4 Puisi Bahasa Indonesia yang Terkenal dan Mengena di Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ingin tahu contoh puisi bahasa Indonesia yang terkenal dan mengena di hati. Pada artikel kali ini kami berikan beberapa contohnya untuk daftar referensimu.
Keempat penyair yang akan kami bahas ini memang sudah sangat melegenda dan populer. Banyak karya mereka yang sudah masuk ke dunia perfilman, bahkan ada yang dijadikan materi dalam buku pembelajaran sekolah.
Jadi tak ada salahnya jika kamu juga bisa menelaah karya-karya mereka. Yuk simak isi puisinya di bawah ini!
Baca juga: 5 Puisi tentang Cinta yang Tak Bisa Memiliki
4 Puisi Bahasa Indonesia yang Terkenal dan Mengena di Hati
1. Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono
Mengutip buku Pengkajian Puisi, Fheti Wulandari Lubis, Sri Kurnia Hastuti Sebayang, Netti Marini, Lili Tansliova, Berlian Romanus Turnip, (2022:43), berikut puisi bahasa Indonesia yang terkenal dan mengena di hati berjudul Hujan Bulan Juni.
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar polon bunga itu
2. Aku Karya Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
3. Karangan Bunga Karya Taufiq Ismail
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
4. Temperamen Karya W.S Rendra
Batu kali
ditimpa terik matahari.
betapa panasnya!
Ketika malam kembali membenam
kali pun tenteram.
Bulannya sejuk
dan udara bernyanyi
tiada henti.
Jika kita marah
pada kekasih
selamanya tak bisa lama.
Demikian pembahasan mengenai 4 puisi bahasa Indonesia yang terkenal dan mengena di hati karya Sapardi Djoko Damono hingga WS Rendra. Semoga menambah literasi mu akan puisi populer di negeri kita ya!(novi)
