4 Puisi Galau Lucu yang Mengena di Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu ingin membuat puisi yang unik dan menarik? Jika iya, 4 contoh puisi galau lucu yang mengena di hati pada artikel kali ini bisa kamu jadikan bahan referensi.
Jika biasanya puisi ditulis dengan kata-kata indah yang akan membuat kita termenung atau terbawa dalam suasana sedih, kali ini puisi ditulis dengan lucu meskipun menyiratkan kesedihan atau makna yang mendalam.
Puisi khas seperti ini sering ditulis oleh penyair kenamaan yang nyentrik dan unik, Joko Pinurbo. Seperti apa puisi galau lucu miliknya yang bisa kamu jadikan referensi dalam berkarya? Yuk, kita simak bersama pada tulisan di bawah ini!
4 Puisi Galau Lucu yang Mengena di Hati
Mengutip buku Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung, Joko Pinurbo, (2007:169-199), berikut contoh puisi galau lucu tapi mengena di hati.
1. Dangdut
(1)
Sesungguhnya kita ini penggemar dangdut.
Kita suka menggoyang-goyang memabuk-mabukkan kata
memburu dang dang dang
dan ah susah benar mencapai dut.
(2)
Para pejoget dangdut sudah tumbang
dan terkulai satu demi satu kemudian tertidur di baris-baris sajakmu.
Malam sudah lunglai, pagi sebentar lagi sampai,
tapi kau tahan menyanyi dan bergoyang terus di celah-celah sajakmu.
Kau tampak sempoyongan, tapi kau bilang "Aku tidak mabuk."
Mungkin aku harus lebih sabar menemanimu.
(2001)
2. Gadis Enam Puluh Tahun
Gadis enam puluh tahun berdiri di ambang jendela,
berbincang-bincang dengan senja.
Senja menggerayangi wajahnya,
dan ia merasa sorot senja sangat menyilaukan matanya.
Ngapain ngeliatin gue melulu? Ntar gue colong mata lu!
Senja meredup, kemudian angslup ke pelupuknya.
Demikianlah, setiap berangkat bermain layang-layang di kuburan,
aku melihat gadis buta itu sedang berdiri di ambang jendela,
berpacaran dengan senja.
dan sorot senja memancar dari kelopak matanya.
(2002)
3. Pesan Uang
Ketika aku akan merantau buat cari penghidupan
uang berpesan: "Hiduplah hemat, jangan royal, supaya kamu cepat kaya.
Kalau kaya, kamu bisa balas dendam terhadap kemiskinan."
Sekian tahun kemudian aku pulang sebagai orang kaya.
Aku bangun daerah baru di atas perkampungan lama.
Hore, aku telah mengalahkan kemiskinan.
Aku tak butuh lagi masa depan.
Kemudian aku jatuh miskin.
Hartaku amblas, harga diriku kandas.
Kekayaanku tinggal hutang-hutangku.
Ketika aku akan merantau lagi buat cari kekayaan,
uang berpesan: "Hiduplah hemat,
jangan kau habis-habiskan kemiskinan.
Kalau tak punya lagi kemiskinan,
bagaimana bisa mati dengan kaya?”
(2001)
4. Celana, 1
la ingin membeli celana baru Buat pergi ke pesta
Supaya tampak lebih tampan dan menarik
la telah mencoba seratusan model celana di berbagai toko busana
Namun tak menemukan satupun yang cocok untuknya.
Bahkan di depan pramuniaga yang merubung dan membujuk-bujuknya ia malah mencopot celananya sendiri dan mencampakkannya.
"Kalian tidak tahu ya aku sedang mencari celana
Yang paling pas dan pantas buat nampang di kuburan.
Lalu ia ngacir tanpa celana dan berkelana mencari kubur ibunya hanya untuk menanyakan: "Ibu, kau simpan di mana celana lucu yang kupakai waktu bayi dulu?"
(1996)
Bagaimana empat puisi galau lucu karya Joko Pinurbo di atas? Unik dan menarik bukan? Kamu juga bisa membuat puisi anti mainstream seperti puisi tersebut. Selamat berkarya!(novi)
