Konten dari Pengguna

4 Puisi Pengorbanan Ayah yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi pengorbanan ayah, foto: Tim Mossolder/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi pengorbanan ayah, foto: Tim Mossolder/Unsplash

Orang bilang seorang ayah adalah cinta pertama putrinya. Tak hanya cinta pertama, ayah juga sering berkorban demi kebahagiaan anak-anaknya. Seperti juga makna yang terkandung pada 4 puisi pengorbanan ayah pada artikel kali ini.

Bagaimana isi 4 puisi tersebut? Jika kamu penasaran, langsung saja simak susunan kata indahnya di bawah ini

4 Puisi Pengorbanan Ayah yang Menyentuh Hati

Ilustrasi puisi pengorbanan ayah, foto oleh Szilvia Basso di Unsplash

Mengutip buku kumpulan puisi dan prosa Senja di Purbalingga & Taman-taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:19-43), berikut 4 contoh puisi pengorbanan ayah yang menyentuh hati.

1. Ayah

Kenang itu masih tertinggal di antara dinding bambu rumah kita dahulu

Diantara lantai tanah yang berdebu

Genting-gentingnya masih sering pecah dan bocor

Tirai-tirainya telah renta dan kotor

Engkau titipkan aku pada kebahagiaan

Engkau memisahkanku dari kesedihan

Bahumu kini tampak kuyu

Engkau titipkan aku pada keberuntungan

Sekuat tenaga menceraikanku dari kemalangan

Kulitmu kini tampak layu

Saat kita menyusuri jalan kenangan

Penuh sawah dan pepohonan

Angin terharu kegirangan melihat kita beriringan

Wajahmu kini tampak sayu

Engkau manjakan aku dengan doa luar biasa

Engkau manjakan aku dengan juang dan asa

Senjamu kini di ujung pintu

Namun engkau selalu jadi lelaki terbaikku

2. Cinta Anandamu

Tak sebesar cintamu

Tak seindah kasihmu

Tak setangguh pengorbananmu

Tak sedalam ketulusanmu

Cinta Anandamu Ini

Kadang berlomba dengan ego diri

Kau dikesampingkan

Kau dinomer duakan

Kadang laramu ku acuhkan

Lelahmu ku tak pedulikan

Air matamu ku biarkan

Menetes dengan percuma

Maafkan anakmu yang tak mampu

Menjadi pelangi dipilunya harimu

Aku tak mampu menjadi mentarimu

Yang bisa membuat semua mata selalu menyanjungmu

Maafkan aku yang hanya mampu

Menjadi rumput kecil

Yang selalu berada di bawah dan diinjak

Tak mampu membanggakanmu

Tapi, rumput kecil itu akan tumbuh kembali

Meski selalu diinjak dan disakiti

Rumput kecil itu akan kuat

Tak lagi membebanimu

3. Untuk Ayah Bunda

Dear ayah bunda,

Kami tahu kami adalah alasan terbesar letih dan lemah kalian.

Kami adalah alasan terbesar keringat peluh kalian

yang laksana embun di atap-atap daun.

Kami adalah alasan terbesar kasar dan keringnya kedua tangan dan kaki kalian.

Dear ayah bunda,

Kami adalah alasan terkeras kalian

agar terus keras dalam pinta pada Yang Kuasa

Walau terkadang putus asa melemahkan jiwa.

Kami adalah alasan terkuat kalian

agar terus kuat menahan kerasnya dunia.

Kalian terkadang harus mencicipi luka dan nestapa.

Mengadakan perjamuan air mata

atas setiap kisah pilu anak kalian ini.

Dear ayah bunda,

Kebanggaan kalian ini tak akan selalu cukup membanggakan kalian.

Kebahagiaan kalian ini tak akan selalu cukup membahagiakan kalian.

Namun kami selalu mengiba doa restu kalian,

agar mampu membuat guratan senyum di wajah kalian

dan menghapus air mata di ujung-ujung kelopak kehidupan kalian.

4. Dear My Dad

Dear my dad,

Embun di subuh itu menjadi saksi

Akan pengorbananmu yang tiada bertepi

Dari hitam rambutmu hingga putih rambutmu

Dari gagah ragamu

Hingga menua ujudmu

Dear my dad,

Sepeda motor butut itu menjadi saksi

Akan gigihnya perjuanganmu

Untuk kebahagiaan putra-putrimu

Mesin ketik tua di ruangan tua itu juga menyaksikanmu

Sekuat tenaga berjuang demi hidup buah hatimu

Dear my dad,

Mungkin seluruh emas permata yang ada di bumi ini

Tak akan pernah cukup untuk membalas seluruh cintamu

Kasihmu, sayangmu, dan juga pengorbananmu.

Dear my dad,

Semoga engkau di sayang Allah selalu.

4 contoh puisi pengorbanan ayah yang menyentuh hati, semoga setelah membacanya kamu lebih menghargai perjuangan ayahmu ya.(novi)