4 Puisi tentang Hutan Gundul yang Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hutan gundul adalah satu dari sekian banyak ulah tangan jahil manusia yang merusak alam, menenbang pohon tanpa melakukan reboisasi. Dalam artikel kali kami akan membuat deretan puisi tentang hutan gundul yang penuh makna.
Dikutip dari buku berjudul Manajemen Hutan karya Frans Wanggai (2009: 24), hutan adalah suatu komunitas biologik dari tumbuhan dan hewan yang hidup dalam suatu kondisi tertentu, berinteraksi secara kompleks dengan komponen lingkungan tak hidup (abiotik).
Seperti yang dijelaskan di atas, hutan memiliki banyak manfaatnya bagi alam. Oleh karena itu, hutan yang menjadi gundul akan mendatangkan bencana, seperti longsor, banjir, kehilangannya rumah bagi flora serta fauna, dan hilangnya pemasok oksigen.
Puisi tentang Hutan Gundul yang Penuh Makna
Inilah 4 puisi yang mencerikan tentang hutan gundul yang penuh makna
1.
Apakah kita benar-benar mahluk yang berbudi?
Ku lihat kini binatang kehilangan rumahnya
Gajah terjerat, harimau masuk perkampungan
Bukankah itu salah kita yang merusak hutan?
Tanpa sadar, manusialah yang mengakibatkan bumi menangis
Tebang pohon, bakar hutan untuk buka lahan
Manusia oh manusia
Bencana hanya dari dan untuk kita sendiri, manusia
2.
Hutan
Kau dulu berwarna hijau
Kaulah sumber kehidupan kami
Kau simpan air dan makanan
Kau juga menghasilkan berbagai jenis kayu
Kau juga menjadi pelindung bagi hewan dan tumbuhan
Semua itu untuk kehidupan manusia, kami sendiri
Namun, sedih hati ini
Saat diberita ternyata kini kau digunduli
Oleh orang yang tidak tahu
3.
Apakah suatu saat nanti
Aku akan berkata kepada anak dan cucuku
Seperti yang dikatakan nenek pa
daku
Jika tempat yang aku tahu sekarang
Dahulunya adalah hutan
Apakah ini memang sifat manusia?
Hutan yang dahulunya hijau rindang
Kini menjadi lahan kering kerontang
Oleh tangan iseng
Yang tidak berhenti walau dilarang
4.
Apa Tuhan akan mendengar doa kita
Saat longsor dan banjir melanda
Karena semua itu adalah bayaran
Dari kelakuan keji merusak alam
Hutan,
Tempat yang memberikan kehidupan
Kayu, makanan
Bahkan binatang merasakan kebebasan di hutan
Kini kita, manusia hanya bisa menangis dan berharap
Apa Tuhan mendengar doa kita
Saat banjir dan longsor tiba
Akibat tangan manusia
Merusak alam, mengunduli hutan
Itulah contoh 4 puisi tentang hutan gundul yang penuh makna. Semoga puisi di atas bisa menjadi renungan untuk selalu menjaga alam dan lingkungan sekitar.(andi)
