Konten dari Pengguna

4 Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan. Foto: pexel.com/suzy.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan. Foto: pexel.com/suzy.

Rindu masa lalu selalu terasa menyedihkan karena dirindukan seperti apa pun tak akan bisa kembali, paling-paling hanya bisa dituangkan dalam puisi rindu masa lalu yang menyesakkan.

Mengutip dari repository.unair.ac.id (2018: 1), ada tujuh kondisi yang menunjukkan rindu, yaitu rasa kesepian, kegalauan (perasaan tidak menentu), cinta, perasaan tersiksa, sedih, bahagia (tersenyum), dan merasuk ke dalam mimpi atau terbayang-bayang.

Rasa rindu ini bisa tertuju pada banyak hal, misalnya rindu kepada kekasih, rindu pada tanah air, rindu kepada keluarga, dan rindu masa lalu.

4 Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan

Ilustrasi Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan. Foto: pexel.com/vitaliy.

Berikut ini beberapa puisi tentang rindu masa lalu yang menyesakkan:

1. Aku, Waktu, dan Rindu

(Ayaaca)

Memang benar rindu itu sesak

Mengingat itu memang berat

Apalagi jika berharap, sangat menyayat

Semuanya memang tentang jarak

Semakin lekang waktu berlalu

Semakin berat pikulan rindu

Semakin mengingat masa lalu

Seperti jiwa yang terbelenggu

Berat, namun aku adalah waktu,

yang akan terus haus akan rindu

Meski tak ada yang memedulikanku

2. Pertemuan Lalu

(Ayaaca)

Berharap pertemuan itu tak lekang oleh waktu

Tak hilang oleh masa

Dan tak hanya meninggalkan kenangan saja

Namun semesta tak ingin lagi peduli

Setiap pertemuan harus ada perpisahan

Setiap perjalanan harus ada kenangan

Dan setiap perjuangan harus ada yang dikorbankan

Memang benar rindu itu sangat menyesakkan

Menahan sesak, berharap pertemuan

Namun, lagi-lagi semesta tak setuju

Berakhirlah semua sebagai masa lalu

3. Satu Titik Temu

(Ayacaa)

Ketika takdir berkata

Ketika kita bertemu di satu titik yang sama

Ketika masa didukung semesta

Namun kehendak berkata sebaliknya

Perpisahan harus tercipta

Meski akan ada rindu yang menganga

Mencabik hati, menerkam asa

Membawa petaka bagi sang pujangga

Terbungkam suara

Menahan sesaknya dada

Lantas, kapan kita akan berjumpa?

4. Tertawa Bersama

(Ayacaa)

Pada masa-masa yang sangat sempurna

Di mana kita tertawa bersama

Bercengkerama merajut asa

Mengisahkan setiap apa yang kita jumpai di tepian asa

Cinta dan kasih tak pernah menjadi bencana

Hingga tiba saatnya kita harus berpisah

Tak ada lagi tempat berkeluh kesah

Tak ada lagi tempat mencurahkan segala masalah

Tak pernah kujumpai lagi tujuan yang searah

Tak lagi kudapatkan cinta hingga terpanah

Dan kini, hanya rindu yang bertamu

Tak peduli mata nampak sendu

Tak peduli orang melihatku

Seperti layaknya awan yang kelabu

Nah, itulah beberapa puisi rindu masa lalu yang memang sangat menyesakkan.