4 Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail yang Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu salah satu penggemar puisi-puisi Bapak Taufiq Ismail? Jika iya jangan lewatkan pembahasan menarik seputar kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang syarat akan makna mendalam.
Selain itu puisi-puisi karya Taufiq Ismail di bawah ini juga bisa kamu jadikan referensi dalam belajar menulis karya sastra berupa puisi ataupun kata bijak. Selamat membaca !
Baca juga: 4 Contoh Puisi Karya Taufik Ismail yang Terbaik Sepanjang Masa
4 Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail yang Penuh Makna
Nah, berikut ini adalah 4 kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang menyentuh hati dan juga penuh makna.
1. Anakku Bertanya Tentang Rasul
Anakku bertanya padaku
Mengapa Rasul itu mulia?
Rasul mulia, hai anakku
Karena dia sederhana
Mengapa Rasul utusan Tuhan?
Karena dia tak pernah gentar
Berkata benar, hai anakku
Dialah kejujuran
Tutur kata amat lemah lembutnya
Hidupnya yang penuh cinta
Dia sering lapar dan berpakaian tua
Dialah cahaya kita
(Dikutip dari buku Kajian MaknaPuisi Keagamaan (Metode Hermeneutika), Eneng Sri Supriatin, M.Pd. (2020:128)
2. Salemba
Almamater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak perlahan
Menuju pemakaman
Siang ini
Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani.
3. Nasihat-nasihat Kecil Orangtua Pada Anaknya Berangkat Dewasa
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Illahi
(Dikutip dari buku Pendidikan Islam Memajukan Umat dan Memperkuat Kesadaran Bela Negara, Kencana Penerbit, (2016: 37-38)
4. 12 Mei, 1988
Mengenang Elang Mulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana dan Hafidbin Royan
Empat syuhada berangkat pada suatu malam, gerimis air mata tertahan di hari keesokan, telinga kami Iekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan,
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru
Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahuMestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu,
Tapi malaikat telah mencatat, indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,
Merah putih yang setengah tiang ini, merunduk di bawah garang matahari, tak mampu mengabarkan diri karena angin lama bersembunyi
Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama, dan kalian pahlawan bersih dari dendam, karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.
(Dikutip dari Kitab Kritik Sastra, Maman S. Mahayana, (2015:6)
Dari kumpulan puisi karya Taufik Ismail di atas tadi, mana nih yang paling mengena di hatimu? Yuk, semangat berkarya!
