Konten dari Pengguna

4 Puisi Kerja Keras yang Inspiratif

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi kerja keras, foto oleh Kevin Bhagat di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi kerja keras, foto oleh Kevin Bhagat di Unsplash

Seperti beberapa bait puisi kerja keras yang akan kamu temui kali ini, kita akan diingatkan bahwa kita diciptakan di dunia ini tidak untuk bermalas-malasan. Banyak pekerjaan dan tujuan hidup yang harus kita lakukan dan penuhi dengan baik.

Setelah membaca puisi bertema kerja keras di bawah ini, semoga nantinya kamu juga bisa memiliki sudut pandang yang baru lagi akan pentingnya kerja keras.

4 Puisi Kerja Keras yang Inspiratif

Ilustrasi puisi kerja keras, foto oleh Ann H/Pexels

Mengutip laman discoverpoetry.com, inilah deretan puisi kerja keras yang inspiratif atau bisa memberimu motivasi untuk lebih giat bekerja.

1.Pagi

Oleh Jane Taylor

Lark bangun untuk bertemu matahari,

Lebah ada di sayap,

Semut telah mulai bekerja,

Hutan dengan cincin musiknya.

Akankah burung, lebah, dan semut menjadi bijaksana,

Sementara aku menyia-nyiakan waktu?

Oh, biarkan aku dengan bangun pagiku,

Dan dengan tugas-tuga tergesaku.

Mengapa aku harus tidur sampai pagi

Sedang cahaya dan kemuliaan telah tercurah

Kita tidak dilahirkan

Untuk membuang waktu di tempat tidur.

2. Nyanyian Lebah

Oleh Marian Douglas

Berdengung! berdengung! berdengung!

Ini adalah nyanyian lebah.

Kakinya berwarna kuning;

Ia periang dan baik,

Namun juga pekerja yang hebat.

Di hari-hari yang cerah

Dia mendapatkan madunya;

Di hari-hari yang mendung

Dia membuat lilinnya:

Pada merah muda dan bunga lili,

Dan bunga bakung,

Dan bunga columbine,

Dia memungut pajak!

Berdengung! berdengung! berdengung!

Semanggi berbau harum,

Dia, bersenandung, menggantung;

Aroma bunga mawar

Membuat harum sayapnya:

Berdengung! berdengung! berdengung!

Dari cahaya pertama pagi

Sampai datangnya malam,

Dia bernyanyi dan bekerja keras

Hingga musim panas terlewati.

Oh! kita mungkin lelah,

Dan berpikir bahwa pekerjaan itu membosankan;

Sejauh ini, sungguh lebih sulit

Tapi tak ada yang bisa dilakukan.

3. Lakukan Tugasmu Sendiri

Oleh Ellwood Roberts

Lakukan tugasmu sendiri; tidak melihat ke kiri atau ke kanan;

Bekerja keras dalam iman, menurut terangmu!

Pekerjaan sesamamu tidak ditugaskan kepadamu.

Lakukan tugasmu sendiri; dengan itu kau puas!

Jangan terlalu memperhatikan kesalahan atau pujian orang lain;

Biarkan hati nurani menilai semua jalan!

Jalan tugas adalah satu untuk semua;

Siapa di tempat lain berjalan, akan sering tersandung dan jatuh.

Gunakan waktumu dengan baik; janganlah memuji atau menyalahkan

Menghambat pengejaran bijaksanamu untuk tujuan mulia!

Masing-masing memiliki pekerjaan yang ditunjuk sendiri untuk dilakukan,

Dan hadiah manis yang diberikannya kepada pekerja keras.

Pergilah ke kerja keras yang ditugaskan kepadamu,

Bertekad untuk melakukannya, apa pun itu!

Dan, aktif, sungguh-sungguh, benar dan setia,

Lakukan tugasmu sendiri; Tujuan Tuhan terpenuhi

4. Sedikit Demi Sedikit

"Sedikit demi sedikit," kata sebutir biji ek,

Aku perlahan-lahan tenggelam di tempat tidur yang berlumut,

"Aku meningkat setiap hari,

Tersembunyi jauh di dalam bumi."

Sedikit demi sedikit, setiap hari ia tumbuh;

Sedikit demi sedikit, ia menghirup embun;

Ke bawah mengirimkan akar seperti benang;

Di udara muncul tembakan kecil.

Hari demi hari, dan tahun demi tahun,

Sedikit demi sedikit daun-daun muncul;

Dan cabang-cabang ramping menyebar jauh dan luas,

Sampai pohon ek yang perkasa adalah kebanggaan hutan.

Jauh di kedalaman laut biru tua,

Kereta serangga bekerja tanpa henti.

Butir demi butir, mereka membangun dengan baik,

Masing-masing sendirian di sel kecilnya.

Detik demi detik, dan hari demi hari,

Tak pernah berhenti untuk beristirahat atau bermain,

Bebatuan di atas bebatuan, mereka menjulang tinggi,

Hingga puncak memandang ke langit yang cerah.

Angin lembut dan udara sejuk,

Sedikit demi sedikit, membawa kehijauan di sana;

Sampai musim panas sinar matahari tersenyum ceria

Di kuncup dan bunga pulau karang.

“Sedikit demi sedikit,” kata seorang anak yang bijaksana,

“Saat demi saat, aku akan bekerja dengan baik,

Belajar sedikit setiap hari,

Dan tidak menghabiskan seluruh waktu untuk bermain.

Dan tetapi aturan ini dalam pikiran,

Apapun yang ku lakukan, aku akan melakukannya dengan baik.

Semoga puisi kerja keras di atas tadi bisa menjadi bahan referensimu dalam membuat puisi dan juga menginspirasi hal-hal baik di hari-harimu ke depan. (novi)