Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Kesehatan Jiwa yang Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Kesehatan Jiwa. Foto: Unplash/Dan Meyers
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Kesehatan Jiwa. Foto: Unplash/Dan Meyers

Beberapa puisi tentang kesehatan jiwa yang telah disediakan oleh Inspirasi Kata ini bisa kalian jadikan penyemangat untuk terus berusaha kuat menghadapi rintangan yang menguras mental dan hati.

Memang, satu hal yang penting dan harus dijaga selain kesehatan fisik ternyata juga kesehatan jiwa. Pasalnya, di usia dewasalah, kita sudah merasakan pahitnya dunia.

Baca juga: 30 Kata Pujian untuk Anak yang Bikin Semangat

4 Puisi tentang Kesehatan Jiwa yang Penuh Makna

Ilustrasu Puisi tentang Kesehatan Jiwa. Foto: Unplash/Marcel Strauß

Yuk, intip deretan puisi tengang kesehatan jiwa yang penuh makna dalam uraian artikel berikut ini, yang dikutip dari situs happiful.com, dan buku yang berjudul Empati : 150 Karya Puisi Pilihan Penulis nNasional, Eko Adi Prasetyo dkk, (2020:117&131).

1.Ketahanan

Oleh: Alex Elle

Lihat kamu.

Masih berdiri

setelah

dirobohkan

dan dibuang.

Lihat kamu.

Masih tumbuh

setelah

dipetik dan dipetik

dan didorong keluar dari

rumahmu.

Lihat kamu.

masih menari

dan bernyanyi

setelah

dikalahkan dan dibongkar.

lihat dirimu, sayang.

Masih di sini dan berharap

setelah itu semua.

2. Rumah Tamu

oleh: Rumi

Rumah ini adalah wisma.

Setiap pagi kedatangan yang baru.

Kegembiraan, depresi, kekejaman, beberapa kesadaran sesaat datang

sebagai tamu tak terduga.

Sambut dan hibur mereka semua!

Bahkan jika mereka adalah sekelompok manusia yang memiliki kesedihan,

yang dengan kasar menyapu rumahmu dan mengosongkan perabotanmu ,

tetap saja, perlakukan setiap tamu dengan hormat.

Dia mungkin membersihkan tempatmu untuk kesenangan barunya.

3. JANGAN! MENGAPA?

Oleh : Ika Wita Ersalina

Matamu

Ya matamu

Berusaha menelurkan mutiara

Buah dari rasa iba

Ku bilang: Jangan kasihani dia!

Kau bertanya: Mengapa tak boleh?

Itu palsu, sementara kau merasa lebih baik darinya

Di saat pendulum nasib menjadi rahasia semesta

Batinmu

Tepat, dia yang mengerut terenyuh

Seolah menjalar ke seluruh jasmani

Meruntuhkan tembok ragawi, memuncratkan darah keprihatinan

Ku bilang: Jangan arahkan tanganmu ke dada!

Kau bertanya: Mengapa tak boleh?

Itu hanya tabir tipis mencuatnya kecongkakan

Sebelum batin kebenaran tak lagi berteriak

Kalau kau sungguh senasib sepenanggungan

Kalau kau sungguh sama rata sama rasa

Kubilang: Jangan tutupi tindak tandukmu!

Kau bertanya: Mengapa tak boleh?

Cukupkan sandiwara kasih sayang di balik topeng kepalsuan

Antarkan ia ke gerbang persamaan ciptaan Sang Hyang Wenang

Sidoarjo, 04 April 2020

4. TANPA ADA KEEGOISAN

Oleh: Kornelia Stephanie

Hari yang sejuk, angin meniup dedaunan jati

Duduk di kursi cokelat panjang, di bawah pohon jati nan kokoh

Suara burung di atas permukaan danau

Asyik melihatnya, bermain bersama

Saling mengejar di udara lepas

Menikmati suasana di tepi danau dengan sepasang kue kering cokelat

Manis rasanya

Namun tak semanis dengan dunia ini

Tak sengaja, aku melihat sekumpulan semut

Mendekatiku

Oh tidak, mereka mendekati remah-remah kue keringku

Tubuh mereka kecil, namun dapat membawa remah besar kue kering

Bahu-membahu mereka, mengisyaratkan teman-teman lain untuk membantu

Tanpa ada keegoisan

Bekasi, 25 Maret 2020

Nah, itu dia beberapa puisi tentang kesehatan jiwa. Semoga bermanfaat untuk kamu semua ya! (diah)