4 Puisi Pengorbanan Ayah yang Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang bilang seorang ayah adalah cinta pertama putrinya. Tak hanya cinta pertama, ayah juga sering berkorban demi kebahagiaan anak-anaknya. Seperti juga makna yang terkandung pada 4 puisi pengorbanan ayah pada artikel kali ini.
Bagaimana isi 4 puisi tersebut? Jika kamu penasaran, langsung saja simak susunan kata indahnya di bawah ini
4 Puisi Pengorbanan Ayah yang Menyentuh Hati
Mengutip buku kumpulan puisi dan prosa Senja di Purbalingga & Taman-taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:19-43), berikut 4 contoh puisi pengorbanan ayah yang menyentuh hati.
1. Ayah
Kenang itu masih tertinggal di antara dinding bambu rumah kita dahulu
Diantara lantai tanah yang berdebu
Genting-gentingnya masih sering pecah dan bocor
Tirai-tirainya telah renta dan kotor
Engkau titipkan aku pada kebahagiaan
Engkau memisahkanku dari kesedihan
Bahumu kini tampak kuyu
Engkau titipkan aku pada keberuntungan
Sekuat tenaga menceraikanku dari kemalangan
Kulitmu kini tampak layu
Saat kita menyusuri jalan kenangan
Penuh sawah dan pepohonan
Angin terharu kegirangan melihat kita beriringan
Wajahmu kini tampak sayu
Engkau manjakan aku dengan doa luar biasa
Engkau manjakan aku dengan juang dan asa
Senjamu kini di ujung pintu
Namun engkau selalu jadi lelaki terbaikku
2. Cinta Anandamu
Tak sebesar cintamu
Tak seindah kasihmu
Tak setangguh pengorbananmu
Tak sedalam ketulusanmu
Cinta Anandamu Ini
Kadang berlomba dengan ego diri
Kau dikesampingkan
Kau dinomer duakan
Kadang laramu ku acuhkan
Lelahmu ku tak pedulikan
Air matamu ku biarkan
Menetes dengan percuma
Maafkan anakmu yang tak mampu
Menjadi pelangi dipilunya harimu
Aku tak mampu menjadi mentarimu
Yang bisa membuat semua mata selalu menyanjungmu
Maafkan aku yang hanya mampu
Menjadi rumput kecil
Yang selalu berada di bawah dan diinjak
Tak mampu membanggakanmu
Tapi, rumput kecil itu akan tumbuh kembali
Meski selalu diinjak dan disakiti
Rumput kecil itu akan kuat
Tak lagi membebanimu
3. Untuk Ayah Bunda
Dear ayah bunda,
Kami tahu kami adalah alasan terbesar letih dan lemah kalian.
Kami adalah alasan terbesar keringat peluh kalian
yang laksana embun di atap-atap daun.
Kami adalah alasan terbesar kasar dan keringnya kedua tangan dan kaki kalian.
Dear ayah bunda,
Kami adalah alasan terkeras kalian
agar terus keras dalam pinta pada Yang Kuasa
Walau terkadang putus asa melemahkan jiwa.
Kami adalah alasan terkuat kalian
agar terus kuat menahan kerasnya dunia.
Kalian terkadang harus mencicipi luka dan nestapa.
Mengadakan perjamuan air mata
atas setiap kisah pilu anak kalian ini.
Dear ayah bunda,
Kebanggaan kalian ini tak akan selalu cukup membanggakan kalian.
Kebahagiaan kalian ini tak akan selalu cukup membahagiakan kalian.
Namun kami selalu mengiba doa restu kalian,
agar mampu membuat guratan senyum di wajah kalian
dan menghapus air mata di ujung-ujung kelopak kehidupan kalian.
4. Dear My Dad
Dear my dad,
Embun di subuh itu menjadi saksi
Akan pengorbananmu yang tiada bertepi
Dari hitam rambutmu hingga putih rambutmu
Dari gagah ragamu
Hingga menua ujudmu
Dear my dad,
Sepeda motor butut itu menjadi saksi
Akan gigihnya perjuanganmu
Untuk kebahagiaan putra-putrimu
Mesin ketik tua di ruangan tua itu juga menyaksikanmu
Sekuat tenaga berjuang demi hidup buah hatimu
Dear my dad,
Mungkin seluruh emas permata yang ada di bumi ini
Tak akan pernah cukup untuk membalas seluruh cintamu
Kasihmu, sayangmu, dan juga pengorbananmu.
Dear my dad,
Semoga engkau di sayang Allah selalu.
4 contoh puisi pengorbanan ayah yang menyentuh hati, semoga setelah membacanya kamu lebih menghargai perjuangan ayahmu ya.(novi)
