Konten dari Pengguna

4 Puisi Cinta Tanah Air yang Meningkatkan Semangat Nasionalisme

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Cinta Tanah Air, sumber foto (Rizki Rahmat Hidayat) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Cinta Tanah Air, sumber foto (Rizki Rahmat Hidayat) by unsplash.com

Membaca puisi cinta tanah air adalah salah satu cara untuk meningkatkan semangat nasionalisme dalam diri. Puisi bukan sekadar karya sastra yang berisi kata-kata indah yang mendayu-dayu.

Lebih dari itu, puisi juga mengandung makna yang mendalam tentang tema tertentu, salah satunya cinta tanah air. Membaca puisi dengan penuh penghayatan bahkan juga dapat memengaruhi perasaan pembacanya, baik itu sedih, bahagia, terharu, dan emosi lainnya.

Puisi Cinta Tanah Air

Mengutip buku Kesederhanaan dalam Berpuisi: Bimbingan Praktis Menulis Puisi oleh Diro Soeyatno (2019), puisi merupakan karangan yang ditulis berbait-bait dan berirama dengan aturan-aturan tertentu. Adapun inspirasi puisi cinta tanah air yakni sebagai berikut:

1. Di bawah Kibaran Merah Putih Aku Terhuyung

Oleh M. Taufiq

Di bawah kibaran merah putih

bayangnya berdansa dengan pasir yang kupijak

menekuk, meliuk, menggelora

Aku tersimpuh

di bawah naungan merah putih

yang enggan turun, enggan layu

setelah lama badai menghujamnya

Mencari pijakan, aku harus bangkit

menepis debu yang menggelayutiku

menebalkan lagi tapak kakiku

ini waktuku berdiri!

Tak lagi aku lengah, takkan

ini tanah bukan tanah tanpa darah

ia terhampar bukan tanpa tangis

terserak cecer tiap partikel mesiu di sana

Jika pada patahan waktu yang lalu

aku bersembunyi, berkarung

pada lipatan detik ini, aku bukanlah kemarin

aku adalah detik ini, aku akan menjadi esok

Aku terhuyung

memegang erat tiang merah putih

aku memanjat asa, memupuk tekad

Indonesia, pegang genggam beraniku!

2. Bela Negara

Oleh Dilla Hardina

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela

Demi melihat generasinya hidup damai sentosa

3. Pemuda Pahlawan

Oleh Riky Fernandes

Gelagat keharuan tercium bagai bangkai kecoa yang mulai hancur.

Waktumu tidak banyak di atas fana.

Rapatkan jari-jemarimu agar sampai menuju menara

Bulatkan tekadmu untuk melawan arus kebencian setiap manusia-manusia itu.

Kukuhkan dua kakimu sampai ke kepala.

Tarik tali pelontar kain merah putihmu.

Usah kau sujud di atas tanah itu.

Tancapkan saja tiang semangatmu setinggi mungkin.

Senyummu kian memanis dengan topi jerami berwarna gelap.

Dan saat itulah kau akan tahu betapa sulitnya hidup.

Dengan hias keringat tanpa peduli hari telah mencapai senja.

4. Prajurit Jaga Malam

Oleh Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu…

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!

Baca juga: (5 Contoh Puisi Kemerdekaan Singkat untuk Bangkitkan Rasa Nasionalisme)

Contoh puisi cinta tanah air yang disebutkan di atas tentunya dapat menggambarkan perasaan berani dalam membela Negara sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme bagi generasi penerus bangsa. (DLA)