Konten dari Pengguna

4 Puisi AADC untuk Kamu yang Ingin Nostalgia dengan Cinta dan Rangga

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi AADC. Ilustrasi : pixabay/cromaconceptovisual
zoom-in-whitePerbesar
Puisi AADC. Ilustrasi : pixabay/cromaconceptovisual

Generasi milenial mana yang tidak tahu film AADC? Film Ada Apa Dengan Cinta? yang rilis tahun 2002, dengan bintang utama Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga). Film romantis yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza ini sukses meraih sekaligus 3 penghargaan Piala Citra 2004. Ditambah dengan puisi AADC dari Rangga untuk Cinta yang mampu menambahkan suasana romantis dan sukses membuat semua penonton baper.

20 tahun berlalu sejak film AADC ditayangkan di bioskop seantero Indonesia, adakah yang ingin bernostalgia dengan Cinta dan Rangga? Berikut 4 Puisi AADC untuk Kamu yang Ingin Nostalgia dengan Cinta dan Rangga.

Puisi AADC untuk yang Ingin Nostalgia dengan Cinta dan Rangga

Photo by El Salanzo on Unsplash

Puisi AADC

Tentang Seseorang

Karya : Rako Prijanto

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku…

Kulari ke pantai kemudian teriakku

Sepi… sepi dan sendiri aku benci

Ingin bingar aku mau di pasar

Bosan aku dengan penat

Enyah saja engkau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

Ada Apa Dengan Cinta?

Karya : Rako Prijanto

Perempuan datang atas nama cinta

Bunda pergi karna cinta

Digenangi air racun jingga adalah wajahmu

Seperti bulan lelap tidur di hatimu

yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya

Meninggalkan hati untuk dicaci

Lalu sekali ini aku melihat karya surga

dari mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta

Tapi aku pasti akan kembali

dalam satu purnama

Untuk mempertanyakan kembali cintanya.

Bukan untuknya, bukan untuk siapa

tapi untukku

Karena aku ingin kamu, itu saja.

Nostalgia dengan Cinta dan Rangga

Tidak hanya sukses di film pertama, film AADC 2 yang rilis 14 tahun kemudian yang juga berhasil meraih hingga 5 penghargaan piala citra. Tentu saja karena dibumbui dengan puisi AADC yang tak kalah romantis.

Tidak Ada New York Hari Ini

Karya : M. Aan Mansyur

Tidak ada New York hari ini

Tidak ada New York kemarin

Aku sendiri dan tidak berada di sini

semua orang adalah orang lain

Bahasa ibu adalah kamar tidurku

Kupeluk tubuh sendiri

Dan cinta, kau tak ingin aku

Mematikan mata lampu

Jendela terbuka

Dan masa lampau memasukiku sebagai angin

Meriang, meriang, aku meriang

Kau yang panas di kening, kau yang dingin dikenang

Batas

Karya : M. Aan Mansyur

Semua perihal diciptakan sebagai batas

Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain

Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin

Besok batas hari ini dan lusa

Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota

Bilik penjara, dan kantor walikota,

Juga rumahku, dan seluruh tempat dimana pernah ada kita

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta

Resah di dadaku dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata

Begitu pula rindu

Antar pulau dan seorang petualang yang gila

Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang

Seorang ayah membelah anak dan ibunya dan sebaliknya

Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur

Apa kabar hari ini?

Lihat tanda tanya itu

Jurang antara kebodohan dan keinginanku

Memilikimu sekali lagi

Dilansir dari buku Ensiklopedia Sastrawan Indonesia yang disusun oleh Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia (2020:75), sebelumnya Aan Mansyur bercita-cita menjadi pelukis. Kemudian ia menjelma menjadi seorang penyair setelah terbuai oleh kumpulan sajak Subagio Sastrowardoyo berjudul Simfoni Dua.

Nah, itulah 4 Puisi AADC untuk Kamu yang Ingin Nostalgia dengan Cinta dan Rangga. Kata romantisnya tetap terngiang hingga saat ini, kan? (Bhilda/IJ)