Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Baru yang Terindah

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Puisi Baru yang Terindah, foto: Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Puisi Baru yang Terindah, foto: Unsplash/Thought Catalog

Puisi adalah bentuk karya sastra yang terus mengalami perkembangan. Berdasarkan zamannya, puisi terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru. Nah, artikel ini akan membahas contoh puisi baru yang dapat kamu baca dan pahami.

Dikutip dari Puisi Baru, Rina Ari Rohmah (2020:5), puisi baru merupakan puisi yang muncul setelah puisi lama. Bentuk puisi baru sudah tidak memiliki aturan yang ketat dan lebih bebas dibanding puisi lama, serta lebih berfokus pada isi dan makna di dalamnya.

Contoh Puisi Baru yang Terindah

Contoh Puisi Baru yang Terindah, foto: Unsplash/jules a.

Berikut adalah 5 contoh puisi baru yang disusun berdasarkan isinya, yakni romansa yang lekat dengan cinta, elegi yang sedih kesedihan, balada yang merupakan puisi bercerita, himne yang lekat dengan pujian untuk Tuhan, dan epigram yang berisi ajaran kehidupan:

1. W.S. Rendra - Romansa (romance)

Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku

Yang memancarkan aura cinta

Yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku

Bintang,

jagalah dirinya dari gelap malam

Saat kau kelipkan cahayamu

Berikanlah dia selalu mimopi indah tentang kita berdua

Bulan,

Teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang di antara kita berdua

Wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya

2. Chairil Anwar - Senja di Pelabuhan Kecil (elegi)

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

diantara gudang, rumah tua, pada cerita

tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut

menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang

menyinggung muram, desir hari lari berenang

menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak

dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

menyisir semenanjung, masih pengap harap

sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

3. W.S Rendra - Balada Orang-orang Tercinta (balada)

Kita bergantian menghirup asam

Batuk dan lemas terceruk

Marah dan terbaret-baret

Cinta membuat kita bertahan

dengan secuil redup harapan

Kita berjalan terseok-seok

Mengira lelah akan hilang

di ujung terowongan yang terang

Namun cinta tidak membawa kita

memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung

Namun harusnya kita merenung

Akankah kita sampai di altar

Dengan berlari terpatah-patah

Mengapa cinta tak mengajari kita

Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus

Serut-serut sinar matahari

Sementara kita sudah lupa

rasanya mengalir bersama kehidupan

Melupakan hal-hal kecil

yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan

Mengapa marah dengan keadaan?

Mengapa lari ketika sesuatu

membengkak jika dibiarkan?

Kita percaya pada cinta

Yang borok dan tak sederhana

Kita tertangkap jatuh terperangkap

Dalam balada orang-orang tercinta

4. Taufiq Ismail - Doa (himne)

Tuhan kami

Telah nista kami dalam dosa bersama

Bertahun-tahun membangun kultus ini

Dalam pikiran yang ganda

Dan menutupi hati nurani

Ampunilah kami

Ampunilah

Amin

Tuhan kami

Telah terlalu mudah kami

Menggunakan AsmaMu

Bertahun di negeri ini

Semoga Kau rela menerima kembali

Kami dalam barisan-Mu

Ampunilah kami

Ampunilah

Amin

5. Wiji Thukul - Puisi Untuk Adik (epigram)

apakah nasib kita akan terus seperti

sepeda rongsokam karatan itu?

o... tidak, dik!

kita akan terus melawan

waktu yang bijak bestari

kan sudah mengajari kita

bagaimana menghadapi derita

kitalah yang akan memberi senyum

kepada masa depan

jangan menyerahkan diri kepada ketakutan

kita akan terus bergulat

apakah nasib kita akan terus seperti

sepeda rongsokan karatan itu?

o... tidak, dik!

kita harus membaca lagi

agar bisa menuliskan isi kepala

dan memahami dunia

Itulah 5 contoh puisi baru karya para penyair terkenal Indonesia yang terindah dan penuh dengan makna. Seperti yang terlihat, puisi-puisi di atas sudah tak banyak terikat oleh aturan dan mengutamakan kebebasan berekspresi. Semoga menginspirasi!(malika)