Konten dari Pengguna

4 Puisi Menanti Kelahiran Buah Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi menanti kelahiran buah hati. Foto: Unsplash/Kelly Sikkema.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi menanti kelahiran buah hati. Foto: Unsplash/Kelly Sikkema.

Terkadang calon orang tua tidak memiliki media untuk melampiaskan hal mendebarkan di hati dan pikiran jelang proses persalinan. Calon orang tua bisa menuliskan puisi untuk sang calon anak. Simak puisi menanti kelahiran buah hati yang bisa jadi inspirasi atau bahkan media untuk merasakan hal yang sama.

Dalam buku Bingkisan Cantik untuk Ibu Hamil, Ulfah Khaerani (2017:24) mengatakan telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa tubuh ibu hamil yang mengalami stres akan memproduksi hormon stres yang bisa masuk ke pembuluh darah bahkan ke plasenta. Jadi, untuk para ibu hamil, salurkanlah rasa stres dan tegang dengan baik, ya.

Baca juga: 20 Kata-kata Menunggu Kelahiran Bayi Bahasa Inggris untuk Ibu Hamil

Puisi Menanti Kelahiran Buah Hati

Ilustrasi menanti kelahiran buah hati. Foto: Unsplash/Neal E. Johnson.

Berikut ini adalah beberapa puisi menanti kelahiran buah hati:

Puisi Penantian Karya: Santi Asesanti

Mendamba hadirmu ciptakan rerangkaian asa berharap sempurna tercurah

Terbayang jerit pertamamu sekencang tangis Ismail membelah padang pasir membela resah Siti Hajar

Di selasar kata terbata kueja gelisah di wajah ayahmu sebab kaulah buah cinta pertama amanah paling azimat dari-Nya surga kami ada padamu

Gejolak rindu kian tak terelak ketika jarum waktu mendekati hadirmu dedoa tiada henti kami lantunkan penuh syukur pada-Mu

Pelangi Kata, Desember 2017

Janjiku Selamanya

Bulan demi bulan Mendengar detak jantungnya Merasakan geliatnya Penuh rasa tidak sabar

Sekali lagi kurasakan Geliat serta gerakan kakimu Lalu aku berkata Akan menjagamu, selamanya

Menghitung dentang waktu

Hari demi hari terlewati Minggu kian minggu datang Bulan demi bulan Kunanti

Akankah kamu datang penuh senyum Ataukah teriakanmu akan menggema diruang itu Akupun tetap menghitung Dentang waktu kehadiranmu

Bagaikan musim semi

Setiap minggu selalu ku nanti Angin lembut serta hangatnya musim berganti Rasanya hati tidak dapat menunggu lagi Kehadiranmu, buah hati Kuyakin akan indah Bagaikan bunga bermekaran di musim semi

Empat puisi menanti kelahiran buah hati semoga dapat mengispirasi serta menjadi kekuatan tersendiri bagi bunda yang sedang menghitung hari menuju proses persalinan. Semoga ibu dan bayi dalam keadaan sehat. (Fitri A)