Konten dari Pengguna

4 Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail yang Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan puisi karya Taufik Ismail, foto: ThoughtCatalog / Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan puisi karya Taufik Ismail, foto: ThoughtCatalog / Pixabay

Kamu salah satu penggemar puisi-puisi Bapak Taufiq Ismail? Jika iya jangan lewatkan pembahasan menarik seputar kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang syarat akan makna mendalam.

Selain itu puisi-puisi karya Taufiq Ismail di bawah ini juga bisa kamu jadikan referensi dalam belajar menulis karya sastra berupa puisi ataupun kata bijak. Selamat membaca !

Baca juga: 4 Contoh Puisi Karya Taufik Ismail yang Terbaik Sepanjang Masa

4 Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail yang Penuh Makna

Ilustrasi kumpulan puisi karya Taufik Ismail, Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Nah, berikut ini adalah 4 kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang menyentuh hati dan juga penuh makna.

1. Anakku Bertanya Tentang Rasul

Anakku bertanya padaku

Mengapa Rasul itu mulia?

Rasul mulia, hai anakku

Karena dia sederhana

Mengapa Rasul utusan Tuhan?

Karena dia tak pernah gentar

Berkata benar, hai anakku

Dialah kejujuran

Tutur kata amat lemah lembutnya

Hidupnya yang penuh cinta

Dia sering lapar dan berpakaian tua

Dialah cahaya kita

(Dikutip dari buku Kajian MaknaPuisi Keagamaan (Metode Hermeneutika), Eneng Sri Supriatin, M.Pd. (2020:128)

2. Salemba

Almamater, janganlah bersedih

Bila arakan ini bergerak perlahan

Menuju pemakaman

Siang ini

Anakmu yang berani

Telah tersungkur ke bumi

Ketika melawan tirani.

3. Nasihat-nasihat Kecil Orangtua Pada Anaknya Berangkat Dewasa

Jika adalah yang harus kaulakukan

Ialah menyampaikan kebenaran

Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan

Ialah yang bernama keyakinan

Jika adalah yang harus kau tumbangkan

Ialah segala pohon-pohon kezaliman

Jika adalah orang yang harus kauagungkan

Ialah hanya Rasul Tuhan

Jika adalah kesempatan memilih mati

Ialah syahid di jalan Illahi

(Dikutip dari buku Pendidikan Islam Memajukan Umat dan Memperkuat Kesadaran Bela Negara, Kencana Penerbit, (2016: 37-38)

4. 12 Mei, 1988

Mengenang Elang Mulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana dan Hafidbin Royan

Empat syuhada berangkat pada suatu malam, gerimis air mata tertahan di hari keesokan, telinga kami Iekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan,

Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru

Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahuMestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu,

Tapi malaikat telah mencatat, indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,

Merah putih yang setengah tiang ini, merunduk di bawah garang matahari, tak mampu mengabarkan diri karena angin lama bersembunyi

Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama, dan kalian pahlawan bersih dari dendam, karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.

(Dikutip dari Kitab Kritik Sastra, Maman S. Mahayana, (2015:6)

Dari kumpulan puisi karya Taufik Ismail di atas tadi, mana nih yang paling mengena di hatimu? Yuk, semangat berkarya!