Konten dari Pengguna

4 Puisi Paling Sedih tentang Guru, Mengharukan dan Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Paling Sedih tentang Guru, Unsplash/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Paling Sedih tentang Guru, Unsplash/National Cancer Institute

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kepergiannya menjadi duka bagi setiap muridnya. Untuk mengenang jasanya, Anda dapat membacakan puisi paling sedih tentang guru.

Puisi sedih tentang guru kerap dibacakan pada perpisahan sekolah, reuni, atau upacara kematian sang guru. Puisi ini umumnya berisi tentang penyesalan dan permintaan maaf.

Baca juga: 10 Pantun Pendidikan Singkat sebagai Referensi

4 Puisi Paling Sedih tentang Guru

Ilustrasi Puisi Paling Sedih tentang Guru, Unsplash/Kenny Eliason

Berikut adalah berbagai puisi paling sedih tentang guru yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Guru

Karya: Kasiyem

Dari Antologi Puisi & Cerpen Mutiara yang Kurindu, Toto Sugiarto, dkk., (2021:43)

Guru

Setiap saat engkau selalu kurindu

Nasihatmu selalu kutunggu

Tidak pernah bosan tidak pernah jemu

Ketika aku bersama

Guru

Betapa mulia hatimu

Dengan penuh ikhlas

Dengan penuh sabar

Engkau selalu membimbingku

Guru

Muridmu engkau anggap sebagai anakmu

Belaianmu ... pelukanmu ... dekapanmu

Menghangatkanku, menenteramkanku

Bila kami sedih ... menangis ... gelisah

Engkau selalu bersamaku

Guru

Begitu besar jasamu kepada kami

Begitu besar jasamu kepada negeri ini

Kami tak dapat membalas

Hanya doa yang kami lantunkan

Pada hari kepergianmu ini

Semoga balasan surga yang engkau dapatkan

Amin

2. Guruku Pahlawanku

Karya: Alya Zakila

Dari Antologi Puisi Tamadun: Kota Madani, Andri Saputra, S.Pd., M.Pd, dkk., (2021:55)

Setiap kata per kata yang kau ucap Mempunyai makna sejuta manfaat

Setiap nasehat yang kauberi

Memiliki maksud dan tujuan yang berarti

Di sela-sela perkataan mu

Di situ terucap di bibir ku kata yang menyakiti hatimu

Aku menyesal telah melawanmu

Aku menyesal telah membantahmu

Oh… Guruku

Berikan aku maaf atas tingkah ku

Menyesal atas apa yang ku perbuat

Nasi sudah menjadi bubur

Dan buah pertama sudah gugur

Tiada arti untuk penyesalan yang kurasa

Selain maafku untuk menebus segala kesalahanku

Maafkan aku guruku

Maafkan aku pahlawanku

Terima kasih untuk segalanya

3. Permisi,Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

Karya: Timothy Abellito

PIJAR: Antologi Puisi Pendidikan, Benny D Setianto, et.al, (2020:89-90)

Permisi, Bu Guru

Bolehkah saya meminta tolong?

Tolong tegurlah saya jika saya salah.

Agar kelak saya menjadi orang yang berani bertanggung jawab.

Permisi, Pak Guru

Bolehkah saya meminta tolong?

Tolong didiklah saya dengan tegas.

Agar kelak saya bisa menjadi pribadi yang disiplin.

Permisi, Bu Dosen

Bolehkah saya meminta tolong?

Tolong ajari saya cara pikirmu

Agar kelak saya bisa memiliki cara pikir yang terbuka.

Permisi, Pak Dosen

Bolehkah saya meminta tolong?

Tolong ajari saya apa itu keteguhan

Agar kelak saya menjadi orang yang berpendirian teguh

Dan juga maafkan saya

Maafkan saya yang sudah membuat Anda kecewa

Maafkan saya yang sering tidak memperhatikan Anda

Maafkan juga saya yang sudah membentak Anda

Dan pada akhirnya saya hanya bisa berterima kasih

Berterima kasih karena kalian sudah mengajari saya

Berterima kasih karena kesabaran kalian menghadapi saya

Berterima kasih karena keberanian kalian untuk menegur saya

4. Guru

Karya: Rizky Nazal

Kebiasaan Baru Cerpen Puisi Antologi, Tati Sulastri, S.Pd. (Pembimbing Literasi), (2021:29)

Terima kasih, Guru

Kau adalah orang tua keduaku

Kau selalu menyayangi kami

Kau selalu ada untuk menjawab pertanyaanku

Guru, terima kasih sudah mengajariku banyak hal

Penjelasanmu selalu membuat kami paham akan hal

Terima kasih telah menjawab pertanyaan kami

Terima kasih telah mendengarkan cerita kami

Guruku terima kasih telah memberikan jalan

Jalan pintas untuk menuju kesuksesan

Maaf karena jarang mendengarkanmu

Maaf karena kami sering membuatmu marah

Jika aku bisa mengulang waktu

Aku akan mendengarkanmu

Aku tidak akan pernah mengecewakanmu

Terima kasih, Guru

Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa

Nah, itulah berbagai puisi paling sedih tentang guru yang bisa Anda ucapkan pada hari perpisahan atau momen sedih lainnya. Selama Anda masih bisa melihat guru Anda, hargailah beliau sepenuhnya.