4 Puisi tentang Dosa sebagai Bentuk Mawas Diri

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang pasti pernah berbuat dosa dan kesalahan. Oleh karena iu kita harus selalu mendapatkan pengingat dari apa pun itu bentuknya. Seperti beberapa puisi tentang dosa sebagai bentuk mawas diri berikut ini.
Ketika kita berbuat dosa maka akan mendapatkan balasannya. Sekecil apa pun dosa itu maka semuanya akan dibalas kelak. Oleh karena itu tak ada salahnya ketika kita mawas diri untuk lebih taat kepada Tuhan. Dan doa adalah sebaik-baiknya tempat perlindungan.
Seperti yang dikutip dari Dosa dan Dimensi Psikologis yang Terkandung di Dalamnya, Ramadan Lubis (2019:1), dosa adalah segala perbuatan yang bertentangan dengan kehendak dan perintah Allah SWT. Sampai di sini belum dibedakan besar kecilnya dosa.
4 Puisi tentang Dosa sebagai Bentuk Mawas Diri
Berikut ini beberapa puisi yang akan membuatmu lebih mawas diri.
1.Renungan Kalbu
(Ayaaca)
Kesunyian dalam gelap
Memimpin hati dan pikiran
Keselarasan yang selalu diharapkan
Namun pupus sudah ketika diri sudah dalam kemaksiatan
Dunia memang hanya sementara
Siapa yang tak pernah berbuat dosa?
Memang tidak ada manusia yang sempurna
Menyesal pun tiada artinya
Namun Tuhan tak pernah luput dari kasih sayangnya
Beribu maaf terus ia berikan
masihkah kita tidak bersyukur?
Terlalu naif jika harus masuk ke lubang yang sama
2.Mawas Diri
(Ayaaca)
Bukan hanya direnungi
Bukan hanya ditangisi
Kisah hidup memang sepelik ini
Namun Tuhan selalu mengawasi
Ketika lelah kembalilah pada Tuhan
Bukan melakukan kedzoliman
Ketika diri sudah tak mampu menopang kehidupan
Ingatlah Tuhan selalu memberi perlindungan
Tak ada yang sia-sia
Kecuali jiwa yang tak pernah mengucap do'a
Karena segala sesuatu
Berlaku atas kehendak-Nya
3.Meminta tanpa Memaksa
(Ayaaca)
Berdo'alah dengan penuh khidmat
Dan memintalah dengan benar tanpa khianat
Meminta kepada pencipta
Tanpa melanggar larangan-Nya
Terkadang manusia memang lupa diri
Meminta dengan memaksa dan membenci
Lupa Tuhan lah yang maha Pemberi
Segala sesuatu tiada arti jika tidak diridhai
4.Kembali pada Tuhan
(Ayaaca)
Banyak hal yang tak luput dari dosa
Melakukannya sengaja atau tanpa sengaja
Namun, Tuhan selalu memaafkan hamba-Nya
Apalagi yang kamu tunggu wahai jiwa?
Kembalilah pada tuhan mu
Sujudlah memohon ampunan-Nya
Jangan melakukan hal yang sama setelahnya
Perbanyak amal untuk mendekatkan diri pada-Nya
Karena Tuhan maha Pemberi segalanya
Nah, itulah beberapa puisi tentang dosa yang bisa membuat kita lebih mawas diri, Mendekatkaan kepada ketaatan dan menjauhi larangan-Nya. (ai)
