4 Puisi Musikalisasi Pendek nan Indah

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah karya sastra yang indah, apalagi jika dilagukan. Jika kamu menyukai puisi, maka kamu juga perlu tahu puisi-puisi yang cocok untuk ditembangkan. Artikel ini akan menyajikan 4 puisi musikalisasi pendek yang dapat dinikmati keindahannya.
Dikutip dari Pembelajaran Puisi Untuk Mahasiswa, Mohd. Harun (2018:202), musikalisasi puisi merupakan kreativitas yang dibentuk dengan menggabungkan puisi dan seni musik. Biasanya puisi yang sudah ada akan digubah menjadi sebuah lagu.
Musikalisasi puisi biasanya diambil dari puisi yang tak begitu panjang, tidak mengandung terlalu banyak suku kata di setiap barisnya, dan mudah untuk dilagukan. Banyak musikalisasi puisi yang dibuat dari puisi-puisi penyair ternama
Puisi Musikalisasi Pendek nan Indah
Berikut ini 4 puisi musikalisasi pendek yang diambil dari buku puisi Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono (2013), Mata Ketiga Cinta, Helvy Tiana Rosa (2012), Stanza dan Blues, W.S. Rendra (2016), dan Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001, Goenawan Mohamad (2001):
1. Sapardi Djoko Damono - Dalam Diriku
Dalam diriku mengalir sungai panjang,
Darah namanya;
Dalam diriku menggenang telaga darah,
Sukma namanya;
Dalam diriku meriak gelombang sukma,
Hidup namanya!
Dan karena hidup itu indah,
Aku menangis sepuas-puasnya.
2. Helvy Tiana Rosa - Konser Kesunyian
Hujan yang semalam
menyayat-nyayat mataku
meninggalkan genangan di hati
yang terus menerus gigil
Sendiri
Senja keseribu masuk hingga kuduk
tapi bahkan tak ada satu ketuk pun
di jendela muram itu
Sebuah konser kesunyian
yang terlalu sempurna.
3. W.S. Rendra - Kangen
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
4. Goenawan Mohamad - Surat Cinta
Bukankah surat cinta ini ditulis
ditulis ke arah siapa saja
Seperti hujan yang jatuh ritmis
menyentuh arah siapa saja
Bukankah surat cinta ini berkisah
berkisah melintas lembar bumi yang fana
Seperti misalnya gurun yang lelah
dilepas embun dan cahaya.
Itulah 4 puisi musikalisasi pendek yang dapat kamu gubah dan jadikan sebuah lagu yang indah. Pilihlah puisi yang paling kamu sukai dan berkreasilah sesuka hatimu!(malika)
