4 Puisi Melepaskan dan Mengikhlaskan Seseorang yang Dicintai

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi melepaskan dan mengikhlaskan seseorang yang dicintai sering digunakan sebagai ungkapan hati ketika cinta harus berakhir.
Setiap manusia memiliki cerita masing-masing di dalam percintaannya. Ada yang berakhir bahagia, ada juga yang memiliki akhir mengecewakan dan menyakitkan.
Baca Juga: 3 Contoh Puisi Sedih Pendek tentang Kekecewaan
Puisi Melepaskan dan Mengikhlaskan Seseorang yang Dicintai
Berikut ini beberapa contoh puisi melepaskan dan mengikhlaskan seseorang yang dicintai, dikutip dari buku Ungkapan Hati: Kumpulan Puisi, Exsalind, (2017).
1. Aku di Sini
Ketika sang surya kembali ke peraduan
Cahaya terangnya tergantikan kegelapan
Hanya ada cahaya redup sang rembulan
Serta terhiasi gemerlap bintang
Aku di sini, menatap kerlap-kerlip bintang
Dengan ditemani kehampaan
Serta semilir angin yang berhembus perlahan
Aku di sini, menatap kerlap-kerlip bintang
Berharap mampu menghilangkan
Segala hal yang berkecamuk dalam pikiran
Aku di sini, menatap kerlap-kerlip bintang
Berharap, mampu mendapatkan ketenangan
Serta menggantikan kesedihan dengan kebahagiaan
2. Sedihku
Di sini
Dalam sendiri dan sepi
Dan hanya sunyi yang menemani
Kududuk di sudut ruang ini
Tanpa penerangan karna kusengaja sendiri
Air mata semakin menghujani diri
Luka semakin menyakiti diri
Menyayat hati dengan belati
Tangis tak mampu kuhentikan sendiri
Sunyi
Hanya kesunyian menjadi saksi
Saksi bahwa ku tersakiti
Tersakiti oleh semua ini
Tersakiti oleh masa lalu ini
Tersakiti oleh hidupku sendiri
Tersakiti oleh rasa dan diriku sendiri
Dan air mata ini tak mampu berhenti
Sedihku pun tak mau pergi
Padahal kuingin sedihku pergi meninggalkan diri ini
3. Lebih Baik
Lebih baik ku sendiri
Tak seorang pun yang menemani
Hanya berteman sepi
Karena tak mungkin ada yang menyakiti
Menyakiti hati ini
Dengan ucapan yang bak belati
Lebih baik kudiam saja
Daripada berucap, salah kata
Salah dalam bicara
Karena bicaraku menimbulkan lara
Lebih baik diam seribu bahasa
Diam seribu kata
Lebih baik kusendiri
Lebih baik kudiam
Hanya ada sunyi
Dan hanya ada kehampaan
4. Aku Lelah
Tuhan
Kenapa engkau ambil tawaku lagi?
Kenapa luka itu hadir kembali
Dan semakin menyakiti
Tuhan
Kenyataan itu terlalu luka
Aku tak mampu tuk melewatinya
Aku ingin pulang saja
Tuhan
Aku lelah
Aku ingin tidur panjang
Sampai ketenangan itu datang
Tuhan
Kenapa luka lama itu kembali
Menghadirkan luka dengan duka lagi
Hatiku seperti teriris belati
Aku lelah
Aku ingin pulang
Aku ingin ketenangan
Nah. itulah contoh puisi melepaskan dan mengikhlaskan seseorang yang dicintai agar mendapatkan cinta yang lebih baik.
