Konten dari Pengguna

4 Puisi Hari Kamis dengan Makna Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi hari kamis, foto oleh Elena Mozhvilo di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi hari kamis, foto oleh Elena Mozhvilo di Unsplash

Apa pun yang ada di sekitar kita bisa menjadi sumber inspirasi dalam membuat puisi. Begitu juga nama-nama hari yang dapat kita buat puisi, seperti hari Kamis dengan berbagai suasana, baik sedih ataupun bahagia.

Mengutip laman repository.ikippgribojonegoro.ac.id, menulis puisi bisa menjadi sarana penyaluran perasaan dan saran kreativitas seseorang.

Jadi jika kamu tidak bisa mengungkapkan emosimu dalam bahasa lisan ataupun tindakan, kamu bisa belajar menuangkannya lewat tulisan atau melalui rangkaian bait puisi.

4 Puisi Hari Kamis dengan Makna Mendalam

Ilustrasi senja puisi hari kamis, foto oleh Mark Harpur di Unsplash

Untuk menambah motivasi hari ini, berikut ini beberapa puisi hari Kamis dengan makna mendalam karya dari Novi Kurniasih.

1. Senja di Kamis Itu

Saat senja di Kamis itu

Kuikhlaskan kamu tinggal dalam masa laluku

Hanya akan tinggal di masa lalu

Tak akan lagi membayangi masa kiniku

Saat senja di Kamis itu

Kuterima kamu tak memilihku

Kuterima kamu bukan tercipta untukku

Kuterima kamu tak pernah menyimpanku

Dalam lubuk hatimu

Saat senja di Kamis itu

Kuakui kekalahanku

Kuakui kelemahanku dan tak kesempurnaanku

Kuakui tak keindahanku, kuakui ketidakmampuanku

Ku ikhlaskan kamu menghilang bersama waktu

Saat senja di Kamis itu

Kuucapkan selamat tinggal untukmu

Kuharap saat kita tak sengaja bertemu

Kau dan aku hanyalah tinggal masa lalu

2. Dear Hari Kamis

Dear hari Kamis,

Hari ini aku belajar menunggu lalu bersabar

Hari ini aku belajar

Memberi lalu tak mengharap kembali

Dear hari Kamis,

Hari ini aku belajar mengalah tapi bukan kalah

Hari ini aku belajar diam tapi bukan tak mampu

Hari ini aku belajar mengalahkan egoku

Dear hari Kamis,

Tak peduli rintangan apa yang menghadang

Aku berjanji untuk kuat

Aku berjanji akan berdamai dengan gejolak emosi

Mencoba selalu mencari kedamaian

Dan berhenti mencari keresahan dan kepedihan.

Dear hari kamis,

Semoga aku selalu menjadi aku

3. Kamis yang Manis

Masih kuingat di hari Kamis yang manis

Saat ku menawarkan secawan madu dengan sekuntum mawar merah ungu

Dirimu menatap syahdu dan penuh rindu

Ingin menggapai manisnya yang terasa mendahaga

Saat itu antara aku dan kamu tak bersekat

Hanya ada hasrat untuk melihat dan mendekat erat

Namun aku tahu kau teramat istimewa

Selalu menjunjung cinta di atas cinta

Yakni cinta pada Dia yang kuasa

Sekuat baja engkau menahan hasrat yang mengurat

Sekuat hati engkau ingin menjagai kesucian diriku dan dirimu

Kini aku tertawan malu

Bagai wanita penggoda di singgasana taqwamu

Namun aku juga kagum padamu

Karena engkaulah lelaki langka

Yang selalu menjaga kehormataan wanitamu

Karena engkaulah lelaki langka

Yang selalu menomor satukan cinta pada Tuhanmu

Masih kuingat di hari Kamis yang manis

Itulah kisah antara kau dan aku

4. Tangis di Hari Kamis

Dalam gerimis tangis di hari Kamis

Memegang luka batin yang teriris

Terasa nestapa merintih perih

Luka kenapa luka

Kenapa luka itu ada?

Mungkinkah ia ombak yang akan mengukuhkan karang

Ataukah ia yang akan memecah lautan

Luka kenapa luka

Mungkinkah ia angin yang akan mengoyakkan dedauan

Ataukah ia rembulan yang akan menyinari malam kelam

Luka kenapa luka

Mungkin luka ingin mengajariku

Bagaimana cara untuk bangkit

Bagaimana cara untuk tersenyum

Bagaimana cara untuk bersyukur apapun yang terjadi

Dalam gerimis tangis di hari Kamis

Kulihat jauh ke dalam hatiku

Mencari jawaban dalam diam

Kuatkah hati? lemahkah hati?

Namun satu yang pasti

Aku akan belajar untuk berdamai dengan luka hari ini

Jadi apakah kamu siap menulis puisi hari Kamis? Siapa tahu kamu dapat menemukan kebijaksanaan, ketangguhan, dan semangat dalam bait-bait puisi yang nanti akan kamu tulis. (novi)