Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Bumiku yang Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Puisi tentang Bumiku yang Penuh Makna, Foto: Unsplash/FatemeAlaie
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi tentang Bumiku yang Penuh Makna, Foto: Unsplash/FatemeAlaie

Puisi tentang bumiku banyak digaungkan oleh penyair sebagai bentuk perwakilan suara hati yang terlalu miris melihat kondisi bumi masa kini. Puisi ini sering dibacakan pada peringatan Hari Bumi.

Seperti yang diungkapkan oleh Ita Nuriati dalam buku kumpulan puisinya yang berjudul Gaung untuk Bumiku, bahwa tujuan adanya kumpulan puisi ini yakni bisa memberikan manfaat kepada pembaca pada umumnya guna mewujudkan tangan-tangan yang memiliki kepedulian terhadap alam sekitar, agar bumi ini lestari, tak tercemari, tak teracuni demi ibu pertiwi.

Maka dari itu, adanya puisi tentang bumi diharapkan bisa menambah rasa ikut memiliki oleh seluruh penduduk bumi tentang apa yang menjadi titipan Tuhan tentang alam yang patut dijaga kelestariannya bersama-sama. Mari kita simak kumpulan puisi tentang bumi di bawah ini!

Puisi tentang Bumiku

Mengutip dari buku berjudul Gaung untuk Bumiku oleh Ita Nuriati, berikut ini kumpulan puisi tentang bumiku yang penuh makna:

Puisi tentang Bumiku 1

Alamku, Harapanku

Memandang hamparan hijau bertebing

Kicau burung silih berganti

Bernyanyi merdu kisah pagi ini

Bahagia tlah datang mencari

Setangkup mimpi bersahaja

Merengkuh hangat sinari bumi

Belenggu gejolak semu nan syahdu

Seakan pecah seiring seirama

Bersemilah cinta pada alamku

Meraih suci walau terusik

Menelisik benak genggam nadamu

Yang terdalam dari hatimu

Puisi tentang Bumiku 2

Hijaukan Bumi, Sampai Mati

Jika bumi hijau, bencana malu datang

Jika lautan biru, terumbu karang tersenyum menawan

Yeeeaaahhh begitulah bumiku

Tanpa bahan pencemar

Sanak keturunan menikmati kehidupan

Tanpa bau busuk dan limbah

menggenang

Asap hitam tak pernah terlihat

Bukti derma manusia kepada alam

Ayo kawan, hijaukan bumi

Sekuat tenaga dan sebongkah semangat

Hingga nafas akhir berhembus

Demi anak cucu

Dan separuh harapan

Ayo teman, birukan laut

Agar pikiran tak hanyut

Tinggalkan bahan peledak penangkap ikan

Demi ekosistem kesayangan

Puisi tentang Bumiku 3

Sungaiku

Riang sungaiku tlah berubah

Seiring bangunan muncul di sekelilingnya

Deru mesin rutin hiasi

Suara keras mengoyak hening

Kikis getar mencipta polusi!!

Warna-warni memaksa masuk

Percikan air silih berganti

Ekosistem tlah teracuni

Meliuk-liuk jauh…

Bau gas lekat, sampah busuk, bangkai dan onggokan tak bertuan

Kontaminasi tak terbendung lagi

Walaupun doa slalu teriring

Sedih dan iba masih mengikuti

Jernih bak permata raja

Kini keruh bak air lindi

Limbah domistik, industry dan pertanian

Silih berganti tak karuan

Kapankah sungaiku kembali?

Berseri-seri dan tak menangis lagi. . .

Puisi tentang Bumiku 4

Sawit

Ku lihat nusantaraku, terasa penat nan empati luka

Mereka merusak dan berlalu

Para cukong bengis merusak bumi

Egoisme pun kian mendominasi lahan sawit negeriku

Racun tlah merasuki bawah sadarnya

Ibu pertiwi makin terluka

Alam kini kian murka

Hingga hempaskan yang tak berdosa jua

Sawit. . .

Kau incaran para budak materi

Yang tak sadar nilai eco peradaban

Hanya serakah merajalela terbersit di benak mereka

Demikianlah tadi kumpulan puisi tentang bumi yang penuh makna. Semoga bisa menginspirasi dan membuat kita lebih menyanyangi bumi. Salam Lestari!