5 Contoh Puisi Baru yang Terindah

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah bentuk karya sastra yang terus mengalami perkembangan. Berdasarkan zamannya, puisi terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru. Nah, artikel ini akan membahas contoh puisi baru yang dapat kamu baca dan pahami.
Dikutip dari Puisi Baru, Rina Ari Rohmah (2020:5), puisi baru merupakan puisi yang muncul setelah puisi lama. Bentuk puisi baru sudah tidak memiliki aturan yang ketat dan lebih bebas dibanding puisi lama, serta lebih berfokus pada isi dan makna di dalamnya.
Contoh Puisi Baru yang Terindah
Berikut adalah 5 contoh puisi baru yang disusun berdasarkan isinya, yakni romansa yang lekat dengan cinta, elegi yang sedih kesedihan, balada yang merupakan puisi bercerita, himne yang lekat dengan pujian untuk Tuhan, dan epigram yang berisi ajaran kehidupan:
1. W.S. Rendra - Romansa (romance)
Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku
Yang memancarkan aura cinta
Yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku
Bintang,
jagalah dirinya dari gelap malam
Saat kau kelipkan cahayamu
Berikanlah dia selalu mimopi indah tentang kita berdua
Bulan,
Teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang di antara kita berdua
Wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya
2. Chairil Anwar - Senja di Pelabuhan Kecil (elegi)
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
diantara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
3. W.S Rendra - Balada Orang-orang Tercinta (balada)
Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain
Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?
Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan
Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta
4. Taufiq Ismail - Doa (himne)
Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun-tahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amin
Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan AsmaMu
Bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisan-Mu
Ampunilah kami
Ampunilah
Amin
5. Wiji Thukul - Puisi Untuk Adik (epigram)
apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokam karatan itu?
o... tidak, dik!
kita akan terus melawan
waktu yang bijak bestari
kan sudah mengajari kita
bagaimana menghadapi derita
kitalah yang akan memberi senyum
kepada masa depan
jangan menyerahkan diri kepada ketakutan
kita akan terus bergulat
apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokan karatan itu?
o... tidak, dik!
kita harus membaca lagi
agar bisa menuliskan isi kepala
dan memahami dunia
Itulah 5 contoh puisi baru karya para penyair terkenal Indonesia yang terindah dan penuh dengan makna. Seperti yang terlihat, puisi-puisi di atas sudah tak banyak terikat oleh aturan dan mengutamakan kebebasan berekspresi. Semoga menginspirasi!(malika)
