERTISEMENT
Kejadian masa lalu yang menyakitkan tak jarang menjadi luka di hati hingga masa kini. Menuangkannya dalam bait puisi mungkin bisa mengurangi rasa sakit hatimu. Nah kali ini ada beberapa contoh puisi tentang luka lama yang mengoyak hati.
ADVERTISEMENT
Dengan membaca puisi kamu bisa belajar bagaimana menuangkan perasaan terdalam lewat untaian kata. Selain itu sering membaca puisi juga akan membuatmu terbiasa menulis kata-kata yang puitis.

4 Contoh Puisi tentang Luka Lama yang Mengoyak Hati

Ilustrasi puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash
Mengutip buku Senja di Purbalingga dan Taman-Taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:11-23), berikut contoh puisi tentang luka lama yang mengoyak hati dan perjuangan mengikhlaskan masa lalu.

1. Senja di Purbalingga

Kepada senja di langit purbalingga
Kubisikkan padamu kisah cinta yang mendua
Dihujani air mata dan taburan luka
Kepada senja di kaki langit purbalingga
Kubisikkan padamu kisah cinta tanpa kekasih
Merayakan syahdunya kemenangan rasa perih
Kepada senja di purbalingga
Kubisikkan padamu tentang kisah cinta
Kisah yang hanya sampai seusia senja
Cepat ada cepat pula tiada
ADVERTISEMENT

2. Apa Kabar Hati

Apa kabar duhai sang hati
Masihkah kau seperti dahulu
Belajar tentang memiliki lalu kehilangan
Belajar kehilangan lalu mengikhlaskan
Masihkah engkau belajar tentang memberi
Yang tak pernah mengharap kembali
Masihkah engkau belajar tentang merelakan
Merelakan beribu mimpi yang jatuh berguguran
Mimpi yang engkau rangkai dengan indah dan susah payah
Lalu dengan mudah patah, terbang tanpa arah
Meninggalkanmu sendiri dalam ruang kegagalan
Apa kabar wahai sang hati
Masihkah engkau belajar tentang melupakan
Melupakan beribu luka yang telah mereka goreskan
Belajar tentang memaafkan
Memaafkan segala hal yang tak termaafkan
Hati diciptakan memang untuk dilukai
Lalu memaafkan mereka yang melukai
Hati diciptakan memang untuk kehilangan
Lalu menemukan pengganti
Hati memang diciptakan untuk gagal meraih mimpi
ADVERTISEMENT
Lalu menciptakan mimpi baru lagi
Yang tak akan pernah bosan menjadi penyemangat
Ketika waktu terasa mencekat kehidupan yang berat

2. Sajak untuk Pria

Pria datang atas nama luka
Lalu pergi menyisakan luka
Menyisakan bait yang sakit
Memberikan perih yang terus memerih
Pria datang mencuri cinta
Lalu membumbungkannya setinggi awan
Pada akhirnya menjatuhkannya serendah tanah
Dan menggoreskan pilu di mataku
Pria datang mencuri hati
Diam-diam mencurinya lagi
Memberi harapan seindah pelangi
Namun akhirnya kelam tak bermentari
Pria pergi atas nama luka
Lalu kubingkainya dalam bait puisi
Menjadikannya hanya sebuah kenangan lama
Yang tak kan pernah ku tangisi lagi

4. Teruntuk Masa yang Lalu

Dahulu aku memiliki rasa
Merah kuning jingga
Indahnya mengalahkan warna pelangi
Cantiknya mengalahkan bunga lili
Kini aku tak memilikinya lagi
ADVERTISEMENT
Entah kapan rasa itu pergi
Aku tak tahu apa itu cinta
Namun yang ku tahu air mataku mengalir
Saat ia duduk di pelaminan dengan selainku
Mereka bilang itu cinta pertama
Namun yang ku tahu dia bukanlah yang dipilihkan Tuhan untukku
Waktu tak ‘kan pernah kembali ke belakang
Meski kau tak ingin berjalan ke depan
Waktu akan terus berjalan ke depan
Meski kau hanya ingin diam
Dahulu aku mempunyai rasa
Merah kuning dan jingga
Kini aku lupa bagaimana merasakannya
Karena aku tak ingin merasakannya
Teruntuk masa yang lalu ...
Selamat tinggal, aku akan melepasmu
Tak lagi di memori ataupun di hati
Masa yang lalu biarlah berlalu
Tak ‘kan pernah mempengaruhi bahagia kini
ADVERTISEMENT
Masa yang lalu, aku telah mengikhlaskanmu
Maka biarkanlah aku hidup dengan hidupku
Hidup dengan sewajarnya sesuai irama takdir
Hingga luka dan sakit hati tak lagi terasa getir
Maka masa yang lalu ...
Biarlah menjadi masa yang lalu
Tak ‘kan pernah menjadi masa kini ataupun nanti
Bagaimana contoh puisi tentang luka lama di atas bagus bukan? Kamu juga bisa mencoba membuat puisi. Siapa tahu setelah menuliskan duka masa lalu, kamu tak akan terbebani lagi dengan masa lalu dan bisa melangkah menuju masa depan.(novi)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020