4 Puisi tentang Virus yang Bisa Dijadikan Renungan untuk Umat Manusia

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang virus adalah karya sastra yang mengisahkan tentang betapa jahatnya virus dalam merenggut nyawa manusia. Tema puisi sangat tepat untuk mengenang pandemi COVID-19 yang masif terjadi beberapa tahun silam.
Puisi tersebut juga dapat digunakan sebagai peringatan pada generasi di masa kini dan di masa depan agar menjalani hidup yang lebih sehat. Dengan begitu, berbagai virus yang mengancam kesehatan dapat diperangi.
Puisi tentang Virus yang Bisa Dijadikan Renungan
Virus adalah zat berbahaya yang mengancam kesehatan atau bahkan nyawa manusia. Mengutip situs hellopoetry.com, inilah kumpulan puisi tentang virus untuk dijadikan sebagai renungan dan peringatan.
1. Dalam Mimpi Buruk
Karya: Alienpoet
Dalam mimpi buruk
Kita kehilangan diri kita sendiri
Tidak ingin saling menatap mata
Kiri versus kanan
Hanya jutawan dan miliarder yang mampu bertarung
Laki-laki versus perempuan
Transfobia
Fanatik
Jatuhkan kebencian untuk berhubungan
Hidup dijual murah melalui perang internet
Bangsa kita
Bangsa pintu terkunci
Dan omong kosong yang didorong oleh kebencian
Rakyat
Aku mencintai kalian semua kecuali pikiran kalian terkunci
Perang budaya Facebook
Media
Peringkat melonjak
Pergi virus menjadi virus
Atau menginspirasi kita
Itu pilihanmu
Perang diberikan kepada orang kaya
Jika miskin Anda menggali kubur atau parit
2. Mimpi Covid
Karya: Nigdaw
Udara di luar masih
Seolah-olah dunia
Adalah ruang tamu
Dan perabotan pepohonan
Teriakan yang membangkitkan rasa takut
Terdengar dekat
Agresif mengancam
Seolah-olah diarahkan padaku
Seekor laba-laba kecil merangkak
Di bagian depan kemeja saya
Salah satu yang membuat
Jaring kepala Anda
Dan gatal sepanjang hari
Mobil lebih banyak suara daripada tenaga
Menggemakan suara knalpotnya
Mengitari rumah-rumah bertingkat
Kemudian
Semua menjadi sunyi
Seolah-olah gelombang telah
Melembut menjadi kolam penggilingan
Seekor burung bernyanyi
Yang paling menghantui indah
Menahan diri, pelantun kesepian
Mengisi airwav
Es
Akhirnya saya tidur lagi
3. Shadow Lies
Karya: Nick Armbrister
Orang mati pasti menertawakan betapa konyolnya kita
Karena sebagian besar dari kita akan segera bergabung dengan mereka
Karena disuntik dengan vaksin
Untuk menyembuhkan dunia dari Virus PKT
Dan menghilangkan populasi planet ini untuk mereka
Mereka yang menjalankan dunia di belakang layar
Kita hanya melihat bayangan dan mendengar kebohongan
Dan hitung mundur sampai kita semua mati
Jam di ruang hampa terus berdetak
Maukah kau pergi dan mati sebelum aku
Waktunya untuk pergi sekarang sampai jumpa lagi
4. Sebuah Perjalanan Spiritual
Karya: Ken Pepiton
Di Youtube,
Dari sudut pandang pemegang kamera,
- kita, yang hidup, kitalah yang pertama kali memiliki mata ini,
Menambah kita,
Susunan memori sekejap
Dengan hari dan jam dan menit dan
Hanya sekarang
Antara mereka dan kita
Dan ketika
Kemudian
Ini menjadi, dalam tetesan atau banjir, sebuah perasaan
Saya tahu yang baik telah dilakukan, menjadi
Langsung dari pengertian
Kita sebut umum
Baca juga: 7 Puisi tentang Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
Puisi tentang virus yang disebutkan di atas tidak hanya sekadar tulisan biasa, melainkan pesan mendalam yang mengandung renungan bagi seluruh umat manusia. Dengan begitu, diharapkan fenomena pandemi yang diakibatkan oleh virus tidak akan terulang lagi. (DLA)
