4 Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rindu masa lalu selalu terasa menyedihkan karena dirindukan seperti apa pun tak akan bisa kembali, paling-paling hanya bisa dituangkan dalam puisi rindu masa lalu yang menyesakkan.
Mengutip dari repository.unair.ac.id (2018: 1), ada tujuh kondisi yang menunjukkan rindu, yaitu rasa kesepian, kegalauan (perasaan tidak menentu), cinta, perasaan tersiksa, sedih, bahagia (tersenyum), dan merasuk ke dalam mimpi atau terbayang-bayang.
Rasa rindu ini bisa tertuju pada banyak hal, misalnya rindu kepada kekasih, rindu pada tanah air, rindu kepada keluarga, dan rindu masa lalu.
4 Puisi Rindu Masa Lalu yang Menyesakkan
Berikut ini beberapa puisi tentang rindu masa lalu yang menyesakkan:
1. Aku, Waktu, dan Rindu
(Ayaaca)
Memang benar rindu itu sesak
Mengingat itu memang berat
Apalagi jika berharap, sangat menyayat
Semuanya memang tentang jarak
Semakin lekang waktu berlalu
Semakin berat pikulan rindu
Semakin mengingat masa lalu
Seperti jiwa yang terbelenggu
Berat, namun aku adalah waktu,
yang akan terus haus akan rindu
Meski tak ada yang memedulikanku
2. Pertemuan Lalu
(Ayaaca)
Berharap pertemuan itu tak lekang oleh waktu
Tak hilang oleh masa
Dan tak hanya meninggalkan kenangan saja
Namun semesta tak ingin lagi peduli
Setiap pertemuan harus ada perpisahan
Setiap perjalanan harus ada kenangan
Dan setiap perjuangan harus ada yang dikorbankan
Memang benar rindu itu sangat menyesakkan
Menahan sesak, berharap pertemuan
Namun, lagi-lagi semesta tak setuju
Berakhirlah semua sebagai masa lalu
3. Satu Titik Temu
(Ayacaa)
Ketika takdir berkata
Ketika kita bertemu di satu titik yang sama
Ketika masa didukung semesta
Namun kehendak berkata sebaliknya
Perpisahan harus tercipta
Meski akan ada rindu yang menganga
Mencabik hati, menerkam asa
Membawa petaka bagi sang pujangga
Terbungkam suara
Menahan sesaknya dada
Lantas, kapan kita akan berjumpa?
4. Tertawa Bersama
(Ayacaa)
Pada masa-masa yang sangat sempurna
Di mana kita tertawa bersama
Bercengkerama merajut asa
Mengisahkan setiap apa yang kita jumpai di tepian asa
Cinta dan kasih tak pernah menjadi bencana
Hingga tiba saatnya kita harus berpisah
Tak ada lagi tempat berkeluh kesah
Tak ada lagi tempat mencurahkan segala masalah
Tak pernah kujumpai lagi tujuan yang searah
Tak lagi kudapatkan cinta hingga terpanah
Dan kini, hanya rindu yang bertamu
Tak peduli mata nampak sendu
Tak peduli orang melihatku
Seperti layaknya awan yang kelabu
Nah, itulah beberapa puisi rindu masa lalu yang memang sangat menyesakkan.
