4 Puisi tentang Kesehatan Jiwa yang Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa puisi tentang kesehatan jiwa yang telah disediakan oleh Inspirasi Kata ini bisa kalian jadikan penyemangat untuk terus berusaha kuat menghadapi rintangan yang menguras mental dan hati.
Memang, satu hal yang penting dan harus dijaga selain kesehatan fisik ternyata juga kesehatan jiwa. Pasalnya, di usia dewasalah, kita sudah merasakan pahitnya dunia.
Baca juga: 30 Kata Pujian untuk Anak yang Bikin Semangat
4 Puisi tentang Kesehatan Jiwa yang Penuh Makna
Yuk, intip deretan puisi tengang kesehatan jiwa yang penuh makna dalam uraian artikel berikut ini, yang dikutip dari situs happiful.com, dan buku yang berjudul Empati : 150 Karya Puisi Pilihan Penulis nNasional, Eko Adi Prasetyo dkk, (2020:117&131).
1.Ketahanan
Oleh: Alex Elle
Lihat kamu.
Masih berdiri
setelah
dirobohkan
dan dibuang.
Lihat kamu.
Masih tumbuh
setelah
dipetik dan dipetik
dan didorong keluar dari
rumahmu.
Lihat kamu.
masih menari
dan bernyanyi
setelah
dikalahkan dan dibongkar.
lihat dirimu, sayang.
Masih di sini dan berharap
setelah itu semua.
2. Rumah Tamu
oleh: Rumi
Rumah ini adalah wisma.
Setiap pagi kedatangan yang baru.
Kegembiraan, depresi, kekejaman, beberapa kesadaran sesaat datang
sebagai tamu tak terduga.
Sambut dan hibur mereka semua!
Bahkan jika mereka adalah sekelompok manusia yang memiliki kesedihan,
yang dengan kasar menyapu rumahmu dan mengosongkan perabotanmu ,
tetap saja, perlakukan setiap tamu dengan hormat.
Dia mungkin membersihkan tempatmu untuk kesenangan barunya.
3. JANGAN! MENGAPA?
Oleh : Ika Wita Ersalina
Matamu
Ya matamu
Berusaha menelurkan mutiara
Buah dari rasa iba
Ku bilang: Jangan kasihani dia!
Kau bertanya: Mengapa tak boleh?
Itu palsu, sementara kau merasa lebih baik darinya
Di saat pendulum nasib menjadi rahasia semesta
Batinmu
Tepat, dia yang mengerut terenyuh
Seolah menjalar ke seluruh jasmani
Meruntuhkan tembok ragawi, memuncratkan darah keprihatinan
Ku bilang: Jangan arahkan tanganmu ke dada!
Kau bertanya: Mengapa tak boleh?
Itu hanya tabir tipis mencuatnya kecongkakan
Sebelum batin kebenaran tak lagi berteriak
Kalau kau sungguh senasib sepenanggungan
Kalau kau sungguh sama rata sama rasa
Kubilang: Jangan tutupi tindak tandukmu!
Kau bertanya: Mengapa tak boleh?
Cukupkan sandiwara kasih sayang di balik topeng kepalsuan
Antarkan ia ke gerbang persamaan ciptaan Sang Hyang Wenang
Sidoarjo, 04 April 2020
4. TANPA ADA KEEGOISAN
Oleh: Kornelia Stephanie
Hari yang sejuk, angin meniup dedaunan jati
Duduk di kursi cokelat panjang, di bawah pohon jati nan kokoh
Suara burung di atas permukaan danau
Asyik melihatnya, bermain bersama
Saling mengejar di udara lepas
Menikmati suasana di tepi danau dengan sepasang kue kering cokelat
Manis rasanya
Namun tak semanis dengan dunia ini
Tak sengaja, aku melihat sekumpulan semut
Mendekatiku
Oh tidak, mereka mendekati remah-remah kue keringku
Tubuh mereka kecil, namun dapat membawa remah besar kue kering
Bahu-membahu mereka, mengisyaratkan teman-teman lain untuk membantu
Tanpa ada keegoisan
Bekasi, 25 Maret 2020
Nah, itu dia beberapa puisi tentang kesehatan jiwa. Semoga bermanfaat untuk kamu semua ya! (diah)
