4 Puisi tentang Kesendirian yang Memuakkan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang kesendirian menjadi cara bagi sebagian orang untuk mencurahkan perasaan sepinya.
Puisi adalah ungkapan hati tentang berbagai hal dalam kehidupan, seperti kebahagiaan, cinta, keprihatinan, atau kesedihan. Puisi pun dapat digunakan untuk memotivasi dan membangkitkan semangat.
Puisi tentang Kesendirian
Berikut ini Inspirasi Kata memberikan beberapa puisi tentang kesendirian yang memuakkan, dikutip dari poetryfoundation.org, momjuction.com, dan familyfriendpoems.com.
1. Aku Kesepian Bagaikan Awan
Aku mengembara kesepian seperti awan
Yang mengapung di lembah dan bukit yang tinggi
Ketika seketika itu juga aku melihat kerumunan
Sejumlah besar bunga bakung emas
Di samping danau, di bawah pepohonan
Berkibar dan menari di angin sepoi-sepoi
2. Musim Kemarau dan Sepiku
Hari ini, musim kemarau datang lagi
Tiga kali telah berganti tetapi diriku masih sendiri
Harapan dan kenyataan, itu sama saja
Mereka hanya menciptakan sebuah luka
Kujalani saja musim kemarau walau sepi menyelimuti diri
Jika saatnya tiba, pada musim selanjutnya
Sendiri ini akan hilang karena kedatangan pangeran
3. Sendirian
Itu adalah sesuatu yang mereka bawa bersama mereka
– penjelajah shift malam pelaut –
seperti sepasang teropong yang bagus
atau kotak kamera
dengan kompartemen yang sempurna dan dalam
Ini memiliki platina
yang tenang yang menyerap dan memantulkan
seperti instrumen berharga yang
harus kamu tandatangani
- kontrak dengan sendiri -
dan pada akhir perjalanan
kamu harus menyimpannya
Kadang jaraknya sangat jauh
Kadang-kadang begitu dekat
pada awalnya kamu berpikir orang di sebelah kamu
mengambil meletakkan
cangkir pribadi
sebuah buku dalam bahasa lain
sebelum kamu menyadari apa
– ketika pembicaraan telah pindah
menyandarkan lengannya
di atas meja orang lain –
sedang
diserahkan kepada kamu
4. Jiwa yang Kesepian
Jiwa yang kesepian mengembara
Sendiri di jalan kehidupan
Tak ada jiwa lain sebagai pendampingnya
Jiwa yang sepi mengembara
Sendiri di siang hari
Kamu melakukan tugasnya
Di jalan kehidupan
Jiwa yang kesepian mengembara
Sendiri dalam kehidupan
kamu bertemu banyak jiwa lain
Yang menjadi
Tidak layak untuk jiwa yang kesepian
Jiwa yang kesepian mengembara
Hari demi hari berlalu
Jiwa yang kesepian menjadi semakin sepi
Tanpa jiwa lain sebagai pendampingnya
Jiwa yang kesepian mengembara
Sendiri di jalan kehidupan
Jiwa yang kesepian memutuskan
untuk tidak mati, tetapi untuk menghadapi
Kehidupan dalam semua kesulitannya
Jiwa yang kesepian mengembara
Demikian beberapa puisi tentang kesendirian yang memuakkan. Semoga bermanfaat!
