Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Hak Asasi Manusia

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Puisi tentang Hak Asasi Manusia, Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez.
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi tentang Hak Asasi Manusia, Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez.

Artikel Inspirasi Kata kali ini, kamu akan menemukan contoh puisi tentang hak asasi manusia. Puisi ini dapat membantumu mengungkapkan perasaanmu sebagai seorang manusia.

Hak asasi manusia, seperti yang dikutip dari buku berjudul Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Hak Asasi Manusia, Henny Nuraeny (2021:47), merupakan asas-asas yang timbul dari nilai-nilai yang kemudian menjadi kaidah yang mengatur perilaku manusia dengan sesamanya.

Baca Juga: 7 Puisi Pendek Anak SD tentang Kemerdekaan

4 Puisi tentang Hak Asasi Manusia

4 Puisi tentang Hak Asasi Manusia, Foto: Unsplash/Clay Banks.

Dikutip dari buku berjudul Aku Ingin Jadi Peluru, Wiji Thukul (2000) dan situs www.pickmeuppoetry.org, berikut ini adalah contoh puisi tentang hak asasi manusia yang dapat kamu jadikan referensi:

1. Sajak Suara

Karya: Wiji Thukul

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam

mulut bisa dibungkam

namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang

dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan

di sana bersemayam kemerdekaan

apabila engkau memaksa diam

aku siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok

yang ingin merayah hartamu

ia ingin bicara

mengapa kau kokang senjata

dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata

ialah yang mengajari aku bertanya

dan pada akhirnya tidak bisa tidak

engkau harus menjawabnya

apabila engkau tetap bertahan

aku akan memburumu seperti kutukan

2. Peringatan

Karya: Wiji Thukul

jika rakyat pergi

ketika penguasa pidato

kita harus hati-hati

barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi

dan berbisik-bisik

ketika membicarakan masalahnya sendiri

penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh

itu artinya sudah gawat

dan bila omongan penguasa

tidak boleh dibantah

kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang

suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan

dituduh subversif dan mengganggu keamanan

maka hanya ada satu kata: lawan!

3. Bunga dan Tembok

Karya: Wiji Thukul

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak

kau kehendaki tumbuh

engkau lebih suka membangun

rumah dan merampas tanah

seumpama bunga

kami adalah bunga yang tak

kau kehendaki adanya

engkau lebih suka membangun

jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga

kami adalah bunga yang

dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga

engkau adalah tembok

tapi di tubuh tembok itu

telah kami sebar biji-biji

suatu saat kami akan tumbuh bersama

dengan keyakinan: engkau harus hancur!

dalam keyakinan kami

di mana pun -tirani harus tumbang!

4. Menjadi Kamu Menjadi Aku

Karya: Maria Stella Milani

Hak, keinginan dan pikiran

Tatap muka, pikiran ke pikiran, dari hati ke hati

Mata berpandangan

Tangan Bersentuhan

Getaran terasa dari pandangan

Kita semua sama

Kita bernapas, kita mati

Kita merasakan sesuatu, kita hidup

Menjadi setara:

Menjadi satu saat bersama

Menjadi teman, pasangan, saudara, individu, manusia

Menderita dan berbahagia

Hancur dan bangkit berdiri

Mengapa kita bertengkar satu sama lain ketika kita begitu mirip?

Kita adalah penulis takdir kita

Marilah percaya bahwa kita adalah satu

Marilah merasa bebas, untuk bebas

Mari menghormati siapapun di depan kita

Saat kita melihat seseorang tepat di matanya, ada sebuah kebenaran:

Kamu adalah bagian dariku, aku adalah bagian darimu

Itulah 4 contoh puisi tentang hak asasi manusia yang bersumber dari buku tentang seorang pejuang HAM di Indonesia. Semoga puisinya menyentuh hati ya. (Sasa)