4 Puisi tentang Cuaca yang Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu karya sastra yang indah adalah puisi. Mengapa demikian? Karena biasanya puisi menggunakan kata-kata indah yang puitis di dalamnya. Bagi kamu yang hobi membaca puisi, beberapa puisi tentang cuaca berikut ini bisa jadi bahan bacaan kamu yang penuh dengan makna.
Berdasarkan informasi dari buku Inspirasi Menulis Puisi di Alam Bebas, Karlina, (2022:3), pengertian dari puisi adalah hasil rekaman dan peristiwa yang menggambarkan objek menarik berdasarkan pikiran penulis ke dalam bentuk tulisan. Biasanya puisi berhubungan dengan pengalaman sang penulis. Bentuk puisi juga bermacam-macam, tergantung dari apa yang ingin dituliskan oleh sang penulis.
4 Puisi tentang Cuaca yang Penuh Makna
Berikut ini adalah beberapa puisi tentang cuaca yang penuh dengan makna dikutip dari buku Sabana Ilalang Liar, Nurul Mardiati (2020:42), Kumpulan Puisi Hujan dan Senja, Rosdiana NH, (2019:11), Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono, (1984:90) dan Mahir Berbahasa Indonesia 3: SMA Kelas XII Program IPA Dan IPS, P. Tukan, (2007:74).
1. Cuaca
Oleh Nurul Mardiati
Semalam,menurut ramalan cuaca
hari ini akan hujan deras
Bahkan di awal Oktober
katanya hujan ini akan menjadi
semacam awal tibanya bencana banjir
Heah… ternyata tidak
Mentari bersinar cerah
tak satupun gulungan awal kelam
menggelayut di langit biru
Cuaca kadang memang tak terduga
kadang sulit ditebak.
Seperti kamu
2. Hujan Bulan Juni
Oleh Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
3. Hujan
Oleh Rosdiana NH
Seperti mendung tapi tak hujan
Seperti gerimis yang hanya sekilas
Ada apa dengan gerangan?
Memberi tanda tapi tak selaras
Egokah jika aku kecewa?
Dengannya yang bukan siapa-siapa
Bagai bulan dan matahari
Tak pernah menyatu meski berarti
4. Salju
Oleh Wing Kardjo
Ke manakah pergi
mencari matahari
ketika salju turun
pepohonan kehilangan daun
Ke manakah jalan
mencari lindungan
ketika tubuh kuyup
dan pintu tertutup
Ke manakah pergi
mencari api
ketika bara hati
padam tak berarti
Ke manakah pergi
selain mencuci diri
Itu dia beberapa puisi tentang cuaca yang penuh dengan makna. Dari deretan puisi tersebut, manakah puisi yang menarik untukmu? Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang mencari puisi bertemakan cuaca, ya!(prima)
