4 Puisi Kehilangan Buah Hati, Sendu dan Menyentuh

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan lukisan hati dalam bingkai rangkaian kata. Siapapun bisa menulis puisi. Terlebih jika puisi berisi ungkapan perasaan yang mendalam. Di artikel ini Anda bisa simak kumpulan puisi kehilangan buah hati.
Berdasarkan buku, Ayo Menulis Puisi, Anita Yuniarti Nurjannah, M.Pd, Dian Marta Wijayanti, M.Pd., 2020, bahwa menulis puisi perlu latihan. Namun terkadang menulis itu adalah proses penyembuhan. Seperti halnya menulis puisi kehilangan buah hati.
Baca juga : 4 Puisi Cinta Penuh Makna untuk Pasangan
Puisi Kehilangan Buah Hati
Tema puisi kehilangan buah hati adalah tema yang sangat menyentuh hati. Untuk itu tidak terlalu sulit membuatnya. Simak 4 contoh puisi kehilangan buah hati yang sendu dan menyentuh hati berikut ini:
Kabar Saat kubuka mata lalu kupandang langit-langit kamar Tampak putih dan bersih Ditengah sunyi dan sepi kudengar kabar Tentang berita bahagia sekaligus sedih Tuhan Maha membolak-balikkan hati Aku bahagia anakku terlahir di bumi Di saat yang sama aku pun sedih Anakku yang lainnya telah pergi Datang dan pergi Silih berganti Bahagia dan sedih Semua kuasa Ilahi
Bagimu Surga Tuhan janjikan surga Bagi anak-anak yang kembali pada-Nya Aku tahu engkau di sana Akan lebih bahagia Doa Ibu untukmu anakku Setiap malam berderai airmataku Iringi nyanyian rindu Kepada buah hatiku Tuhan lebih sayang padamu Karenanya Dia memanggilmu lebih dulu Pergilah Anakku Ibu ikhlas melepasmu
Selamat Jalan Anakku Anakku, Sejak kehadiranmu di hidupku Aku tak pernah luputkan pandangan Selalu siaga demi keselamatan Anakku, Sekarang kau jauh dariku Jasadmu telah terpendam Namun kenangan akan tetap bersemayam Anakku, Kau adalah anugerah terindahku Tak kan lekang oleh waktu Kenangan bahagia bersamamu Anakku, Pergilah kau ke surga Disana kau akan lebih bahagia Semoga Tuhan ijinkan kita kelak bersua
Rindu Buah hatiku Tak kusangka kau pergi secepat itu Rasanya baru kemarin aku menggenggammu Namun kini tak bisa lagi aku memandangmu Andai waktu bisa kuputar Ingin kuhabiskan hari-hariku bersamamu Andai kutahu kau akan segera pergi Takkan kusia-siakan waktuku denganmu Sekarang hanya rindu Yang menemani Ibu Saat bayangmu Melayang-layang di kepalaku
Beberapa contoh puisi kehilangan buah hati seperti di atas bisa Anda jadikan referensi dalam berlatih menulis puisi. Sekali lagi, menulis puisi butuh latihan yang berulang. Semakin sering Anda berlatih menulis, maka akan semakin mahir. Selamat mencoba.(lia)
