4 Pantun Bahasa Banjar dengan Berbagai Topik yang Menarik

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca pantun bahasa Banjar bisa menjadi salah satu cara untuk mempelajari bahasa daerah. Dengan membaca pantun, belajar bahasa daerah bisa jadi lebih mudah dan menyenangkan.
Bahasa Banjar sendiri merupakan bahasa yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebagaimana dikutip dari situs resmi petabahasa.kemdikbud.go.id. Bahasa ini memiliki beberapa dialek, tergantung asal daerahnya.
Mempelajari bahasa Banjar bisa dilakukan untuk menambah wawasan akan bahasa daerah. Agar lebih mudah dalam mempelajarinya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan membaca pantun yang berbahasa Banjar.
Pantun Bahasa Banjar Berbagai Topik dan Artinya
Ada beberapa pantun yang bisa digunakan untuk belajar. Inilah deretan pantun bahasa Banjar yang berisi berbagai topik beserta artinya yang menarik untuk dipelajari, bersumber dari Majalah Sastra Indonesia: Surah #05, Tim Redaksi Majalah Surah, Djokolelono, (2014:20) dan Kumpulan Pantun untuk SD - SMP, Inur Hidayati, (2008:3).
Banyu pasang himung hati
Takutan batajun hibak tunggul
Utuh anang mangipas sati
Gasan aluh langkar nang basanggul
Artinya:
Air pasang hati senang
Takut melompat (ke air) banyak tiang
Utuh anang (sebutan anak laki-laki banjar) mengipas sate
Untuk gadis cantik yang pake sanggul
Di muhara lawang ada watun
Wadah bakisahan malalantur
Padahal hati handak ja lagi bapantun
Tapi mata kada kawa dibawa ba'atur
Artinya:
Di muka pintu ada kayu melintang
Tempat bercerita ngalor ngidul
Padahal hati masih ingin berpantun
Tapi mata tidak bisa diajak kompromi
Kunang kunang girap-girapan
Hinggap di daun, daun keladi
Handak bawarangan harap harapan
Handak baipar kada manjadi
Artinya:
Kunang kunang kerlap-kerlip
Hinggap di daun-daun keladi
Ingin besanan sangat berharap
Ingin menjadi ipar tidak jadi
Cuk cuk bimbi,
Bimbiku dalam sarunai.
Tacucuk takulibi,
Muhanya kaya panai.
Artinya:
Tusuk tusuk lengan,
Lengan dalam sarunai.
Tertusuk jadi merengut,
Mukanya seperti panai.
Baca juga: 8 Pantun Bahasa Sunda dengan Artinya untuk Perkaya Literasi
Itulah empat pantun bahasa Banjar beserta dengan artinya yang bisa dipelajari untuk lebih memahami bahasa daerah tersebut. Melalui pantun, mempelajari bahasa daerah akan jadi lebih menyenangkan. (PRI)
