Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Sahabat yang Berubah dan Menjauh

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi tentang sahabat yang berubah, foto oleh Ross Findon di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi tentang sahabat yang berubah, foto oleh Ross Findon di Unsplash

Ketika teman-teman kita berubah dan menjauh atau kita dijauhi mereka tanpa suatu hal yang jelas, maka akan banyak rasa yang hadir dalam hati kita. Rasa tersebut bisa kita tuangkan dalam puisi tentang sahabat yang berubah.

Mungkin dengan menuangkannya lewat puisi segala perasaan yang tak bisa kita ungkap, bisa terwakilkan melalui rangkaian kata tersebut. Seperti 4 contoh puisi tentang sahabat yang berubah dan menjauh di bawah ini, yang juga hadir dari kedalaman rasa sang penulis.

4 Puisi tentang Sahabat yang Berubah dan Menjauh

Ilustrasi jendela kamar di puisi tentang sahabat yang berubah, foto oleh Petter Rudwall di Unsplash

Mengutip buku Senja di Purbalingga, Khansa Kurnia, (2019:16-24) berikut deretan 4 puisi tentang sahabat yang berubah dan menjauh.

1. Teman Dalam Kenang

Pada jendela kaca di kamarmu ingin kubisikkan kisah ini

Saat engkau mengasingkanku seorang diri

Menuliskan aksara luka di atas meja jati

Kawan, di mana bahumu saat itu

Mungkin engkau takut bajumu basah oleh air mataku

Pada atap-atap genting di rumahmu ingin kuceritakan

Saat engkau meninggalkanku dalam lautan kesedihan

Menenggelamkanku dalam sungai keterpurukan

Di mana bahumu saat itu, Kawan

Mungkin engkau takut bajumu terkotorkan

Pada dinding-dinding kayu di rumahmu ingin kugoreskan kenangan

Saat engkau menawarkan mawar di permulaan

Lalu memberikan duri pada akhirnya

Kawan, di mana bahumu saat itu

Mungkin bahumu lelah untuk sekadar menopangku

2. Rumput Kecil

Maaf, Teman, karna aku tak seindah pelangi yang membuat hidupmu penuh warna warni

Maaf, Teman, karna aku tak sehangat mentari

Yang mampu menghangatkan duniamu

Aku hanyalah rumput kecil yang sering terinjak dan tak bijak

Maaf, Teman, aku tak sebening embun pagi

Tak secantik bunga di taman

Tak semenarik permata yang berkilauan

Aku hanyalah rumput kecil

Yang kadang kering layu tak sedap dipandang matamu

Maaf, Teman, karna aku tak seelok purnama

Tak secemerlang bintang di angkasa

Tak semegah langit senja

Aku hanyalah rumput kecil

Yang kadang tumbang tertiup angin

Maaf, Teman, aku hanyalah rumput kecil

Yang pantas dilupakan dan diabaikan

Hanyalah rumput kecil yang pantas di bawah bukan di atas

Tapi satu janji rumput kecil la akan tetap kuat meski slalu diinjak

Ia akan tetap tumbuh pantang mengeluh

3. Friendship

Aku adalah musafir yang fakir akan ilmu persahabatan

Aku tak tahu apa arti persahabatan,

Tapi perjalanan hidup mengajariku tentangnya

Aku bertanya pada bunda apa itu makna persahabatan,

Ia hanya diam,

Tapi ketika aku dicampakkan dewi fortuna,

Ia selalu ada di sampingku.

Lalu aku bertanya pada kakakku,

Namun tak kunjung jua kudapatkan jawabannya,

Tapi ketika aku terseret dalam samudera jelaga yang kelam,

Ia datang menarik tanganku.

Lalu aku bertanya pada adikku,

Ia hanya tersenyum,

Tapi ketika aku ditinggal oleh kebahagiaan,

Ia ingin selalu membagi senyumnya untukku,

Yang aku tahu sahabat adalah ayah, ibu, kakak dan adikku.

Aku mencoba mencari makna persahabatan dari setitik embun di ujung daun

Ia akan tampak berkilau jika sang surya membagi cahayanya yang sempurna

Aku mencoba mencari maknanya lagi pada langit malam

Ia tak ‘kan runtuh meski bulan dan bintang membiarkannya sendiri,

Menyusuri malam yang sepi.

Bukankah sahabat selalu menerima,

Meski kau sekuntum bunga yang indah memesona

Atau rumput kecil yang tak berharga dan pantas untuk diinjak.

Sungguh, Teman, aku adalah manusia yang tak tahu cara berteman,

Namun tahukah kalian, aku selalu mencoba menjadi teman yang baik untuk kalian,

Agar aku pantas berteman dengan kalian,

Agar aku bisa menyatu dengan kalian.

Terima kasih, Teman, kalian telah mengajarkanku makna persahabatan,

Hingga aku setabah ini

Dan tak menangis lagi dalam kesendirian di ruang-ruang yang sunyi.

Terima kasih, kalian membuatku kuat dan tangguh,

Hingga aku bisa berdiri di kakiku sendiri,

Meski tak ada yang menemani dan menopang ketika terjatuh luruh.

Maafkan waktu yang lalu ketika aku tak mampu menjadi teman yang baik bagi kalian.

Aku hanyalah orang yang buruk dalam berteman.

Aku harap kalian memaafkanku dan menerima kurangku.

4. Aku Bisa Apa

Aku bisa apa jika aku tak dipuja

Aku bisa apa jika aku tak disuka

Aku bisa apa jika aku dipandang sebelah mata

Aku bisa apa jika aku tak pernah dianggap ada

Jika aku bisa, akan kubawa mentari di hadapanmu

Agar engkau dengan jelas melihatku

Jika aku bisa, akan kubawa rembulan di hadapanmu

Agar kau dengan tegas menyanjungku

Tapi aku bisa apa

Jika aku mampu, akan kuhapus setiap air mata

Akan kupupus setiap bala

Jika aku mampu, akan kugulung setiap mendung

Akan kupelangikan setiap langit

Tapi aku bisa apa

Itulah tadi deretan 4 puisi tentang sahabat yang berubah dan menjauh. Semoga kamu juga bisa mencurahkan perasaanmu yang terdalam lewat puisi ya. Sehingga bisa membuat hatimu lega karena sudah mengeluarkan semua unek-unek di dada. (novi)