Konten dari Pengguna

4 Contoh Puisi tentang Luka Lama yang Mengoyak Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash

Kejadian masa lalu yang menyakitkan tak jarang menjadi luka di hati hingga masa kini. Menuangkannya dalam bait puisi mungkin bisa mengurangi rasa sakit hatimu. Nah kali ini ada beberapa contoh puisi tentang luka lama yang mengoyak hati.

Dengan membaca puisi kamu bisa belajar bagaimana menuangkan perasaan terdalam lewat untaian kata. Selain itu sering membaca puisi juga akan membuatmu terbiasa menulis kata-kata yang puitis.

4 Contoh Puisi tentang Luka Lama yang Mengoyak Hati

Ilustrasi puisi tentang luka lama, foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash

Mengutip buku Senja di Purbalingga dan Taman-Taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:11-23), berikut contoh puisi tentang luka lama yang mengoyak hati dan perjuangan mengikhlaskan masa lalu.

1. Senja di Purbalingga

Kepada senja di langit purbalingga

Kubisikkan padamu kisah cinta yang mendua

Dihujani air mata dan taburan luka

Kepada senja di kaki langit purbalingga

Kubisikkan padamu kisah cinta tanpa kekasih

Merayakan syahdunya kemenangan rasa perih

Kepada senja di purbalingga

Kubisikkan padamu tentang kisah cinta

Kisah yang hanya sampai seusia senja

Cepat ada cepat pula tiada

2. Apa Kabar Hati

Apa kabar duhai sang hati

Masihkah kau seperti dahulu

Belajar tentang memiliki lalu kehilangan

Belajar kehilangan lalu mengikhlaskan

Masihkah engkau belajar tentang memberi

Yang tak pernah mengharap kembali

Masihkah engkau belajar tentang merelakan

Merelakan beribu mimpi yang jatuh berguguran

Mimpi yang engkau rangkai dengan indah dan susah payah

Lalu dengan mudah patah, terbang tanpa arah

Meninggalkanmu sendiri dalam ruang kegagalan

Apa kabar wahai sang hati

Masihkah engkau belajar tentang melupakan

Melupakan beribu luka yang telah mereka goreskan

Belajar tentang memaafkan

Memaafkan segala hal yang tak termaafkan

Hati diciptakan memang untuk dilukai

Lalu memaafkan mereka yang melukai

Hati diciptakan memang untuk kehilangan

Lalu menemukan pengganti

Hati memang diciptakan untuk gagal meraih mimpi

Lalu menciptakan mimpi baru lagi

Yang tak akan pernah bosan menjadi penyemangat

Ketika waktu terasa mencekat kehidupan yang berat

2. Sajak untuk Pria

Pria datang atas nama luka

Lalu pergi menyisakan luka

Menyisakan bait yang sakit

Memberikan perih yang terus memerih

Pria datang mencuri cinta

Lalu membumbungkannya setinggi awan

Pada akhirnya menjatuhkannya serendah tanah

Dan menggoreskan pilu di mataku

Pria datang mencuri hati

Diam-diam mencurinya lagi

Memberi harapan seindah pelangi

Namun akhirnya kelam tak bermentari

Pria pergi atas nama luka

Lalu kubingkainya dalam bait puisi

Menjadikannya hanya sebuah kenangan lama

Yang tak kan pernah ku tangisi lagi

4. Teruntuk Masa yang Lalu

Dahulu aku memiliki rasa

Merah kuning jingga

Indahnya mengalahkan warna pelangi

Cantiknya mengalahkan bunga lili

Kini aku tak memilikinya lagi

Entah kapan rasa itu pergi

Aku tak tahu apa itu cinta

Namun yang ku tahu air mataku mengalir

Saat ia duduk di pelaminan dengan selainku

Mereka bilang itu cinta pertama

Namun yang ku tahu dia bukanlah yang dipilihkan Tuhan untukku

Waktu tak ‘kan pernah kembali ke belakang

Meski kau tak ingin berjalan ke depan

Waktu akan terus berjalan ke depan

Meski kau hanya ingin diam

Dahulu aku mempunyai rasa

Merah kuning dan jingga

Kini aku lupa bagaimana merasakannya

Karena aku tak ingin merasakannya

Teruntuk masa yang lalu ...

Selamat tinggal, aku akan melepasmu

Tak lagi di memori ataupun di hati

Masa yang lalu biarlah berlalu

Tak ‘kan pernah mempengaruhi bahagia kini

Masa yang lalu, aku telah mengikhlaskanmu

Maka biarkanlah aku hidup dengan hidupku

Hidup dengan sewajarnya sesuai irama takdir

Hingga luka dan sakit hati tak lagi terasa getir

Maka masa yang lalu ...

Biarlah menjadi masa yang lalu

Tak ‘kan pernah menjadi masa kini ataupun nanti

Bagaimana contoh puisi tentang luka lama di atas bagus bukan? Kamu juga bisa mencoba membuat puisi. Siapa tahu setelah menuliskan duka masa lalu, kamu tak akan terbebani lagi dengan masa lalu dan bisa melangkah menuju masa depan.(novi)