4 Puisi tentang Lingkungan Alam

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia tanpa sadar kerap merusak alam. Bisa jadi karena manusia mempunyai sifat tamak dalam dirinya. Kondisi alam yang kian rusak menggugah para penyair untuk menuliskannya dalam bentuk puisi. Rintihan suara alam diwujudkan dalam untaian kata yang bertujuan untuk menggugah manusia untuk melestarikan lingkungan. Dalam artikel berikut akan kami sajikan 4 puisi tentang lingkungan alam sekitar agar kita dapat merenungi dan mensyukuri nikmat alam yang dilimpahkan Tuhan.
Puisi tentang Lingkungan Alam
Mengutip dari buku Sumber Inspirasi Berpuisi karya Trian Pamungkas, M.Pd (2020:25), puisi lingkungan alam merupakan puisi yang bersumber pada alam sekitar yang berupa benda mati seperti tumbuhan dan keindahan.
Dalam menulis puisi tentang lingkungan, biasanya seorang penyair menjadikan objek lingkungan sebagai sumber inspirasi, baik secara spontan ataupun tidak. Inspirasi spontan muncul saat penyair tengah mengamati lingkungan. Sedangkan inspirasi tidak spontan akan muncul saat penyair mengingat kembali hal-hal yang pernah dialami sebelumnya.
Simak 4 puisi tentang lingkungan alam berikut, yang kami kutip dari buku Antologi Puisi dan Fotografi karya Kepundan Kasih Menyadap Ilham dari Alam karya Novi Indrastuti dan Harno Depe (2021) :
Menyadap Ilham di Tepian Samudera
Angin laut telah menerbangkan
tumpukan kata-kata bermakna
yang tercerabut dari akar jiwa
menjelma serpihan buih angan
yang menebarkan puing yang berserak.
Angin laut menyapa lagi
seraya membisikkan gelora
untuk menyadap ilham
yang tengah berkeliaran
di sekujur tepian samudera
Yogyakarta, 19 Mei 2018
Di Gerbang Samudera
Saat lidah riak ombak
mencumbui bulir pasir
di sekujur bibir pantai
getar birahi bertandang
menjamahi kisi rindu
membujuk bara hasrat
merayu bayang dirimu
Kidung syahdu menggema
digamit desir angin laut
merambah ke sudut jiwa
mengarsir selembar harap
di atas kanvas nurani
dan aku pun menunggumu
di gerbang samudera
Yogyakarta, 1 Mei 2018
Dalam Pelukan Biru
Biru air bersimpuh
di kaki gunung hijau
membasuh dahaga pertemuan
dan memerdekakan jiwa
dari seikat kembang rindu.
Biru memeluk gunung
meneduhkan renjana bergelora
meredam bara nyala emosi
yang menggersangkan jiwa.
Biru memeluk gunung
menyimakan getir tersembunyi
menuntun gemulai liuk mata pena
membatik untaian aksara jiwa
menjelmakan syair yang mengalir.
Yogyakarta, 25 Mei 2018
Indah yang Tak Kekal
Mencoba mengungkap makna
di balik rindangnya pepohonan
hidup lalu tumbuh menghijau
berangsur renta daun berguguran
batang meranggas akar merapuh
didera ganasnya laju waktu.
Tak ada keindahan yang kekal
pada tiap jangkah kehidupan
bahkan mata air pegunungan
yang janjikan kesegaran
di tiap bulir tetes airnya
bisa tetiba hilang kesejukan.
Yogyakarta, 20 Mei 2018
Demikian 4 puisi tentang lingkungan alam sekitar yang patut Anda renungi. Sebagai manusia yang turut menikmati manfaat yang diberikan alam, kita hendaklah turut berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan. Jika belum mampu turut serta, setidaknya jangan menambah kerusakan, agar keturunan kita kelak masih dapat menikmati keindahan dan kebaikan alam semesta. Salam lestari!(Bhilda)
