Konten dari Pengguna

4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia. Foto : Unsplash/ Robert Collins
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia. Foto : Unsplash/ Robert Collins

Waktu berputar sangat cepat, tak terasa masa kecil telah berganti dengan kehidupan dewasa. Kilas balik kehidupan masa anak-anak tak hanya berfokus pada diri sendiri, tapi juga mengingat kembali momen spesial bersama orang-orang terkasih atau benda kesayangan. Ketika rindu melanda di zaman yang sudah modern ini, Kamu dapat mengungkapkannya lewat postingan sosial media.

Mengunggah sejumlah dokumentasi seperti foto atau video, disertai caption dengan hastag kekinian #throwback. Kamu dapat mengisi caption dengan menceritakan kenangan atau dengan barisan sajak indah puisi yang mengandung makna tersirat.

4 Puisi Kenangan Masa Kecil

Dilansir dari buku Lukisan Puisi, Lukman S.h (2008:162) puisi merupakan ungkapan estetis yang muncul dari dari ledakan perasaan hati, dentuman batin, unek-unek atau nyanyian kalbu yang dilepaskan menjadi tulisan yang bermuatan puisi. Tidak masalah jika Kamu bukan seorang pujangga, Kamu dapat mengutip barisan puisi berikut ini untuk mewakili kisah masa kecilmu.

Inilah 4 puisi kenangan masa kecil untuk menemanimu bernostalgia.

Dunia Bocah

Karya: Herman KS

Bocah belum berdosa damai bermain sesamanya

Di atas kepalanya awan putih dan matahari tertawa

Tapi tiada pernah bertanya mengapa matahari

Menggeram panas

Dan maut yang mengintip di mulut-mulut senapan

Di luar tahunya

Bocah kecil apalah yang lebih dikenalnya

Selain dari dunia kanaknya yang mesra

Seharian bermain penuh damai dengan kawan sebaya

Terlalu bening usianya untuk mengerti derita

Betapa mesranya dunia ini bila diisi anggur damai

Bagai damainya si bocah bermain sesamanya

Redalah segala ancaman

Dan pupuslah cemas yang menancap di dada sansai

Dongeng Nenek Sebelum Tidur

Karya: Gunoto Saparie

dongeng nenek sebelum tidur

di masa-masa kanakku

kini makin mengabur

karena bahasa dan jarak waktu

namun aku ingat nama sultan yahya

adat melayu dan datuk bandar

kejayaan masa silam yang samar

namun ada yang tak bisa kubaca isyaratnya

Kenangan pada Dunia Kanak-Kanak

Karya Taufiq Ismail

Masih ingatkah kau, masa bocah kita

Sekali lama, di desa Zahleh karunia

Betapa di kebun anggur dua bayang bertemu

Bertukar gelak di rimbun semak rindu?

Masih ingatkah kau, bila kita bersirebutan

Memetiki gugusan anggur paling matang

Dan semua kita bayar dengan rekah senyuman

Bercita rasa manis mabuk kepayang?

Masih ingatkah kau pagi malaikat berdua

Pada pelukannya kemesraan dan kesayangan

Melambungkan kita ke kilau-kilau angkasa

Meninggi hingga kita lingkari kayangan?

Dan bagaimana sungai yang selalu kita mudiki?

Masihkah ia mengalir dengan biru tanah tepi?

Ah, begitulah cinta meramu semua

Memerciki pepohonan dengan kebugarannya.

Kelambu dan Lampu Sentir

Karya Anjani Kanastren

Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang

Dulu waktu kecil

Aku senang sembunyi di belakangnya

Ruangan itu masih menyimpan kenangan

Meski tak ada lagi kelambu dan lampu sentir

Yang dulu selalu eyang pasang

Menjelang maghrib

Semua telah tiada

Ditelan waktu

Tapi dalam kenanganku

Semua segar membayang

Bagai baru usai kemarin

Aku termangu di ruang bisu

Anganku hadir

Andai aku kembali kecil.

Demikian sejumlah puisi kenangan masa kecil yang dapat menjadi temanmu bernostalgia. Semoga dapat menyuarakan perasaan rindumu akan masa kecil yang indah dan penuh makna. ( Ve)