4 Puisi tentang Bahasa yang Keren

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemampuan berbahasa memungkinkan kita menciptakan berbagai karya tulis seperti puisi tentang bahasa, pantun, cerita pendek, novel, dan bermacam-macam tulisan indah lainnya.
Seperti dikutip dari Bahasa sebagai Alat Komunikasi, Citra Pikiran, dan Kepribadian, Noermanzah (2019: 306), dengan bahasa yang memiliki struktur kebahasaan unik, sebenarnya kita mampu memahami apa yang diharapkan oleh alam semesta.
Bahasa membuat kita bisa berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan manusia lain di dunia ini. Dengan bahasa pula kita mampu memelihara dunia agar tetap seimbang dan harmonis.
4 Puisi tentang Bahasa yang Keren
Mengutip dari laman poetryfoundation.com, iloveshakespeare.com dan outlookindia.com, berikut ini deretan puisi tentang bahasa yang keren sebagai referensi kamu.
1. Bahasa
Ketika seorang pria sedang jatuh cinta
bagaimana dia bisa menggunakan kata-kata lama?
Haruskah seorang wanita
menginginkan kekasihnya
berbaring dengan
ahli tata bahasa dan ahli bahasa?
Aku tidak mengatakan apa-apa
untuk wanita yang kucintai
tapi berkumpul
kata sifat cinta ke dalam koper
dan melarikan diri dari semua bahasa
2. Bahasaku
Bahasaku penuh makna
Satu kata penuh makna
Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa
Bahasaku
Kau hadir di tengah kehidupan masyarakat luas
Membawa beraneka warna untuk bangsa ini
Seperti alunan indah yang akan selalu menggema
3. Tubuhku adalah Wilayah Bahasaku
Tubuhku adalah wilayah bahasaku
Di bawah arteri dan pembuluh darahku
Bahasaku beredar, mendidih
Ia berjalan ke kaki, siku, dan kadang-kadang ke jantung
Di bawah perisai kulit kencang yang menyelimutinya
yang menekannya
Bahasaku terkadang tercekik
Masyarakat memutar bibirku ke arah yang berbeda
Dan bahasaku, bahasa manisku
Merasa dikhianati
4. Bahasamu Bukan Bahasaku
Bahasamu bukan bahasaku
Aku selalu menerobos terlalu cepat
dan kamu sampai pada intinya sangat terlambat
Aku membuat janji untuk jam tiga puluh dan kami menggoyangnya
Aku akan berada di sana dan kamu akan berada di sana – bukan?
Kami menunjuk, memberi isyarat lagi, tertawa, dan berpisah
Bahasanya bukan bahasa mereka
Angin membawa kata-katanya ke atas kabel dan aksennya
melompat-lompat seperti burung
Bahasaku bukan bahasamu, apa pun yang kamu katakan
Persahabatan kita tumbuh bukan dalam pemahaman yang akurat
Tapi di lidah tergelincir, waktu yang terlewatkan, pantomim, perjalanan,
Dan sangat menyukai pria yang tidak pernah kembali.
Nah, itulah tadi deretan puisi tentang bahasa sebagai referensi kamu. Semoga bermanfaat.
