45 Contoh Kalimat Idiom dalam Bahasa Indonesia dan Maknanya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin masih banyak yang asing dengan sebutan idiom, padahal kata-katanya sering digunakan dalam karya tulis ataupun saat berdialog. Biar lebih paham maksud dari istilah itu, cari tahu terlebih dahulu contoh kalimat idiom beserta maknanya.
Dengan membaca contohnya, pasti sudah bisa menebak apa yang dimaksud dengan idiom, baik dari segi pengertian, fungsi, dan cara penggunaannya.
Secara garis besar, idiom adalah kata atau kalimat yang maknanya tidak dapat dijabarkan secara harfiah, tetapi bisa mewakili ekspresi tertentu yang tersirat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Kalimat Idiom
Pengambilan makna kalimat idiom tidak bisa dilakukan berdasarkan makna asli kata-katanya. Sebab, arti idiom yang tergambarkan dalam sebuat kalimat bahkan sangat jauh dengan makna asal setiap katanya.
Agar lebih paham dengan maksud penjelasan tersebut, simak contoh kalimat idiom yang dikutip dari buku Kumpulan Peribahasa, Majas, dan Ungkapan Bahasa Indonesia, halaman 187 - 200 pada ulasan berikut:
Benang kusut: Perkara yang susah diselesaikan
Benang merah: Sesuatu yang saling berhubungan hingga menjadi kesatuan
Apotek hidup: Pekarangan yang ditanami berbagai tanaman obat-obatan
Batu loncatan: Sarana untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik
Bunga desa: Perempuan cantik yang paling disenangi di sebuah desa
Cari muka: Berbuat sesuatu dengan maksud mendapatkan pujian
Cuci otak: Menghilangkan suatu pendapat/ keyakinan lama dengan yang baru menggunakan cara khusus
Daftar hitam: Daftar nama orang yang pernah melakukan kejahatan
Cuci tangan: Tidak mau ikut campur dalam suatu masalah
Di ujung tanduk: Keadaan yang membahayakan atau mengkhawatirkan
Emas hijau: Komoditas hasil pertanian yang potensial untuk diekspor
Gunung es: Tampak sebagian kecilnya saja, padahal banyak hal besar di dalamnya
Hampa tangan: Tidak berhasil atau pulang tidak membawa apa-apa
Gali lobang tutup lobang: Berutang untuk membayar utang yang lain
Haus darah: Orang yang haus kekuasaan
Lintah darat: Orang yang suka meminjamkan uang dengan bunga/ riba
Main api: Melakukan sesuatu yang berbahaya, misalnya bermain cinta (serong)
Main mata: Melakukan kontak dengan pihak lain demi menguntungkan suatu pihak
Makan angin: Jalan-jalan mencari hawa bersih
Membawa perut: Datang ke rumah orang untuk makan
Mengulur lidah: Meminta kembali barang yang sudah diberikan
Menusuk hidung: Bau sekali; merangsang indra penciuman
Orang dalam: Orang yang ada dalam suatu lingkungan (pekerjaan, dll.)
Naik banding: Minta banding kepada pengadilan yang lebih tinggi
Panjang lidah: Suka mengomel/ gampang mengadu pada orang lain
Pecah telur: Meraih keberhasilan setelah alami keburukan
Pelita hati: Seorang yang dapat melenyapkan rasa takut
Pengacara hitam: Pengacara yang membantu dalam kejahatan
Penghisap darah: Orang yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi
Rahasia umum: Sesuatu yang harusnya disembunyikan tapi sudah diketahui orang banyak
Rapuh mulut: Tidak dapat menjaga kata-kata; tak mampu menyimpan rahasia
Rungan kaki: Suka datang (melewat, mengunjungi, dsb.)
Ringan kepada: Mudah mengerti atau menangkap pelajaran
Ringan mulut/ lidah: Ramah/ suka menyapa/ fasih berbicara
Ringan tangan: Suka menolong (+) suka memukul (-)
Sahabat pena: Hubungan pertemanan lewat tulisan
Saksi bisu: Benda mati yang menjadi saksi suatu kejadian atau peristiwa
Salam tempel: Salam yang disertai dengan amplop berisi uang
Sapi perah: Orang yang diperas tenaganya terur menerus dan dimanfaatkan orang lain
Setengah hati: Melakukan sesuatu tidak dengan bersungguh-sungguh
Tangan Besi: Seseorang yang keras dan otoriter, mesk dari luar terlihat lembut
Tulang punggung: Seorang yang dijadikan andalan atau tumpuan dalam suatu hal
Tutup buku: Menyusun neraca untung rugi dalam satu tahun
Warung hidup: Pekarangan yang ditanami berbagai macam sayuran
Ujung tanduk: Kondisi yang mengkhawatirkan: dalam bahaya
Jenis-Jenis Idiom
Idiom terbagi menjadi beberapa jenis yang berpengaruh pada susunan kalimatnya. Supaya lebih mengerti perbedaan masing-masingnya, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini:
1. Jenis Idiom Berdasarkan Keeratan Unsur Pembentuk dan Maknanya
Idiom Penuh: Merupakan idiom yang unsur pembentuk dan maknanya sudah menyatu sempurna. Artinya, setiap kata yang membentuknya sudah kehilangan makna harfiahnya sehingga tidak bisa berdiri sendiri. Contoh penerapannya pada idiom buah tangan yang bermakna oleh-oleh.
Idiom sebagian: Berbeda dari idiom penuh, idiom sebagian salah satu kata yang menjadi unsur pembentuknya masih memiliki makna aslinya. Misalnya seperti idiom bekerja keras, dalam bahasa Indonesia yang berarti bekerja sungguh-sungguh.
2. Jenis Idiom Berdasarkan Bentuknya
Ungkapan: Berdasarkan penjelasan Chaer, idiom ungkapan adalah bentuk-bentuk yang unsurnya dirangkai secara tetap dan dapat mengekspresikan suatu pesan tertentu. Contohnya ada pada kalimat berminyak air yang bermakna pandai memuji karena ada maksud tertentu.
Metafora (perbandingan): Secara umum, idiom metafora bisa diartikan sebagai idiom yang struktur dasarnya terdiri dari dua hal, yakni sesuatu yang dibicarakan dan juga sesuatu yang digunakan sebagai pembandingnya. Contoh penerapannya ada dalam kalimat tulisannya seperti cakar ayam, yang berarti tulisan nya acak-acakan atau tidak rapi.
3. Idiom Berdasarkan Jenis Unsur yang Membentuknya
Idiom yang terdiri dari bagian tubuh: Merupakan jenis idiom yang salah satu atau semua unsurnya adalah bagian tubuh manusia seperti jantung, hati, mata, atau yang lainnya. Contoh kalimatnya cold feet (kaki dingin), yang berarti gugup saat berada dalam keadaan tertentu.
Idiom yang terdiri dari kata indra: Sesuai penamaannya, idiom ini terdiri dari perubahan kegiatan respon indra satu ke indra lainnya, atau biasa disebut dengan sinestetik. Contoh mudahnya ada dalam kalimat slip of the tongue, yang berarti keceplosan atau membicarakan sesuatu secara tidak sengaja.
Idiom yang terdiri dari nama warna: Idiom ini biasanya memiliki unsur leksikal yang terdiri dari nama-nama warna. Seperti idiom out of the blue yang mengandung makna tiba-tiba.
Idiom yang terdiri dari nama benda alam: Jenis idiom ini memakai nama-nama benda sebagai unsur pembentuknya, seperti bumi, bulan, planet, matahari, bintang, dan yang lainnya. Contoh penerapannya ada pada kalimat living on another planet, yang bermakna seseorang yang tidak realistis atau tidak memperhatikan kejadian di sekitarnya.
Idiom yang terdiri dari nama atau sifat binatang: Dalam idiom ini, salah satu unsurnya merupakan kata yang berkaitan dengan binatang, bisa pada bagian tubuh ataupun sifat binatang tertentu. Kata tentang binatang ini biasanya dibandingkan dengan sifat manusia yang mirip seperti binatang tersebut. Contohnya yaitu a lone wolf yang berarti orang yang senang menyendiri.
Idiom yang terdiri dari nama atau bagian tumbuhan: Idiom jenis ini mempunyai kata yang berhubungan dengan nama atau bagian dari tumbuhan sebagai unsur pembentuknya. Bisa daun, cabang, batang, buah, atau bagian lainnya. Contoh seperti idiom beat around the bush yang berarti terlalu berbelit-belit.
Idiom yang terbentuk dari berbagai kelas kata: Jenis yang satu ini adalah idiom dengan unsur pembentuk berupa kelas kata, seperti kata kata kerja (verba), kata keterangan (adverbia), bilangan (numeralia), kata benda (nomina), dan juga kata sifat (adjektiva).
Idiom dari kata bilangan (numeralia): Idiom numeralia terbentuk dari kata bilangan seperti satu, dua, tiga, dan seterusnya. Contoh penerapannya ada pada kalimat first and foremost. Kalimat tersebut dalam bahasa inggris biasa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang lebih penting kedudukannya daripada lainnya.
Idiom dari kata kerja (verba): Cirikhas idiom verba idiom adalah pada penggunaan kata kerja seperti pergi, mencari, melihat, atau kata kerja lainnya. Contohnya adalah kalimat twist someone’s arm, yang berarti bisa meyakinkan orang lain untuk setuju dengan pendapatnya atau melakukan sesuatu untuknya.
Idiom dari kata benda (nomina): Jenis ini terbentuk dari kata benda dalam unsur pembentuknya seperti kursi, bola, sepatu, dan masih banyak lagi. Contoh penerapannya terdapat pada kalimat get the ball rolling, yang artinya memulai melakukan sesuatu.
Idiom dari kata keterangan (adverbia): Idiom ini menggunakan kata keterangan (adverbia) di dalamnya. Kata keterangan ini mencakup keterangan waktu, keterangan sifat, keterangan keadaan, dan juga keterangan tempat. Contohnya once in a while, yang mengandung makna sekali-kali.
Idiom dari kata sifat (adjektiva): Maksud dari idiom adjektiva adalah idiom yang menggunakan kata sifat sebagai salah satu unsur pembentuknya. Misalnya pada kata happy as Larry, yang maknanya merasa bahagia seperti Larry. Larry sendiri diambil dari nama petinju asal Australia, Larry Foley (1878 – 1917).
Baca juga: 25 Contoh Soal Passive Voice beserta Jawabannya
Itulah contoh kalimat idiom bahasa Indonesia beserta jenis-jenisnya yang patut diketahui para pelajar. Karena jenisnya sangat banyak, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya lebih dalam.
