Konten dari Pengguna

4 Puisi Religi Pendek untuk Memperkuat Iman

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Puisi Religi Pendek, Foto: Unsplash/Abdullah Öğük
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi Religi Pendek, Foto: Unsplash/Abdullah Öğük

Karya sastra merupakan salah satu seni dalam bentuk bahasa yang mampu mengungkapkan perasaan jiwa si penyair, contohnya: puisi. Nah, salah satu tema puisi yang bisa kamu tulis adalah puisi religi pendek.

Puisi religi merupakan salah satu satu karya sastra yang mengungkapkan kedekatan, kedambaan, dan kecintaan kepada Tuhan. Pada umumnya pujangga puisi menuliskan karya ungkapan syukur serta doa yang disampaikan untuk Tuhan. Selain itu, puisi religi pada umumnya berisi tentang keagungan dan kebesaran Tuhan yang dikemas dengan kata kata yang menyentuh qalbu.

Puisi religi ini perlu kamu baca dan kamu baca untuk diri kamu sendiri ataupun teman kamu. Dengan membaca puisi, diharapkan isinya dapat menyadarkan mu atas keagungan Tuhan.

4 Puisi Religi Pendek

Nah, bagi kamu yang ingin mencari puisi religi, berikut ini adalah 4 puisi religi. Puisi ini dikutip dari Islam Rahmatan Lil'alamin: Antalogi Puisi Guru dan Siswa, (2019:4-10):

Merengkuh Cahaya Ilahi

Cipt : Fadlina Susanti

Dalam diam aku menatap langit

Indahnya kuasa-Mu memancarkan aura

Ketenangan dan keteduhan

Dalam hening aku menatap malam

Gemerlap bintang memancarkan kedamaian dan makna kehidupan

Dalam terang kupandang surya-Mu

Memancarkan energi membahana semesta

Membakar jiwa jiwa yang pucat pasi penuh duka, hampa dan nestapa

Menaklukkan hati hati yang keras membeku

Menjauh lari dari kejaran-Mu

Tuhan…

Hanya dengan karya-Mu meneguhkan jiwaku

Memandang lukisan-Mu memadamkan api amarahku

Menyentuh semarak harum bunga-Mu memberi nafas baru kehidupanku

Tuhanku….

Aku sering menjauh dari bayangan-Mu

Aku selalu sembunyi atas hadir-Mu

Aku bahkan lari dari cahaya-Mu

Tapi kau tetap mendekat…

Begitu rapat…

Begitu lekat…

Damai Itu Cinta

Cipt : Juliyastri, S.Pd

Bahagia itu adalah bilamana ada cinta

Sehati sejiwa senada dan seirama

Penuh kasih dan penuh pesona

Bak permata-permata surga

Yang kilaunya menembus angkasa raya

Dengan cinta kita akan menerima perbedaan

Dengan cinta akan menerima keragaman

Dengan cinta kita akan menerima banyak warna

Dengan penuh sukacita

Dengan cinta kita akan mampu membina persatuan

Untuk suatu tujuan meraih kebahagiaan

Setiap langkah dalam hidup adalah pertanggungjawaban

Yang senantiasa menjadi dasar pertanyaan

Ketika berhadapan dengan pencipta alam

Mari coba kita renungkan

Setiap helaan nafas yang terhembuskan

Begitulah pentingnya cinta dalam kehidupan

Ketika ia tergantikan oleh kemunafikan

Berubahlah taman menjadi gersang

Kegersangan hati karena tak punya cinta

Renungan Cinta Ilahi

Cipt : Fadlina Susanti

Aku ingin mencintai-Mu dengan tenang

Setenang air danau yang biru…

Aku ingin mendekati-Mu dengan suci…

Tanpa debu…tanpa virus…tanpa bakteri….

Aku ingin merengkuh-Mu dalam damai…

Tanpa misteri…tanpa basa basi…

Aku ingin tengadah dalam doa

Agar sendu-Mu menyentuh kalbuku

Menghangatkan jiwaku…

Melancarkan urat nadi kehidupanku…

Aku ingin melangkah dengan pasti..

Tanpa ragu..

Tanpa keliru…

Karena kuyakin Kau 'kan selalu disisiku

Aku ingin memandang-Mu dengan lekat

Tak terbatas…tak terputus…

Menatap-Mu dengan jiwa yang penuh..

Dengan hati yang utuh..

Tanpa perantara..tanpa ada siapa-siapa...

Hati dan Emosi

Cipt : Juliyastri, S.Pd

Hati-hati jika kaubermain hati

Karena hati bisa menyakiti

Bahkan bisa membuat orang lain patah hati

Apalagi kalau sampai mendua hati

Kalau hati ingin perih

Terkadang emosional diri tak terbendung lagi

Dalamnya laut bisa diduga

Dalamnya hati tiada terbukti

Goresan hati karena tergores

Akan lebih berbahaya daripada orang stress…

Tapi…

Ketika hati beroleh harapan

Berasa hidup sepanjang zaman

Berhati-hatilah dengan hati

Karena hati dala memancing emosi

Terkadang tak sadarkan diri

Orang lain pun tersakiti

Ocehan-ocehan yang terucapkan

Kadang begitu mudah terlepas dari tenggorokan

Terlepas dan menjadi ancaman, akhirnya menjadi Boomerang

Dengan dalih perdamaian

Angkara murka tetap disebarkan

Dengan sadis mengatasnamakan kebenaran

Agama Islam jadi sasaran

Dari butir butir keinginan yang terkadang menyesatkan

Itulah beberapa karya sastra puisi religi yang bisa kamu bacakan ke teman teman kamu. Nah, jangan lupa share ke keluarga dan teman kamu supaya kamu mendapatkam kebaikannya juga.(Sarah)