Konten dari Pengguna

4 Puisi Bulan Agustus yang Membakar Semangat Nasionalisme

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Bulan Agustus, sumber: unsplash/MufidMajnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Bulan Agustus, sumber: unsplash/MufidMajnun

Puisi bulan Agustus adalah karya sastra yang bisa digunakan untuk membakar semangat nasionalisme. Bulan Agustus identik dengan perayaan kemerdekaan Negara Indonesia. Pada bulan ini, masyarakat menjalankan berbagai kegiatan yang menghibur dan menginspirasi.

Adapun puisi bertema bulan Agustus bisa digunakan untuk menyambut momen yang istimewa tersebut puisi ini bisa diunggah di media sosial atau dipajang di mading sekolah sebagai bentuk sukacita dalam merayakan datangnya bulan kemerdekaan.

Puisi Bulan Agustus yang Membakar Semangat

Ilustrasi Puisi Bulan Agustus, sumber: unsplash/MufidMajnun

Mengutip buku Antologi Kumpulan Cerpen dan Puisi Cerita Inspirasi oleh Ujung Destinasi (2021: 66), ada banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Adapun puisi bulan Agustus untuk mengenang jasa para pahlawan yakni sebagai berikut:

1. Bela Negara

Karya: Dilla Hardina Agustiani

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawapun rela

Demi melihat generasinya hidup damai sentosa

2. Saya Indonesia, Saya Pancasila

Karya: Asty Kusumadewi

Merdeka harga mati!

Merdeka harga mati!

Merdeka harga mati!

Seruan panglima kepada anggotanya

Masih ingat bung Tomo dengan semangatnya

I Gusti Ngurah Rai dengan Puputan Margarana

Palagan Ambarawa dengan tumpah darahnya

Bekerjasama untuk tanah air kita Merdeka dari para penjajah durjana

17 Agustus 1945

Proklamasi dibacakan

Riuh tangis haru dikumandangkan

Jatuhnya Jepang dan merdekanya Negara Indonesia

Rumusan Pancasila tersusun secara nyata

Bukti jadi dasar Negara Indonesia

Lambang negara Bhineka Tunggal Ika

Saya Indonesia, Saya Pancasila

3. Hari Itu, Bangsaku Bahagia

Karya: Asty Kusumadewi

Indonesia adalah negara kaya

Negara penuh budaya

Negara yang selalu jaya

Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata dibalik itu semua

Penjajahan dimana-mana

Perjuangan melawan penjajah durjana

Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air

Saksi bisu perjuangan bangsa

Dengan satu keinginannya

Tekad kuat untuk Merdeka!

Merdeka, Merdeka, Merdeka!

Hari Itu Bangsaku Bahagia

17 Agustus 1945

Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

4. Terima Kasih Pahlawan

Karya: Rayhandi

Karena jasamu kita merdeka

Hidup di ujung barat hingga timur

Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela mati demi kami

Kau rela miskin demi kami

Kau rela menderita demi kami

Untuk kami kau rela hancur

Berkatmu indonesia bisa merdeka

Mengepak sayap melesat langit

Berkatmu indonesia bisa jaya

Menembus zaman hingga canggih

Tak terbayang jika keberanian itu tak tumbuh di hati kalian

Tak terbayang jika kesabaran itu tak menyertai derita kalian

Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara kalian.

Kami anak muda kami bangsa Indonesia

Berterima kasih untuk jasa jasamu para pahlawan

Karena perjuangan yang luar biasa kalian

Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan.

Baca juga: 9 Contoh Pantun Kemerdekaan untuk Caption Media Sosial

Puisi bulan Agustus yang disebutkan di atas mengandung makna yang mendalam tentang perjuangan para pahlawan. Berkat pengorbanan mereka, Indonesia bisa meraih kemerdekaan dan kebebasan seperti sekarang. (DLA)