4 Puisi Kehilangan Saudara Kandung Paling Sedih

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi kehilangan saudara kandung paling sedih dapat kamu jadikan sebagai ungkapan rasa kesedihan kamu atas kehilangan orang yang kamu sayang.
Kehilangan seseorang seperti saudara kandung merupakan cobaan berat dalam hidup, namun kamu harus selalu tabah dan kuat menghadapinya.
Baca juga : 4 Puisi Kenangan Masa Lalu
Puisi Kehilangan Saudara Kandung Paling Sedih
Yuk, intip beberapa puisi kehilangan saudara paling sedih melalui ulasan berikut ini mengutip dari buku yang berjudul Kumpulan Puisi Halaman 31 yang ditulis oleh Hartojo Andangdjaja dan laman familyfriendpoems.com.
1. Buat Saudara Kandung
Ke manakah engkau, Saudara
Orang-orang lemah dan ladang-ladang tidak berbunga
Dan anjing, yang mengais siang hari
Malam-malam menangis panjang sekali
Lenguh lembu di kejauhan
Menyebar kabar kemuraman
Sebuah dusun yang tenggelam
Kampung merana kekeringan cinta
Wajah-wajah menadah rawan
Kami kehilangan
Dan kota mengepul debu
Di dadanya oto dan radio menderu seperti biasa
ke sana kita, Saudara
Sudah sekian ketika
Ladang-ladang tidak berbunga
Orang-orang lemah dan mereka
Hanya bisa berkata lewat cahaya mata
Ke manakah engkau, Saudara
Jalan sudah begini jauhnya
2. Untuk Saudaraku
Kamu pergi tanpa peringatan
Pergi begitu cepat
Sekarang semua yang kita miliki adalah kenangan
Masa lalu kita
Kamu dicintai oleh begitu banyak orang.
Kamu mungkin tidak tahu
Tapi di hati kami
Di mana kamu telah tumbuh
Kenangan yang saya miliki sepanjang tahun
Akan bertahan selamanya dengan tawa dan air mata
Kami berbagi Ulang Tahun kami
Sejak aku berusia lima tahun
Harapanku sekarang adalah agar kamu kembali sehat dan hidup
Aku akan merindukanmu
Begitu juga semua
Kehidupan yang telah kamu sentuh.
Aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal
Aku tidak bisa menerima kematianmu.
Kamu akan hidup di hatiku
Selamanya
Hingga nafas terakhirku
3. Selamat Tinggal Kakak
Surga telah memanggilmu hari ini
Meninggalkan begitu banyak kata yang tersisa untuk diucapkan
Tapi sekarang sudah terlambat, karena waktumu telah tiba
Kata-kata tak terucapkan, aku yakin setiap orang memilikinya
Penyesalan dan harapan mungkin juga ada
Tapi yang abadi adalah kenangan tentangm
Aku ada di sana ketika kamu membutuhkan tempat tinggal
Sama seperti kamu akan ada untukku siang atau malam
Sering kali kami tidak setuju
Tetapi kami ada untuk satu sama lain pada saat dibutuhkan
Kini saatnya aku pamit
Sampai bertemu lagi di surga untuk terbang bersama
4. Kenangan
Kenanganku adalah apa yang tersisa
Dan pelajaran yang tidak akan aku lupakan
Waktunya telah tiba ketika waktu tidak ada lagi
Dan yang tersisa hanya sekali sebelumnya
Kenangan yang begitu sayang dan benar
Kenangan tentang aku dan kamu.
Meskipun terkadang kami jatuh dan tersandung
Semua bukit itu perlu didaki
Setiap saat ketika hatimu bersinar
Adalah kenangan terbesar yang aku miliki tentangmu
Aku akan selalu mengingatmu, saudaraku
Dalam hatiku aku akan menjagamu, jadi aku akan baik-baik saja
Aku akan maju dengan kepala tegak
Mungkin sulit, aku tidak bisa berbohong
Tapi di hatiku kamu akan
Bergerak maju, kamu bersamaku
Demikianlah 4 puisi sedih tentang kehilangan saudara kandung. Semoga bermanfaat.(ria)
