Konten dari Pengguna

4 Puisi Cinta Jarak Jauh yang Bikin Melow

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi cinta jarak jauh, foto oleh Andrew Neel di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi cinta jarak jauh, foto oleh Andrew Neel di Unsplash

Jika orang yang kamu sayangi sekarang ini jauh darimu, tak jarang muncul rasa rindu, sedih, ataupun, perasaan melow. Nah, mungkin menuangkannya lewat puisi cinta jarak jauh bisa sedikit mengurangi emosi negatifmu.

Jika kamu masih kekurangan bahan referensi, di bawah ini sudah kami kumpulkan empat puisi LDR yang mungkin cocok dengan suasana hatimu sekarang. Yuk, kita simak bersama isinya.

4 Puisi Cinta Jarak Jauh yang Bikin Melow

Ilustrasi puisi cinta jarak jauh, foto oleh Zeynep Emecikli di Unsplash

Mengutip buku kumpulan puisi Taman-Taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:10-50), berikut 4 puisi cinta jarak jauh atau LDR yang terasa pilu.

1. Kepada Sang Waktu

Menatapmu dalam ratap

Mengapa engkau berlalu cepat

Menatapmu dalam gelap

Mengapa engkau begitu singkat

Senin bertemu senin lagi

Januari bertemu januari

Ramadhan bertemu ramadhan lagi

Semua seolah cepat berlari

Kemarin sore aku menatap langit yang sama

Hari inipun masih sama

Sang waktu bisikan padaku

Kenapa engkau lebih cepat dari dahulu

Baru kemarin aku meninggalkan

Lalu aku ditinggalkan

Baru kemarin aku memulai

Lalu aku mengakhiri

2. Yang Hilang

Kemanakah perginya

Sebuah hati yang bertabur cita-cita

Di manakah berada kini

Sebuah hati yang kaya akan mimpi-mimpi

Mungkinkah di desa atau di kota

Mungkinkah dalam gelap atau cahaya

Mungkinkah tersenyum atau menangis

Mungkinkah masih merajut mimpi yang manis

Ataukah kalah oleh takdir yang tragis

Bak pohon yang kehilangan rantingnya

Ketika membisu membaca masa yang lalu

Bak ranting yang kehilangan daunnya

Ketika mengenang masa yang lugu

Bak daun yang diam-diam jatuh ke bumi

Lalu diam-diam terbawa angin

Hanya yang mencipta yang mampu menangkap suaranya

Suara hati yang rindu

Yang hanya bisa bersua dalam ruang doa

3. Sajak Cinta II

Kepada sang waktu

Perlahan engkau membawaku mendekati ia

Mencoba mengacuhkan gelap

Agar warna cinta tetap terlihat

Gelap, gelap ...

Namun aku tahu ia sedang menungguku

Dan aku tak ‘kan menyerah untuk kalah

Kepada sang malam

Lihat aku di sini

Sendiri menanti dirinya

Sinar matanya tak bisa ku lihat

Derai tawanya tak bisa ku rasa

Kami seperti siang dan malam yang tak pernah bersua

Lalu tiba-tiba takdir menyatukan kami

Dan akupun bergumam

Takdirku adalah denganmu

Karena takdirku adalah takdirmu

Kepada sang pelangi ...

Aku tak pernah cemburu kepadamu

Walaupun aku adalah mendung yang tak memiliki

keindahan

Karena jika aku awan mendung

Aku akan berdoa ia adalah kemarau

Kemarau yang selalu mengharapkanku

Karena ia tahu akan ada hujan yang indah

Setelah munculnya mendung kelabu

Kepada sang mentari ...

Aku tak pernah iri padamu

Walaupun aku tak bisa menghangatkan seluruh dunia

Namun aku selalu berharap bisa menghangatkan satu

hati milik ia yang ku kasihi

Kepada bunga-bunga yang mekar dengan indahnya

Ku goreskan syukur kepada penciptamu

Sungguh aku tak pernah iri padamu

Kau selalu dipandang indah oleh setiap mata

Namun aku hanya ingin sepasang mata miliknya

yang menangkap indah pesonaku

Ia yang akan pertama menyentuhku

Ia calon imamku

4. Balada Pria dan Wanita

Ketika seorang pria berkata

Tak akan kubiarkan engkau mencariku

Biarkan aku yang berlari menyongsongmu

Menyambut hadirmu

Karena engkau terlalu berharga untuk mencariku

Maka tunggulah aku

Aku pasti datang

Jika kau menunggu, aku akan mencarimu

Jika kau perlahan ke garis itu

Aku akan berlari menarikmu

Garis pertemuan antara kau dan aku

Namun ku tahu saat ini garis itu adalah samar

Samar-samar ku coba menemukanmu

Karena kau masih ragu takdirmu adalah aku

Tidak, ku tak ijinkan engkau mencariku

Karena engkau hanya pantas untuk dicari

Tak untuk mencari

Karena engkau bak mutiara yang tersimpan rapat

Maka ku mohon bersabarlah menungguku

Bersabarlah agar aku bisa menemukan jalanku menuju

dirimu

Lalu sang wanita berkata dalam hatinya

Lagi-lagi seorang wanita harus menunggu

Sungguh ingin ku bunuh setiap waktu yang menghampiriku

Agar aku tak merasakan sesak akan sebuah penantian

Demikianlah tadi daftar puisi cinta jarak jauh. Meski terhalang jarak dan waktu dengan yang terkasih, jangan lupa tetap semangat ya.(novi)