4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
Konten dari Pengguna
29 Mei 2022 21:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia. Foto : Unsplash/ Robert Collins
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi Kenangan Masa Kecil untuk Nostalgia. Foto : Unsplash/ Robert Collins
ADVERTISEMENT
Waktu berputar sangat cepat, tak terasa masa kecil telah berganti dengan kehidupan dewasa. Kilas balik kehidupan masa anak-anak tak hanya berfokus pada diri sendiri, tapi juga mengingat kembali momen spesial bersama orang-orang terkasih atau benda kesayangan. Ketika rindu melanda di zaman yang sudah modern ini, Kamu dapat mengungkapkannya lewat postingan sosial media.
ADVERTISEMENT
Mengunggah sejumlah dokumentasi seperti foto atau video, disertai caption dengan hastag kekinian #throwback. Kamu dapat mengisi caption dengan menceritakan kenangan atau dengan barisan sajak indah puisi yang mengandung makna tersirat.

4 Puisi Kenangan Masa Kecil

Dilansir dari buku Lukisan Puisi, Lukman S.h (2008:162) puisi merupakan ungkapan estetis yang muncul dari dari ledakan perasaan hati, dentuman batin, unek-unek atau nyanyian kalbu yang dilepaskan menjadi tulisan yang bermuatan puisi. Tidak masalah jika Kamu bukan seorang pujangga, Kamu dapat mengutip barisan puisi berikut ini untuk mewakili kisah masa kecilmu.
Inilah 4 puisi kenangan masa kecil untuk menemanimu bernostalgia.
Dunia Bocah
Karya: Herman KS
Bocah belum berdosa damai bermain sesamanya
Di atas kepalanya awan putih dan matahari tertawa
ADVERTISEMENT
Tapi tiada pernah bertanya mengapa matahari
Menggeram panas
Dan maut yang mengintip di mulut-mulut senapan
Di luar tahunya
Bocah kecil apalah yang lebih dikenalnya
Selain dari dunia kanaknya yang mesra
Seharian bermain penuh damai dengan kawan sebaya
Terlalu bening usianya untuk mengerti derita
Betapa mesranya dunia ini bila diisi anggur damai
Bagai damainya si bocah bermain sesamanya
Redalah segala ancaman
Dan pupuslah cemas yang menancap di dada sansai

Dongeng Nenek Sebelum Tidur

Karya: Gunoto Saparie
dongeng nenek sebelum tidur
di masa-masa kanakku
kini makin mengabur
karena bahasa dan jarak waktu
namun aku ingat nama sultan yahya
adat melayu dan datuk bandar
kejayaan masa silam yang samar
namun ada yang tak bisa kubaca isyaratnya
ADVERTISEMENT

Kenangan pada Dunia Kanak-Kanak

Karya Taufiq Ismail
Masih ingatkah kau, masa bocah kita
Sekali lama, di desa Zahleh karunia
Betapa di kebun anggur dua bayang bertemu
Bertukar gelak di rimbun semak rindu?
Masih ingatkah kau, bila kita bersirebutan
Memetiki gugusan anggur paling matang
Dan semua kita bayar dengan rekah senyuman
Bercita rasa manis mabuk kepayang?
Masih ingatkah kau pagi malaikat berdua
Pada pelukannya kemesraan dan kesayangan
Melambungkan kita ke kilau-kilau angkasa
Meninggi hingga kita lingkari kayangan?
Dan bagaimana sungai yang selalu kita mudiki?
Masihkah ia mengalir dengan biru tanah tepi?
Ah, begitulah cinta meramu semua
Memerciki pepohonan dengan kebugarannya.

Kelambu dan Lampu Sentir

Karya Anjani Kanastren
Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang
ADVERTISEMENT
Dulu waktu kecil
Aku senang sembunyi di belakangnya
Ruangan itu masih menyimpan kenangan
Meski tak ada lagi kelambu dan lampu sentir
Yang dulu selalu eyang pasang
Menjelang maghrib
Semua telah tiada
Ditelan waktu
Tapi dalam kenanganku
Semua segar membayang
Bagai baru usai kemarin
Aku termangu di ruang bisu
Anganku hadir
Andai aku kembali kecil.
Demikian sejumlah puisi kenangan masa kecil yang dapat menjadi temanmu bernostalgia. Semoga dapat menyuarakan perasaan rindumu akan masa kecil yang indah dan penuh makna. ( Ve)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020