Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Emansipasi Wanita yang Menginspirasi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Emansipasi Wanita, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Abby AR
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Emansipasi Wanita, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Abby AR

Salah satu tokoh pejuang Indonesia yang identik dengan emansipasi wanita adalah Ibu R.A. Kartini. Sebagai bentuk mengenang jasa beliau, beberapa puisi tentang emansipasi wanita berikut ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi wanita Indonesia.

Pengertian dari emansipasi wanita sendiri adalah usaha agar terjadinya persamaan hak-hak wanita terhadap hak-hak pria di berbagai bidang kehidupan.

Hal ini bertujuan agar wanita bisa mendapatkan kesempatan bekerja dan belajar. Sebab, di zaman dulu masih sulit bagi kaum wanita untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.

Baca juga: 3 Puisi tentang Kartini yang Menyentuh Hati

4 Puisi tentang Emansipasi Wanita yang Menginspirasi

Puisi tentang Emansipasi Wanita, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Aaron Burden

Untuk mengenang jasa Kartini dalam usaha memperjuangkan hak wanita, inilah puisi tentang emansipasi wanita yang bisa jadi sumber inspirasimu dikutip dari buku Kartiniku, Kartinimu, Kartini Kita (Kumpulan Puisi), Vania Kharizma, dkk. (2022:72), Puisi untuk Ibu Kartini, Clarissa, dkk. (2018:59), dan Meniti Hari dalam Puisi, Sri Pudjiningsih (2007:17).

1. Sang Pioner Emansipasi Wanita

Karya: Dessy Kurniawati

Ibu Kartini

Sang pioner emansipasi wanita

Sosokmu tak lekang oleh waktu

Dan akan tetap abadi selamanya

Semangat dan perjuanganmu

Melahirkan Kartini muda

Dengan segudang karya

Demi Indonesia tercinta

Meskipun kini kau telah berada di pusara

Semangatmu

Karya-karyamu

Akan terkenang abadi dalam sanubari wanita Indonesia

Terima kasih, Ibu Kartini

Doa kami akan selalu bersamamu

2. Remajaku

Karya: Sri Pudjiningsih

Masih naik kereta api

Berangkat pagi sampai petang

Duit tak terhitung lagi

Remajaku

Kuisi dengan ilmu

Tari, nyanyi, kesukaanku

Tak banyak ceritaku

Banyak kawan-kawanku

Menurut ilmu tujuanku

Tuk penuhi harapan Ibu

Ibu … aku putrimu yang kesembilan harus berhasil

Harus berhasil!

Jangan hanya hidup di desa

Paling juga hidup dikawin paksa

Kartini …

Ikuti cita-cita

Mendobrak emansipasi wanita

Kartini …

Pahlawan wanita

Teladan wanita Indonesia

Remajaku …

Ceriaku …

Kulalui penuh haru

Suka duka menuntut ilmu

Di rantau antarkotaku

Remajaku …

Ceriaku …

Terisi dengan kegiatanku yang penuh padat

bagai sapi kekenyangan

3. Sang Pendekar Emansipasi

Karya M. Fahmi Rofiudlofir

Boleh saja Wonder Woman lihai mengolah pedang

Boleh saja Captain Marvel piawai di medan perang

Tapi keduanya hanyalah rekaan fiksi

Tak sehebat kisah pahlawan asli

Kartini putri pertiwi sang pendekar emansipasi

Seksisme terhadap perempuan

Sukses beliau porak porandakan

Marginal sumur, dapur, dan kasur

Beliau gempur babak belur lebur hancur

Kaum hawa berkembang subur dan makmur

Wahai, pendekar Nusantara

Walau kini ragamu jauh nun di alam baka

Tapi semangat jiwamu kekal bergelora di dalam dada

seantero wanita Indonesia

Wahai, pemuka bangsa

Istirahatlah dengan bangga di dalam keabadian nirwana yang Mahakuasa

4. Terima Kasih, Ibu Kartini

Karya: Esa Jati Manunggal Sukma Adhi

Mari sejenak kita renungkan sebuah kisah

Tentang seorang Kartini di zaman penjajahan

Di tengah kekayaan, ia hidup di kesederhanaan

Memberikan warisan perjuangan

Perempuan bukan barang pingitan

Yang hidup sebatas rumah dan halaman

Perempuan bukan barang murahan

Yang hidup sebatas kamar pendek desahan

Perempuan bukan hidup di dapur

Yang masak hanya nasi dan sayur

Perempuan bukan pula barang hiasan

Yang hidup sebatas acara peresmian

Perempuan bukan hidup dalam semak

Yang hanya hamil kemudian beranak

Perempuan haruslah berpendidikan

Bukan kubangan kebodohan

Walau perempuan berbeda

Dari fisik dan tutur kata

Tapi perempuan harus punya kebebasan

Seperti kaum pria yang punya kesempatan

Perempuan kini tak hanya memasak nasi

Ia pun bebas berkreasi

Kreatif, penuh percaya diri

Terima kasih, Ibu Kartini

Itulah empat puisi tentang emansipasi wanita yang bisa menginspirasi untuk berjuang meraih mimpi dan cita-cita. Sebagai wanita, jangan takut melangkah dan membuat gebrakan baru yang berguna bagi sesama. Semoga artikel ini bermanfaat!