4 Puisi tentang Go Green sebagai Pengingat dan Penegur

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan alam, kita bisa menulis dan memublikasikan puisi tentang go green sebagai pengingat
Go green adalah gerakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat ulah manusia sendiri. Padahal, manusia juga yang akan menanggung akibat dari kerusakan alam.
Baca Juga: Contoh Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam yang Merugikan
4 Puisi tentang Go Green sebagai Pengingat dan Penegur
Mengutip dari buku berjudul Antologi Puisi: Dialektika Rasa oleh Actadiurma (hal 24) dan buku Negeri Puisi oleh Mahida Ngangel (2017: 20), berikut ini contoh puisi tentang go green sebagai pengingat bagi kita semua.
1. Go Green
(Oleh: Actadiurma)
Kala embun jatuh membasahi dedaunan
Kala angin berhembus tenang
Pohon-pohon serasa ingin berlari
Kala hujan turun membasahi rerumputan
Kini tak ada tempat bagi mereka tinggal
Kupu-kupu, kumbang, dan burung
Kini yang tersisa hanyalah
Gedung-gedung yang tinggi
Kini Bumi Pertiwi penuh dengan polusi
Ini semua ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab
Dan tidak bisa bersyukur
Dan ini saatnya kita mengubahnya
Dan lestarikan alam kita
Agar negeri ini terlihat asri dan hijau
Indonesiaku asri, Indonesiaku Go-Green
2. Aku
(Oleh: Mahida Ngangel)
Cukuplah, kalian menjaga
Merawat, menyayangi, mencintaiku
Jangan kau bakar wajahku
Panas itu telah menghanguskanku
Jangan kau membenciku
Jangan kau buang sampah-sampah itu
Aku bisa menangis
Banjir itu bagai tangisanku
Maka, jadilah kalian penyelamat bumi
Tancapkan sebatang pohon kehidupan
Selamatkan bumi dari penjamah tak bermoral
Jangan biarkan satwa, hayati negeri
Musnah begitu saja
Aku tak akan pernah marah
Selagi kau mau menghargaiku
Aku adalah negerimu
3. Ayo Go Green
(dari situs allpoetry.com)
Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang datang ke rumahmu
Membawa semuanya ke sana, setiap piring, setiap sofa?
Ke mana kamu akan pergi?
Di mana kamu akan tidur di penghujung hari?
Hutannya besar, tapi semakin kecil
Bangunannya besar, dan semakin tinggi
Kita mengusir hewan dari habitatnya
Apa yang memberi kita hak untuk melakukan itu?
Terkadang kita lupa betapa beruntungnya kita
Dengan rumah mewah dan mobil mewah kita
Kita serakah dan menginginkan lebih, lebih, dan lebih
Kita terus membeli dan menjual, toko ke toko
Apakah layak menebang setiap pohon yang terlihat?
Apakah semua yang kita lakukan dianggap benar?
Ini adalah rumah mereka, tempat tinggal mereka
Mengapa di dunia ini kita harus mengambilnya?
Perhatikan baik-baik semua barangmu
Perhatikan baik-baik apa yang dapat kamu lakukan
Untuk menjaga agar rumput tetap hijau
Dan menjaga langit tetap biru
4. Peduli Lingkungan
(dari situs sites.com)
Udara kita semakin sulit untuk dihirup
Kita sangat membutuhkan pohon
Tapi di mana kita menemukan satu jika semuanya ditebang?
Jika pohon memiliki emosi
Mereka mungkin akan mengerutkan kening
Sampah di sini. Sampah di sana
Kantong plastik beterbangan di udara
Kaleng aluminium di rumput
Sampah membuat jalan ke pasokan air kita
Tidak hanya ikan yang hidup di perairan kita
Beruang kutub, penguin, anjing laut, bahkan berang-berang
Kita semua membutuhkan perlindungan
Tapi kita tidak bisa hanya menunggu keajaiban,
Kita harus bertindak!
Pikirkan hijau. Bertindak hijau. Hidup hijau.
Kemudian sebelum kamu menyadarinya
Kamu akan menyaksikan planet terbesar yang pernah dilihat
Peduli lingkungan!
Itulah dia empat contoh puisi tentang go green sebagai pengingat dan penegur bagi manusia. Semoga bermanfaat!
